Hilangkan Sidang Isbat & Perlunya Penyeragaman Kalender Islam Internasional

Sidang isbat untuk menentukan awal bulan khususnya Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah perlu dihilangkan dan diganti dengan penyeragaman kalender Islam internasional.

“Sidang isbat kurang bermakna kalau sudah diketahui jauh-jauh hari sebelumnya. Sidang isbat yang akan dilaksanakan tanggal 29 Ramadhan 1442 H nanti atau bertepatan dengan 11 Mei 2021, menurut pendapat saya pribadi sebenarnya adalah sidang untuk menetapkan sesuatu yang sudah pasti, yakni menetapkan tanggal 1 Syawal 1442 H jatuh pada tanggal 13 Mei 2021 baik menggunakan rukyatul hilal dengan kriteria imkanur rukyat ataupun hisab wujudulhilal,” kata Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor Taufik Tirkaamiasa, Sabtu (8/5/2021).

Kata Taufik, di era digital seperti sekarang ini, masyarakat memerlukan kepastian pengumuman jauh-jauh hari sebelumnya untuk awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah.  “Semakin cepat diumumkan tentu akan semakin baik, karena masyarakat dapat merencanakan berbagai kegiatan, program kemasyarakatan, keluarga maupun pribadi secara lebih dini,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pelaksaan sidang isbat seolah-olah tidak mendorong atau mendukung akan pentingnya pembuatan kalender Islam. “Ingin tahu tanggal 1 Syawal, 1 Ramadhan atau 1 Dzulhijjah harus menunggu siding isbat?” tanya Taufik.

Kata Taufik, dalam mengatasi persoalan penentuan awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah perlu adanya kalender Islam internasional. “Kemenag melalui BHR (Badan Hisab dan Rukyat), ormas-ormas Islam para ahli astronomi perlu kerja keras melalui peningkatan pemahaman pertemuan untuk mewujudkan kalender Islam International,” jelasnya.

Kalender menjadi salah satu alat yang paling penting dalam peradaban manusia. Keberadaan kalender akan sangat membantu banyak orang yang hidup di zaman modern ini untuk mengingat waktu dan mengaturnya secara tepat.

Taufik mengatakan, dapat dikatakan mustahil manusia dapat melakukan interaksi dan perjanjian tanpa menilik kalender sebagai alat manajemen waktu. “Kalender dapat menjadi alat bantu bagi manusia untuk merencanakan berbagai kegiatan di masa depan. Bagi agama Islam, kalender tidak saja berfungsi sosial, tetapi juga berfungsi spiritual,” paparnya.

Selain itu, ia mengatakan, pada 2022 sampai 2025 bakal terjadi perbedaan dalam penetapan hari-hari penting di kalender Hijriah.

Pada 2022 diprediksi terjadi perbedaan penetapan Idul Adha. Sebab, pada saat itu bulan baru berada di 1,9 derajat di atas ufuk. Kemudian, pada 2023 terjadi perbedaan pada penetapan Lebaran sekaligus Idul Adha. Sebab, tinggi hilal menjelang Lebaran 1,7 derajat dan saat penetapan Idul Adha tinggi hilal 0,9 derajat.

Pada 2024 bakal terjadi perbedaan penetapan awal Ramadhan karena tinggi hilal hanya 0,8 derajat di atas ufuk. Berikutnya, pada 2025 kembali terjadi perbedaan pada penetapan Idul Adha karena tinggi hilal hanya 1,4 derajat.

Data hisab dari tahun 2022 sampai 2025, maka menurut Taufik perbedaan itu sendiri seharusnya tidak akan terjadi di kalangan penggunaan rukyatul hilal dengan kriteria imkanur rukyatnya, karena dengan instrumen imkanur rukyat sebetulnya sudah diketahui awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah. Jadi sidang isbat hanya mensyahkan saja secara syar’i setelah actual sighting (pelaksanaan rukyah).

“Artinya tetap saja sebenarnya sidang isbat kurang bermakna, sebab kalau sudah tidak memenuhi kriteria imkanur rukyat, kesaksian rukyatul hilal akan ditolak meski sudah disumpah sekalipun.  Supaya lebih bermakna mungkin bentuk atau formatnya harus diubah disesuaikan dengan perkembangan hisab dan rukyah itu sendiri dan harus transparan dan lebih profesional,” jelasnya.  (\Achsin

Related Posts
Direktur NU Care-Lazisnu Ingin Muhammadiyah dan NU Sering Bersinergi
JAKARTA – Direktur NU Care-Lazisnu, Syamsul Huda mengatakan, kolaborasi program qurban yang dilaksanakan oleh Lazismu dan Lazisnu merupakan peristiwa yang langka. Sebab, kata dia, langkah ini akan mendorong Muhammadiyah dan ...
READ MORE
Foto : Para Tenaga Kesehatan dan Relawan MDMC Palangkaraya, Kalimantan Tengah terus bergerak untuk kemanusiaan (doc.Mdmc)
MPI PDM Kota Bogor — Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah dalam siaran pers yang disampaikan oleh ketuanya, Agus Samsudin (26/8/2020 ) Yogyakarta, menyampaikan bahwa sampai saat ini ada ...
READ MORE
DKM Masjid Al Furqan Kota Bogor Bagikan Makanan setelah Shalat Jumat
Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Furqan Muhammadiyah Kota Bogor membagikan makanan setelah Shalat Jumat "Pembagian makanan dilakukan setelah Shalat Jumat dalam bentuk bento atau boks yang bisa dinikmati di tempat ...
READ MORE
SMA Muhammadiyah Kota Bogor Relokasi Ke Merdeka
Gedung Baru SMA Muhammadiyah Kota Bogor di Jl. Merdeka No. 118foto : NurmawajiRapat Majelis Dikdasmen PDM Kota Bogor dan pihak SMA Muhammadiyah Kota Bogor, pada tanggal 05 Juli 2020 telah ...
READ MORE
Drs. Tb. Moch. Zaenal Al-Aqili, Ketua Majelis Pendidikan Kader, Guru SMA/SMK Muhammdiyah Kota Bogor
Ketua Majelis Pendidikan Kader Muhamamdiyah Kota Bogor: Ajaran Nabi Muhammad SAW Sesuai Kajian IlmiahAjaran Nabi Muhammad SAW sesuai kajian ilmiah seperi shalat Tahajud maupun larangan tidur setelah Shalat Subuh."Aspek ajaran ...
READ MORE
Jangan Dipahami Tekstual ‘Hidup-Hidupilah Muhammadiyah dan Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah’
media-alfurqan.com - Ajaran KH Ahmad Dahlan 'Hidup-Hidupilah Muhammadiyah dan Jangan Mencari Hidup di  Muhamamdiyah' jangan dipahami secara tekstual sehingga tidak menghargai secara profesional karyawan, guru, dosen, dokter maupun profesi lainnya ...
READ MORE
Al Qur’an Berikan Koridor yang Tepat Bagi Perkembangan Ilmu Sains
BANTUL - Al Qur’an menuntun kita untuk mengksplor alam semesta ini. Di dalam Al Qur’an terdapat Ayat-ayat Qauniyah yang menjelaskan fenomena alam semesta. Setidaknya ada 750 ayat yang secara tegas menguraikan hal-hal ...
READ MORE
Mendikbud Pantau PBJJ di SMP Muhammadiyah Kota Bogor
Majelis Dikdasmen PDM Kota Bogor (30  Juli 2020) - Untuk mengetahui pelaksanaan Proses Belajar Jarak Jauh (PBJJ), Menteri  Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memantau secara langsung di Bogor pada hari ...
READ MORE
Ketua Muhammadiyah Kota Bogor: Manusia Tanpa Bermasyarakat tak Memiliki Makna Hidup
Manusia dengan pengabdian kepada Allah SWT tidak akan memiliki makna hidup jika tanpa bermasyarakat. "Hidup manusia pengabdian Kepada Allah SWT tidak akan memiliki makna apa-apa dalam hidup, jika hidup hanya sendiri-sendiri," ...
READ MORE
Bagi Muhammadiyah, Pelayanan Sosial Bukan Sekedar Tugas Rutin
JAKARTA -- Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Rapat Kerja Nasional dan Konsolidasi Panti Asuhan Muhammadiyah dan Aisyiyah di Ballroom Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta. Kegiatan ...
READ MORE
Direktur NU Care-Lazisnu Ingin Muhammadiyah dan NU Sering
MCCC Muhammadiyah Minta Pemerintah Perhatikan Nakes
DKM Masjid Al Furqan Kota Bogor Bagikan Makanan
SMA Muhammadiyah Kota Bogor Relokasi Ke Merdeka
Ketua Majelis Pendidikan Kader Muhamamdiyah Kota Bogor: Ajaran
Jangan Dipahami Tekstual ‘Hidup-Hidupilah Muhammadiyah dan Jangan Mencari
Al Qur’an Berikan Koridor yang Tepat Bagi Perkembangan
Mendikbud Pantau PBJJ di SMP Muhammadiyah Kota Bogor
Ketua Muhammadiyah Kota Bogor: Manusia Tanpa Bermasyarakat tak
Bagi Muhammadiyah, Pelayanan Sosial Bukan Sekedar Tugas Rutin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *