Jangan Dipahami Tekstual ‘Hidup-Hidupilah Muhammadiyah dan Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah’

media-alfurqan.com – Ajaran KH Ahmad Dahlan ‘Hidup-Hidupilah Muhammadiyah dan Jangan Mencari Hidup di  Muhamamdiyah’ jangan dipahami secara tekstual sehingga tidak menghargai secara profesional karyawan, guru, dosen, dokter maupun profesi lainnya yang bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Demikian dikatakan Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Yogyakarta (UMY) Nurwanto, S.Ag, MA dalam berbincangan dengan https://media-alfurqan.com, Jumat (4/9/2020).

Kata mahasiswa calon Doktor School of Education, Western Sydney University, NSW, Australia, ajaran KH Ahmad Dahlan tersebut jangan dipahami dari satu sisi saja. “Menuntut seorang bekerja sepanjang hari di AUM, sementara hak-hak karyawan tidak dipenuhi, itu tidak Islami,” jelasnya.

Kata Nurwanto, ajaran KH Ahmad Dahlan ‘Hidup-Hidupilah Muhammadiyah dan Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah’ karena pendiri persyarikatan itu dari segi ekonomi sudah sangat mencukupi sebagai seorang pedagang batik.

“KH Ahmad Dahlan membesarkan Muhammadiyah dengan harta benda yang dimiliki, ini ajaran keikhlasan perjuangan. Tetapi pandangan ini tidak berhenti ketika Muhamamdiyah mempunyai rumah sakit, lembaga pendidikan. Tidak semua warganya seperti KH Ahmad Dahlan yang memiliki usaha sendiri,” papar Nurwanto.

Menurut Nurwanto, ada yang masuk Muhamamadiyah melalui pintu kerja profesional melalui AUM. “Kita bisa membesarkan Muhammadiyah secara profesional dengan akal, ilmu dan tenaga,” paparnya.

Memahami ‘Hidup-Hidupilah Muhammadiyah dan Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah’ kata Nurwanto, tidak boleh satu persepsi saja. “Kalau orang yang bekerja di Muhamamdiyah harus diupah secara profesional sesuai bidangnya. Digaji secara profesional bukan berarti menyalami apa yang disampaikan KH Ahmad Dahlan,” jelas Nurwanto.

Nurwanto mengatakan, pernyataan ‘Hidup-Hidupilah Muhammadiyah’ itu 100 persen betul, baik yang bekerja di AUM atau di luar AUM menjadi aktivis dan penggerak Muhammadiyah. Mereka perlu merasa terpanggil membesarkan Muhammadiyah.

Sedangkan penggalan kalimat ‘Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah’  kata Nurwanto, sebagai pesan yang penuh dengan situasi pada masa KH Ahmad Dahlan. Pada waktu itu tidak mungkin Muhammadiyah jadi sumber pencarian penghasilan. Itu benar pada masanya.

Namun sekarang Muhammadiyah punya AUM: lembaga pendidikan dan Rumah Sakit. Lembaga itu memerlukan kerja penuh waktu. Para pegawainya harus digaji profesional dan memakmurkan.

“Jangan sampai kekuarga mereka terzalimi. Seiring dengan itu, para pegawai tetap berperan untuk melangsungkan dakwah Islamiyah sesuai dengan kapasitasnya. Jadi, benar jika pegawai di AUM digaji profesional. Yang penting tidak ada korupsi,” pungkas pria yang meraih gelar MA dari Birmingham University Inggris ini.    (\Acshin) 

Related Posts
Pemuda Muhammadiyah Minta Bermedia Sosial Secara Baik
Rakyat Indonesia harus bermedia sosial secara baik untuk yang pendukung pemerintah maupun kontra penguasa agar tidak terjerat masalah hukum. "Media sosial kita harus tumbuh secara baik, butuh kedewasaan bermedia sosial," ...
READ MORE
Muhammadiyah Kota Bogor Kecam Keras Pesta Gay
media-alfurqan.com - Pesta gay di apartemen Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan yang digerebek aparat kepolisian beberapa waktu menunjukkan perbuatan keji, melanggar aturan hukum dan dilarang semua agama. Demikian dikatakan anggota Majelis Tarjih ...
READ MORE
Drs. Tb. Moch. Zaenal Al-Aqili, Ketua Majelis Pendidikan Kader, Guru SMA/SMK Muhammdiyah Kota Bogor
Ketua Majelis Pendidikan Kader Muhamamdiyah Kota Bogor: Ajaran Nabi Muhammad SAW Sesuai Kajian IlmiahAjaran Nabi Muhammad SAW sesuai kajian ilmiah seperi shalat Tahajud maupun larangan tidur setelah Shalat Subuh."Aspek ajaran ...
READ MORE
Muhammadiyah Kota Bogor: Sertifikasi Dai Munculkan ‘Kegaduhan’
media-alfurqan.com - Serifikasi dai atau mubaligh yang disampaikan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi memunculkan 'kegaduhan' di tengah Umat Islam. "Pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi terkait sertifikasi dai membuat 'kegaduhan' di tengah-tengah ...
READ MORE
Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bogor Berikan Penyuluhan Mengenai Kenakalan Remaja
Rabu, 29/03/2017 - Kelompok program latihan profesi dan kuliah kerja mahasiswa (PLP-KKM) Terpadu STKIP Muhammadiyah Bogor menyelenggarakan penyuluhan tentang kenakalan remaja kepada siswa-siswi SMA Muhammadiyah Kota Bogor. Dalam acaranya, mereka bekerjasama ...
READ MORE
Mohamad Gofar dan Naufal Ramadian Optimis Majukan Muhammadiyah Kabupaten Bogor
BOGOR -- Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bogor telah menggelar Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) di Aula Dakwah Muhammadiyah, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Sabtu 3 September 2016. Dalam Musypimda ini, dilaksanakan sosialisasi Surat ...
READ MORE
Muhammadiyah Ikut Mencerdaskan Ekonomi Bangsa
MALANG – Muhammadiyah harus ikut mencerdaskan ekonomi bangsa, itu seruan dari Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hal itu disampaikan pada Tabligh Akbar Pimpinan Daerah Kota ...
READ MORE
Ini Isu Strategis yang Akan Dibahas di Muktamar NA
JAKARTA -- Nasyiatul Aisyiyah (NA) sebagai organisasi perempuan muda Muhammadiyah terus memainkan perannya dalam meningkatkan pembangunan bangsa. Hal ini tertuang dalam berbagai isu-isu stategis mengenai pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, dan ...
READ MORE
Foto : Marlina, kepala sekolah (duduk di tengah) besertas guru-guru SD Muhammadiyah Bogor
Foto  :   Marlina, Kepala Sekolah  SD Muhammadiyah Kota Bogor (duduk di tengah)  beserta guru-guru lainnyaTahun Pelajaran baru 2020/2021 sudah dimulai sejak hari Senin, 13 Juli 2020, meskipun sekolah belum dapat ...
READ MORE
Direktur NU Care-Lazisnu Ingin Muhammadiyah dan NU Sering Bersinergi
JAKARTA – Direktur NU Care-Lazisnu, Syamsul Huda mengatakan, kolaborasi program qurban yang dilaksanakan oleh Lazismu dan Lazisnu merupakan peristiwa yang langka. Sebab, kata dia, langkah ini akan mendorong Muhammadiyah dan ...
READ MORE
Pemuda Muhammadiyah Minta Bermedia Sosial Secara Baik
Muhammadiyah Kota Bogor Kecam Keras Pesta Gay
Ketua Majelis Pendidikan Kader Muhamamdiyah Kota Bogor: Ajaran
Muhammadiyah Kota Bogor: Sertifikasi Dai Munculkan ‘Kegaduhan’
Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bogor Berikan Penyuluhan Mengenai Kenakalan
Mohamad Gofar dan Naufal Ramadian Optimis Majukan Muhammadiyah
Muhammadiyah Ikut Mencerdaskan Ekonomi Bangsa
Ini Isu Strategis yang Akan Dibahas di Muktamar
SD MUHAMMADIYAH KOTA BOGOR SIAP HADAPI TAHUN PELAJARAN
Direktur NU Care-Lazisnu Ingin Muhammadiyah dan NU Sering

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *