Ketua Umum PP Muhammadiyah: 71 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Saatnya Bebas dari Segala Penjajahan Baru

Pak Haedar-PPYOGYAKARTA– Merayakan 71 tahun Indonesia merdeka jangan berhenti di upacara seremonial dan ritual-ritual simbolik yang lahiriah semata. Seluruh elite dan warga bangsa hendaknya merenungi, menghayati, dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar, spirit, pemikiran, dan cita-cita luhur kemerdekaan yang diletakkan fondasinya oleh para pendiri bangsa tahun 1945.
Rakyat Indonesia berjuang melawan penjajah dan memproklamasikan kemerdekaan agar di kemudian hari benar-benar menjadi bangsa yang bebas dari segala bentuk penindasan, kezaliman, ketidakadilan, dan segala hal yang membelenggu dirinya. “Maka jika saat ini Indonesia masih dibelenggu oleh berbagai kekuatan atau pihak yang membuat rakyat tetap miskin, tertinggal, termarjinalisasi, terdiskriminasi, dan terampas hak-hak dasarnya maka pada hakikatnya rakyat belum merdeka,” ungkap Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ketika dihubungi redaksi website muhammadiyah.or.id pada Selasa (16/8)
Haedar kembali melanjutkan, kini kekayaan dan hasil pembangunan nasional maupun sumberdaya alam masih dikuasai segelintir orang atau pihak yang dengan leluasa menguras dan menguasainya secara masif, yang membuat mayoritas penduduk tak menikmatinya, maka praktik buruk seperti ini menggambarkan perilaku penjajah di era baru yang dengan semena-mena menghisap kekayaan Indonesia dan merenggut hak rakyat.

“Praktik mafia, cukong, pengusaha hitam, dan segala kesewenang-wenangan seperti itu sama dengan bentuk penjajahan baru. Penjajahan itu kapan dan di manapun melahirkan penindasan, pembelengguan, eksploitasi, dan kezaliman yang menyengsarakan rakyat Indonesia,” ungkap Haedar.

Melebarnya kesenjangan dan tiadanya keadilan sosial menunjukkan  rendahnya penghayatan akan sila kelima Pancasila sekaligus meluasnya hasrat penguasaan yang tamak dari nafsu ala penjajah yang tak peduli nasib rakyat Indonesia. Praktik buruk ini tidak sejalan dengan nilai dan jiwa kemerdekaan serta konstitusi dasar Negara Indonesia.

Indonesia mengalami liberalisasi kehidupan politik yang membuka keran korupsi, politik uang, dan pragmatisme politik yang meluas. Elite politik banyak yang lebih mengutamakan perebutan jabatan kekuasaan belaka dan mengabaikan etika dan mandat rakyat. Para pemilik modal menguasai kehidupan politik di seluruh lingkaran, sehingga kartel ekonomi politik menyatu kian menambah disparitas dan demoralitas politik yang meruntuhkan sendi kehidupan nasional.

“Sebagian elite politik hanya menikmati kekuasaan dan berbagai upeti politik yang melalaikan dirinya dari amanat rakyat. Elite politik yang jernih dan komitmen pada idealisme yang sebenarnya yang  dikalahkan oleh budaya politik oportunistik. Akibatnya demokrasi politik hanya dinikmati oleh kekuatan oligarki dan mayoritas ralyat tak memperoleh kue politik yang membawa pada kehidupan yang maju dan sejahtera,” tegas Haedar.

Haedar melihat bahwasannya politik dinasti meruntuhkan meritokrasi demokrasi dan membuka kkn baru. “Politik mengedepankan egoisme dan primordialisme menguat menjadi virus buruk demokratisasi. Jika liberalisasi politik ini terus berlangsung maka kemerdekaan Indonesia tersandera oleh elite politik oligarki dan cukong-cukong yang meruntuhkan sendi dasar bernegara yang dengan susah payah diletakkan oleh para pejuang dan pendiri bangsa,” kata Haedar.

Kembali ditambahkan Haedar, di usia 71 tahun Indonesia merdeka hendaknya dijadikan momentum untuk diadakan konsensus nasional guna melakukan rekonstruksi kehidupan kebangsaan yang bermakna. Seluruh dimensi kehidupan bangsa dan bernegara hendaknya berhaluan pada nilai-nilai dasar Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial sebagaimana terkandung dalam Pancasila untuk diaktualisasikan dalam konteks kekinian menuju Indonesia Berkemajuan.

“Indonesia berkemajuan ialah kondisi kehidupan bangsa dan negara yang unggul di segala bidang kehidupan berbasis pada jiwa, pikiran, dan cita-cita luhur nasional sebagaimana diletakkan para pendiri bangsa tahun 1945,” ujar Haedar.

Para elite dan pemimpin bangsa di seluruh struktur hendaknya menjadi teladan bagi rakyat dan mengedepankan kenegarawanan. “Jadikan Indonesia negara dan banga yang maju, bersatu, adil, makmur, bermartabat, dan berdaulat di era modern abad ke-21. Semoga Allah SWT memberkahi bangsa Indonesia,” tutup Haedar. [Muhammadiyah] 

Related Posts
?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
media-alfurqan.com Merdeka No. 118  - Tempat pemakaman maupun pengurusan jenazah menjadi persoalan di Kota Bogor, Jawa Barat. Ada beberapa pihak ahli waris merasa terkendala biaya dalam pemakaman jenazah. Dalam mengatasi persoalan ...
READ MORE
Muhammadiyah Ikut Mencerdaskan Ekonomi Bangsa
MALANG – Muhammadiyah harus ikut mencerdaskan ekonomi bangsa, itu seruan dari Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hal itu disampaikan pada Tabligh Akbar Pimpinan Daerah Kota ...
READ MORE
LAZISMU KOTA BOGOR RUTINKAN BERBAGI
Jum'at, 19 Mei 2017 Lazismu Kota Bogor kembali berbagi kepada masyarakat yang dirasa kurang mampu. Kegiatan berbagi dalam bentuk makan dan minuman ini sudah dimulai sejak Jum'at, 5 Mei lalu. ...
READ MORE
Muhammadiyah Kota Bogor Apresiasi Orasi Ilmiah Prof Abdul Mu’ti
media-alfurqan.com - Meski di tengah masa pandemi Covid-19, upaya pendidikan tinggi untuk meningkatkan jumlah guru besar terus dilakukan, salah satunya Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah menggelar ...
READ MORE
Ngaji Kebangsaan, Haedar: Anak Muda Harus Berkarya dan Melakukan Pencerahan
SUKOHARJO – Dalam Kunjungannya ke Kota Sukoharjo, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir selain meresmikan pembangunan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sukoharjo, juga mengunjugi SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo dan Bersilaturahim dengan ...
READ MORE
Muhammadiyah Kota Bogor Sesalkan Pernyataan Menag Terkait Radikalisme
Menteri Agama Fachrul Razi harusnya tidak boleh menyasar radikalisme hanya agama Islam tetapi agama lain juga berpotensi melakukan kekerasan. “Harusnya bukan hanya masjid pernyataan Pak Menteri Agama terkait ancaman radikalisme. Semua ...
READ MORE
Buka Saum Bersama PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor
Kamis, 15 Juni 2017 - PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor gelar acara buka saum bersama. Semula acara akan diadakan di gedung dakwah PDM Kota Bogor, namun acara dipindahkan ke Panti ...
READ MORE
SERTIJAB KEPALA SEKOLAH SMK MUHAMMADIYAH KOTA BOGOR
Kota Bogor,  – Serah terima kepala sekolah SMK Muhammadiyah Kota Bogor  periode 2021 – 2024 dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Bogor  pada Sabtu (16/01/2021) yang dipimpin langsung Wakil PDM ...
READ MORE
?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
Media-Alfurqan.com - Tanah waqaf seluas 5.076 m2  milik persyarikatan Muhammadiyah Kota Bogor akan dimanfaatkan untuk agroeduecopark berbasis ramah lingkungan yang berkemajuan. “Memang ini sesuatu yang hal yang baru buat Muhammadiyah umumnya ...
READ MORE
SMA Muhammadiyah Kota Bogor Relokasi Ke Merdeka
Gedung Baru SMA Muhammadiyah Kota Bogor di Jl. Merdeka No. 118foto : NurmawajiRapat Majelis Dikdasmen PDM Kota Bogor dan pihak SMA Muhammadiyah Kota Bogor, pada tanggal 05 Juli 2020 telah ...
READ MORE
Muhammadiyah Kota Bogor Siapkan Tempat Pemakaman dan Pengurusan
Muhammadiyah Ikut Mencerdaskan Ekonomi Bangsa
LAZISMU KOTA BOGOR RUTINKAN BERBAGI
Muhammadiyah Kota Bogor Apresiasi Orasi Ilmiah Prof Abdul
Ngaji Kebangsaan, Haedar: Anak Muda Harus Berkarya dan
Muhammadiyah Kota Bogor Sesalkan Pernyataan Menag Terkait Radikalisme
Buka Saum Bersama PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor
SERTIJAB KEPALA SEKOLAH SMK MUHAMMADIYAH KOTA BOGOR
Tanah Waqaf Muhammadiyah Kota Bogor Dimanfaatkan untuk Agroeduecopark
SMA Muhammadiyah Kota Bogor Relokasi Ke Merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *