Peran Keluarga dalam Mendidik Generasi

komunikasi-keluarga--300x170Oleh, Muchamad Ridho H.

(Founder Komunitas Homeschooling Keluarga Muslim)

Keluarga merupakan elemen yang menentukan arah dan perubahan yang ada di dalam masyarakat. Baik-buruknya satu masyarakat ditentukan oleh keadaan keluarga-keluarga yang menjadi anggota masyarakat tersebut. Karena keluarga adalah wujud dari masyarakat terkecil yang hidup dan berinteraksi dengan keluarga lainnya.

Kerusakan akhlak dan penyimpangan sosial sering bermula dari keluarga. Keluarga yang bahagia dan baik tidak akan memicu keburukan di lingkungannya. Justru sebaliknya, mereka akan membawa masyarakat ke arah yang lebih baik. Hubungan keluarga dengan masyarakat dan negara adalah hubungan kausalitas (sebab-akibat). Keluarga yang baik adalah sebab dari masyarakat yang baik, sedangkan keluarga yang buruk akan menyebabkan rusaknya sebuah masyarakat. Sebuah negara juga tidak akan bisa maju dengan mengabaikan dan meninggalkan konsep keluarga. Dari keluargalah lahir Sumber Daya Manusia unggul yang mampu mengelola negara. Dari keluarga pula sumber ketenangan dan ketentraman para pengelola (pejabat dan aparat) negara. Sebaliknya keluarga juga dapat menarik dan menjerumuskan para pejabat untuk melakukan tindak pidana korupsi.

Fungsi Pendidikan

Keluarga diakui sebagai madrasah atau sekolah pertama bagi anak. Disini anak-anak dikenalkan nilai dan norma untuk pertama kali. Jika dianalogikan dengan sistem persekolahan, dalam institusi keluarga Ayah berfungsi sebagai kepala sekolah, sedangkan Ibu adalah gurunya. Maka keluarga yang baik adalah keluarga yang memiliki perencanaan pendidikan yang matang dan berkelanjutan. Perencanaan ini tidak akan ada kecuali lahir dari visi-misi keluarga yang jelas. Ayah dan ibu harus berada dalam visi dan misi yang sama dalam mewujudkan tujuan keluarga.

Visi dan misi dalam sebuah keluarga ibarat garis panduan dan falsafah dalam sebuah negara, yang dapat menghasilkan undang-undang dan peraturan lainnya. Dapat dibayangkan jika satu negara hadir tanpa adanya aturan dan undang-undang. Tentu saja masyarakat yang ada didalamnya akan rusak berantakan. Begitu juga dengan keluarga yang tidak memiliki visi dan misi. Masing-masing anggota keluarga akan sulit untuk hidup harmonis dan sinergis. Boleh jadi keinginan orangtua dan anak bertentangan, lalu tidak ada jalan keluar dan penyelesaian karena tidak ada panduan dan rujukan yang disepakati. Keluarga seperti ini adalah keluarga yang tidak memiliki arah dan tujuan hidup bersama. Lalu bagaimana bisa lahir sakinah, mawadah dan rahmah didalamnya? Tidak mungkin juga lahir generasi penerus yang visioner.

Pendidikan dalam keluarga adalah pendidikan yang paling strategis, urgen dan sangat vital. Selain karena proses pendidikannya diterima pertama kali oleh anak, keluarga juga adalah tempat hidup bersosialisasi paling lama bagi seorang anak. Orang tua dan saudara kandung memiliki hubungan yang sangat dekat dan akrab bagi seorang anak. Oleh karena itu, dari pergaulan sehari-hari yang sangat intens dapat dimungkinkan menghasilkan persahabatan yang sejati. Inilah peran yang sering hilang dalam keluarga. Padahal pendidikan sangat erat dengan sosialisasi. Sedangkan sosialisasi semacam ini adalah media paling efektif dalam mentransfer nilai, sikap dan pengetahuan.

Keluarga sebagai lembaga pendidikan juga berperan dalam menjaga fitrah seorang anak. Setiap anak dilahirkan dengan potensi kebaikan dan diberikan akal untuk memilih tetap dalam fitrahnya. Keluarga yang baik akan memastikan fitrah seorang anak terjaga. Keluarga yang hancur (broken home) tidak dapat menjaga fitrah anak, malah akan merusaknya. Meminjam istilah Ibnu Qayyim dalam kitab Tuhfatul Maudud, sebelum lahir anak durhaka ada orangtua yang durhaka terlebih dahulu.

Keluarga Berkemajuan

Tantangan hidup berkeluarga memang sangat besar di era globalisasi seperti sekarang ini. Namun bukan berarti sebuah bahtera keluarga tidak bisa berlayar dengan sukses hingga ke pelabuhan akhir. Seperti yang sudah dijelaskan, keluarga yang baik adalah keluarga yang memiliki visi dan misi. Itu artinya keluarga tersebut memiliki arah dan tujuan. Bahtera yang berlayar tanpa arah dan tujuan hanya akan terombang-ambing di tengah lautan dan dihempaskan angin tak tentu arah dan tujuan.

Keluarga yang sukses adalah keluarga berkemajuan, yakni keluarga yang mampu berdiri tegak di tengah badai globalisasi. Keluarga seperti ini selain sudah memiliki arah dan tujuan, juga kuat melawan melawan arus dan badai. Generasi yang lahir dari keluarga yang berkemajuan ini adalah generasi yang memiliki sikap dan intelektualitas yang baik, serta tahan banting. Hidup di era globalisasi, menjadi visioner saja memang tidak cukup. Keluarga juga memiliki ketahanan dan kemampuan beradaptasi dengan kemajuan zaman.

Bahtera keluarga harus mampu bergerak melintasi zaman. Artinya, jika keluarga tersebut berhadapan dengan arus informasi yang datang bak banjir bandang, keluarga harus bisa mengelola dan memanfaatkan informasi yang datang tersebut. Teknologi informasi sebagai takdir sejarah telah melahirkan internet dan smartphone. Generasi di era ini adalah generasi techno yang akan membentuk masyarakat informasi. Peran keluarga, dalam hal ini orang tua, harus bisa melek teknologi (technology literacy) dan melek informasi (information literacy). Jangan jadi orang tua gagap teknologi (gaptek) dan buta informasi, karena anak-anak kita akrab dengannya.

Sekali lagi, keluarga sebagai sebuah bahtera selain harus memiliki arah dan tujuan juga harus memiliki ketahanan peradaban agar bisa berhadapan dengan tantangan zaman. Saat ini, keluarga bervisi saja tidak cukup, ia juga harus menjadi keluarga yang berkemajuan. []

*) Tulisan ini dimuat dalam Majalah Tabligh No.05/XIV Juni 2016

Related Posts
KAJIAN HADITS – Antara Amal Shalih dan Amal Toleh (2)
MU’AMMAL HAMIDY, LC Karena semuanya ini berinteraksi dengan sesama manusia, yang notabene manusia tidak luput dari kekeliruan dan kesalahan  (mahallul khathai wan nis-yan), maka dibuatlah hukum-hukum yang berkenaan dengan interaksi ini, ...
READ MORE
Fatwa Tarjih Tentang Berkurban Dengan Uang Utang
FATWA TENTANG BERKURBAN DENGAN UANG UTANG Pertanyaan Dari: Abdul Hakim, Madiun, Jawa Timur (disidangkan pada hari Jum’at, 25 Muharram 1435 H / 29 November 2013) Pertanyaan: Assalamu ‘alaikum w. w. Bolehkah berkurban dengan seekor kambing ...
READ MORE
QADLA (MEMBAYAR) PUASA RAMADHAN Pertanyaan Dari: Daru Hagni, alamat:daru_hagni@yahoo.com.sg (disidangkan pada hari Jum’at, 25 Syakban 1431 H / 6 Agustus 2010) Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr. Wb Kepada Pak Ustadz/Bu Ustadz yang terhormat, langsung saja pada pertanyaan. Ada ...
READ MORE
DO’A ORANG BERPUASA DIIJABAH Allah SWT
Perintah berdo’a terdapat dalam al-Quran surat al-Baqoroh ayat 186, Artinya: “Dan apabila hambaKu bertanya kepada engkau tentang Aku, maka sesungguhnya aku adalah dekat. Aku perkenankan permohonan orang yang memohon, apa ...
READ MORE
Harapan Nabi Ibrahim As, Harapan Kita Semua
Khutbah Idul Adha 1439 H Lapangan Cilebut Kab. Bogor Harapan Nabi Ibrahim As, Harapan Kita Semua Oleh : Zahid Mubarok  (Dosen STIDKI Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Bogor)   اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ ...
READ MORE
KAJIAN HADITS – Antara Amal Shalih dan Amal Toleh (1)
MU’AMMAL HAMIDY, LC Dalam hadits yang artinya : Imam Ahmad mengatakan: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami katanya Ma’mar menceritakan kepada kami, dari  Zuhri, dari Ibnu Musayib, dari Abu Hurairah ra mengatakan yang ...
READ MORE
KEISTIMEWAAN BULAN  RAMADHAN DAN KEMULIAANNYA
Ramadhan berasal dari bahasa Arab, Jamaknya ramadhanat atau armidha. Bulan kesembilan dari  tahun baru Hijrah. Menurut pengertian bahasa, ramadhan berarti amat panas. Nama ini diberikan oleh orang arab pada bulan kesembilan, karena pada bulan tersebut padang pasir sangat ...
READ MORE
E-Book Kompilasi Panduan Qurban dan Idul Adha Sesuai Tarjih Muhammadiyah
Warga Muhammadiyah kembali mendapat kemudahan dalam memahami pernak pernik ibadah qurban dan Idul Adha sesuai dengan yang telah diputuskan oleh majlis tarjih pimpinan Pusat Muhammadiyah. Adalah beliau Ustadz Amiruddin yang dengan ...
READ MORE
Fatwa Tarjih Tentang Pemanfaatan Kulit Hewan Kurban
Pertanyaan Dari: Anhar, Sukorejo 3, Tanggamus Lampung (disidangkan pada Jum’at 2 Muharram 1429 H / 11 Januari 2008 M) Pertanyaan: Saya Panitia Qurban Masjid Taqwa Sukorejo 3 Tanggamus Lampung, pada hari raya Idul Adlha ...
READ MORE
KAJIAN HADITS – Antara Amal Shalih dan Amal
Fatwa Tarjih Tentang Berkurban Dengan Uang Utang
Qadla Puasa Ramadhan
DO’A ORANG BERPUASA DIIJABAH Allah SWT
Harapan Nabi Ibrahim As, Harapan Kita Semua
KAJIAN HADITS – Antara Amal Shalih dan Amal
KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN DAN KEMULIAANNYA
E-Book Kompilasi Panduan Qurban dan Idul Adha Sesuai
Fatwa Tarjih Tentang Pemanfaatan Kulit Hewan Kurban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *