Refleksi Milad RI Ke-75 Tahun Indonesia Merdeka: Aku Cinta Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

Drs. Madropi, M. Pd  (Ketua PDM Kota Bogor)

Media-Alfurqan.com – Indonesia adalah negara yang berada di Jamrud katulistiwa, keberadaannya dihimpit oleh dua benua Asia dan Australia, lautnya luas membentang dengan ribuan pulau-pulau dan kekayaan hasil lautnya yang kaya dengan aneka ragam ikan bila dikelola dengan baik oleh bangsa Indonesia.

Begitu pula dengan daratannya yang kaya akan kesuburan alamnya sehingga ada istilah orang bilang tongkat kayu saja bila ditancabkan akan menjadi tanaman, belum lagi isi perut buminya yang mengandung kekayaan berupa Emas, Perak, Tembaga, Nikel, Gas alam, Air yang bersih dan kekayaan lainnya yang tidak bisa dihitung dengan jari saking subur dan kayanya.

Keberadaan yang demikian inilah yang menyebabkan bangsa-bangsa lain ngiler karena molek dan indahnya Indonesia untuk mencaplok sekaligus ingin menguasai kekayaan alam Indonesia.

Untuk mencapai kemerdekaannya dari tangan penjajah tentunya tidak mudah, memerlukan tantangan, rintangan, perjuangan, bahkan pengorbanan serta waktu yang panjang, 3,5 abad Indonesia dijajah oleh Belanda, Inggris dan 2,5 tahun oleh Jepang tentunya ini menjadi pelajaran amat berharga bagi bangsa Indonesia dimana pada saat itu bangsa Indonesia ditindas, dijajah oleh belanda  serta hasil kekayaan alam berupa rempah-rempah dikeruk dan dibawa oleh penjajah.

Pada saat itulah seluruh lapisan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke mengadakan perlawanan terhadap penjajah termasuk para pejuang umat Islam dimulai dari kyai, ulama, santri, kaum cendekia, mereka banyak yang gugur menjadi syuhada dimedan pertempuran membela nusa dan bangsa untuk mencapai kemerdekaan.

Pada tanggal 17 Agustus 1945 Berkat rahmat Allah yang maha kuasa dan didorong oleh keinginan luhur bangsa Indonesia, Indonesia Merdeka.

Maka saat itu pulalah diadakan konsensus seluruh rakyat Indonesia  untuk menjadikan dasar negara yaitu panca sila dan UUD 1945 sebagai dasar negara dan diakui sebagai Darul a’hdi wasyahadah bagi seluruh rakyat Indonesia ( Pancasila merupakan hasil konsensus seluruh rakyat Indonesia)

Allah SWT mengingatkan pada kita semua untuk senantiasa mengadakan refleksi sekaligus intropeksi untuk mengenang Kembali masa silam sekaligus intropeksi mengadakan perbaikan untuk kebahagiaan dimasa akan datang sebagaimana firmannya Q.S. Al-Hasyar ayat 18 :

“Hai orang-orang yang beriman takwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa untuk memperhatikan kebahagiaan dimasa yang akan datang. Bertakwalah pada Allah. Sesungguhnya Allah maha mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan”.

Kata “Waltanzuur nafsumma qoddamat lighat” pada ayat ini mengingatkan pada kita semua untuk memperhatikan prospek kehidupan dimasa yang akan datang, bukan hanya untuk kebahagian diri dengan memperkaya diri sendiri dan keluarga tetapi untuk kehidupan dimasa akan datang prospek bangsa dimasa yang akan datang.

Bahkan Prof. Dr. Hamka dalam tafsirnya al-Azhar Ketika mengomentari ayat ini mengartikan “akan datang” adalah prospek kebahagiaan hidup setelah mati. Sayidina Umar pernah berkata” Haasibu anfusakam qobla antuhasabu” adakan perhitungan di dalam diri kalian sebelum diperhitungkan dihadapan Allah SWT.

Saat ini Milad RI ke 75 tahun Indonesia merdeka, harusnya bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dibanding dengan bangsa-bangsa lainnya karena ditopang oleh keindahan, kesetrategisan, kesuburan alam yang melimpah ruah.

Tetapi apa yang terjadi, kita ditimpa musibah Covid-19 yang belum jelas berakhirnya, kekayaan alam yang dimiliki tidak dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dan bangsa Indonesia melainkan hanya dinikmati oleh beberapa gelintir orang bahkan banyak dinikmati oleh bangsa asing.

Pendidikan saat ini jika dibanding negara maju jauh ketinggalan, jika negara-negara maju rata-rata diatas 50 % rakyatnya mengenyam perguruan tinggi, maka bagaimna dengan nasib rakyat dan bangsa Indonesia

Angka pengangguran semakin bertambah, utang luar negeri semakin membengkak, pertumbuhan ekonomi bukan semakin meningkat malah menurun. Gerangan apa yang menjadikan Indonesia demikian ?

Jawabannya Kembali pada pribadi masing-masing sebagai warga masyarakat dan bangsa Indonesia.

Al-Quran mengingatkan pada kita semua akan pentingnya bersyukur, sebagaiman firmannya Q. S. Ibrahim ayat 7 :

Lain syakartum laajiidannakum walain kafartum inna a’zabii lasyadiid”

Artinya jika kita bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, Allah pasti akan menambahnya. Dan jika kita ingkar sesungguhnya azab Allah amat dahsyat.

Mungkin saat ini masyarakat dan bangsa Indonesia kurang mensyukuri akan anughrah pemberian Tuhan, salah satu diantaranya kurang  bersyukur. Syukur dalam arti tidak pandai merawat, mengelola kesuburan alam sebagai anugrah Tuhan. Yang terjadi malah sebaliknya mengingkari dan merusak alam pemberian Tuhan, akibat kerakusan dan kesombongan di bumi tercinta Indonesia.

Pada saat Negeri Mekah mengalami futuhiyah/pembukaan, mendapatkan kemerdekaan bagi rakyatnya, digambarkan dalam surat An-Nashr (pertolongan) dimana manusia berbondong-bondong menuju agama Allah. Ada tiga hal yang Allah ingatkan  pada masyarakat mekah saat itu.

PertamaFasabbih. Artinya: Maka bertasbihlah, maksudnya adalah mensucikan Allah SWT. Umat harus bangkit untuk meninggalkan segala bentuk kemusyrikan yang membelenggu masyarakat dan bangsa Mekah saat itu disebabkan karena kebodohannya, menuju agama yang benar yaitu ajaran agama Islam.

KeduaBihamdika. Artinya dengan menyebut nama TuhanMu. Maksudnya masyarakat Mekah saat itu diingatkan agar dalam pencapaian kemerdekaan senantiasa mengingat akan keagungan dan kebesaran Allah Swt. Karena kemerdekaan itu pada dasarnya merupakan anugrah Tuhan.

KetigaWastaghfir. Artinya mintalah ampun. Maksudnya Allah mengingatkan pada kita semua khususnya masyarakat Mekah saat itu, bahwa manusia tidak lepas dari khilaf dan salah. Apabila melakukan kekhilafan dan kesalahan bersegeralah minta ampun pada Allah SWT, tidak mengulangi kekhilafan dan kesalahan, segera memperbaiki diri dengan mengganti perbuatan yang lebih baik lagi untuk kehidupan dimasa yang akan datang.

Tiga pelajaran pada ayat ini hendaknya diambil I’tibar/ pelajaran’ renungan sebagai refleksi dan introspeksi pada Milad RI ke 75 tahun Indonesia Merdeka dalam membangun dan  mengisi kemerdekaan bangsa Indonesi dimasa akan datang.

Aku cinta Indonesia. 
Selamat Milad RI ke 75 tahun Indonesia Merdeka.

 

Artikel ini pernah tayang di bogor-kota.muhammadiyah.or.id  dengan judul : Refleksi Milad RI Ke-75 Tahun Indonesia Merdeka 

Related Posts
Mohamad Gofar dan Naufal Ramadian Optimis Majukan Muhammadiyah Kabupaten Bogor
BOGOR -- Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bogor telah menggelar Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) di Aula Dakwah Muhammadiyah, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Sabtu 3 September 2016. Dalam Musypimda ini, dilaksanakan sosialisasi Surat ...
READ MORE
Muhammadiyah Ikut Mencerdaskan Ekonomi Bangsa
MALANG – Muhammadiyah harus ikut mencerdaskan ekonomi bangsa, itu seruan dari Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hal itu disampaikan pada Tabligh Akbar Pimpinan Daerah Kota ...
READ MORE
Muhammadiyah Kota Bogor: Teroris Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber
media-alfurqan.com - Muhammadiyah Kota Bogor: Teroris Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Teroris pelaku penusukan terhadap ulama asal Madinah, Arab Saudi yang sudah lama tinggal di Indonesia Syekh Ali Jaber. "Kalau lihat pelaku ...
READ MORE
Ini Isu Strategis yang Akan Dibahas di Muktamar NA
JAKARTA -- Nasyiatul Aisyiyah (NA) sebagai organisasi perempuan muda Muhammadiyah terus memainkan perannya dalam meningkatkan pembangunan bangsa. Hal ini tertuang dalam berbagai isu-isu stategis mengenai pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, dan ...
READ MORE
Ketua Umum PP Muhammadiyah: 71 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Saatnya Bebas dari Segala Penjajahan Baru
YOGYAKARTA- Merayakan 71 tahun Indonesia merdeka jangan berhenti di upacara seremonial dan ritual-ritual simbolik yang lahiriah semata. Seluruh elite dan warga bangsa hendaknya merenungi, menghayati, dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar, spirit, ...
READ MORE
Pemuda Muhammadiyah: Rasisme Bentuk Peradaban Politik Paling Rendah
Ucapan kekerasan verbal yang berbasis rasisme bentuk peradaban politik paling rendah dalam sejarah politik dunia. Demikian dikatakan Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Razikin kepada media-alfuqon.com, Kamis (28/1/2021). Kata Razikin, ...
READ MORE
Ketua Muhammadiyah Kota Bogor: Manusia Tanpa Bermasyarakat tak Memiliki Makna Hidup
Manusia dengan pengabdian kepada Allah SWT tidak akan memiliki makna hidup jika tanpa bermasyarakat. "Hidup manusia pengabdian Kepada Allah SWT tidak akan memiliki makna apa-apa dalam hidup, jika hidup hanya sendiri-sendiri," ...
READ MORE
Luncurkan IDF, MUI Kumpulkan Infak Satu Miliar
Majelis Ulama Indonesia (MUI) membuat gebrakan baru. Meluncurkan sebuah lembaga yang akan menghimpun dan mendistribusikan dana umat Islam seperti zakat, infak dan shadaqah bernama Islamic Development Fund (IDF) bertepatan dengan ...
READ MORE
PP Muhammadiyah dan PBNU Gelar Deklarasi Pengurangan Sampah Kantong Plastik
JAKARTA, Suara Muhammadiyah-Dalam rangka  Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan Deklarasi Pengurangan Sampah Kantong Plastik di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ...
READ MORE
Buka Saum Bersama PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor
Kamis, 15 Juni 2017 - PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor gelar acara buka saum bersama. Semula acara akan diadakan di gedung dakwah PDM Kota Bogor, namun acara dipindahkan ke Panti ...
READ MORE
Mohamad Gofar dan Naufal Ramadian Optimis Majukan Muhammadiyah
Muhammadiyah Ikut Mencerdaskan Ekonomi Bangsa
Muhammadiyah Kota Bogor: Teroris Pelaku Penusukan Syekh Ali
Ini Isu Strategis yang Akan Dibahas di Muktamar
Ketua Umum PP Muhammadiyah: 71 Tahun Kemerdekaan Indonesia,
Pemuda Muhammadiyah: Rasisme Bentuk Peradaban Politik Paling Rendah
Ketua Muhammadiyah Kota Bogor: Manusia Tanpa Bermasyarakat tak
Luncurkan IDF, MUI Kumpulkan Infak Satu Miliar
PP Muhammadiyah dan PBNU Gelar Deklarasi Pengurangan Sampah
Buka Saum Bersama PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *