Baru Dilantik, Mendikbud Beri Penghargaan Untuk Orang Tua Musa Hafidz Cilik

La-Ode-HafidzBaru beberapa hari dilantik menjadi Mendikbud, Prof Muhadjir Effendy memberikan penghargaan kepada orang tua Musa fafidz cilik asal Bangka Belitung.

Musa merupakan bocah delapan tahun yang telah menghafalkan Al-Quran dan telah mengharumkan bangsa Indonesia di kancah internasional di bidang hafalan Al-Quran.

Dalam piagam yang diberikan di Jakarta, Sabtu (30/7/2016), tertulis bahwa penghargaan diberikan setinggi-tingginya kepada kedua orang tua Musa, La Ode Abu Hanafi dan Yulianti. Keduanya disebut sebagai “Orang Tua Hebat” dalam pendidikan keluarga tahun 2016.

Langkah awal berikutnya adalah rncana Prof Muhadjir menjadi kalangan guru yang harus benar-benar cakap, kompeten dan profesional dalam melaksanakan tugas mendidiknya.

“Pemerintah berkewajiban mengembangkan iklim kerja pendidik yang benar-benar kondusif dan inspiratif agar guru berkembang dan maju,” ujar Muhadjir seperti disebut pada Cafe Pendidikan.

Ia menambahkan, selama ini guru diperlakukan sama saja dengan pegawai lain seperti pegawai administrasi pada umumnya. Lebih buruk lagi iklim kerja yang hanya mendisiplinkan guru dengan menakut-nakuti dengan sanksi-sanksi seperti pencabutan tunjangan pendidik, hambatan kenaikan pangkat dsb.

Namun, tentu diakuinya, seperti disebutkan Sahabat Guru, bahwa ia sebagai Mendikbud yang baru, dalam sambutan perdana usai serah terima jabatan dari Anies Baswedan menyampaikan akan melanjutkan program-program terdahulu. Muhadjir mengatakan program-program Mendikbud sebelumnya telah memiliki dasar kuat, sehingga pihaknya tinggal melanjutkan.

Dia juga mengatakan, tidak ada perubahan struktur dalam Kemdikbud. Menurut dia, melanjutkan program dari Mendikbud sebelumnya adalah prioritas utama.

“Tidak ada perubahan struktur. Saya belum lihat perlu atau tidaknya dibenahi. Kalau memang tidak perlu, tapi malah dibenahi ya jadi perkara. Saya fokus melanjutkan program saja apa yang sudah dirintis sebelumnya oleh Pak Anies,” ujarnya.

Dia juga menuturkan belum merencanakan program-program baru. Ia mengaku, langkah awal adalah berkonsultasi dengan Anies Baswedan terkait program-program yang selama ini telah dilakukan. “Karena tidak bisa kita ahistoris, atau tiba-tiba melakukan sesuatu serba baru. Program tidak bisa dipenggal-penggal. Ganti menteri bukan berarti ganti program,” tuturnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan menyampaikan, jika ada beberapa komponen utama yang perlu ditindaklanjuti. Mulai dari akses, program Indonesia Pintar (PIP) dan sekolah garis depan, karena pemerintah memiliki Nawacita untuk hadir di daerah pinggiran sebagai sekolah garis depan (SGD) dan guru garis depan (GGD).

Tentu kitas semua khususnya kalangan guru dan dunia pendidikan berharap progress Kemdikbud selanjutnya akan lebih maju dan bermakna lagi. [sangpencerah] 

Related Posts
Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Optimis Bangun Muhammadiyah Tower
Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Najih mengatakan, terdapat beberapa program unggulan yang dilakukan oleh MEK di periode 2015-2020. Dan, dari program-program yang direncanakan itu, MEK siap bekerjasama ...
READ MORE
Muhammadiyah Kota Bogor: Teroris Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber
media-alfurqan.com - Muhammadiyah Kota Bogor: Teroris Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Teroris pelaku penusukan terhadap ulama asal Madinah, Arab Saudi yang sudah lama tinggal di Indonesia Syekh Ali Jaber. "Kalau lihat pelaku ...
READ MORE
Puluhan SD di Kabupaten Bogor tanpa Guru Agama
BOGOR – Puluhan sekolah dasar yang ada di Kecamatan Rumpin, ternyata tidak memiliki guru khusus di bidang agama. Padahal pendidikan agama sangat diperlukan sejak siswa duduk di bangku sekolah. Tidak adanya ...
READ MORE
Pengamat: Ada Upaya Menstigma Radikal Muhammadiyah
BuzzerRp menyerang tokoh Muhammadiyah seperti yang dialami mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin dengan tudingan radikal.   "Setelah FPI, BuzzerRp menyerang tokoh Muhammadiyah seperti Din Syamsuddin dengan tudingan radikal," kata ...
READ MORE
Ustadz Taufiq Daud Minta Warga Muhammadiyah Ikhlas dalam Beramal & Berbuat
Media-Alfurqan.com PDM Kota Bogor -  Warga Muhamamdiyah harus ikhlas dalam beramal dan berbuat karena Allah dan bukan untuk kepentingan duniawi. Demikian dikatakan pengurus Majelis Tarjih dan Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) ...
READ MORE
Sejarah Pergerakan Indonesia Tidak Lepas dari Sejarah Pergerakan Perempuan Indonesia
YOGYAKARTA – Usia Indonesia pada 17 Agustus tahun ini telah mencapai 71 tahun. Di era Indonesia yang sekarang ini masih banyak pekerjaan rumah yang perlu di garap matang agar terciptanya ...
READ MORE
Jangan Dipahami Tekstual ‘Hidup-Hidupilah Muhammadiyah dan Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah’
media-alfurqan.com - Ajaran KH Ahmad Dahlan 'Hidup-Hidupilah Muhammadiyah dan Jangan Mencari Hidup di  Muhamamdiyah' jangan dipahami secara tekstual sehingga tidak menghargai secara profesional karyawan, guru, dosen, dokter maupun profesi lainnya ...
READ MORE
Din Syamsuddin Dituding Radikal, Ustadz Zaenal: Kebencian Terhadap Tokoh Umat
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yang dituding radikal oleh Gerakan Antiradikalisme Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) dan dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menunjukkan kebencian terhadap ...
READ MORE
SEDEKAH BISA HILANGKAN RESAH, GELISAH DAN KEGUNDAHAN
(Oleh : Dr. Zahid Mubarok , M.E.I)(Wakil Ketua PDM Kota Bogor dan Dosen Pascasarjana Ilmu Syariah dan Bahasa Arab Cileungsi Bogor).Mari kita renungkan Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Allah Yang Maha ...
READ MORE
Muhammadiyah Ikut Mencerdaskan Ekonomi Bangsa
MALANG – Muhammadiyah harus ikut mencerdaskan ekonomi bangsa, itu seruan dari Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hal itu disampaikan pada Tabligh Akbar Pimpinan Daerah Kota ...
READ MORE
Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Optimis Bangun Muhammadiyah Tower
Muhammadiyah Kota Bogor: Teroris Pelaku Penusukan Syekh Ali
Puluhan SD di Kabupaten Bogor tanpa Guru Agama
Pengamat: Ada Upaya Menstigma Radikal Muhammadiyah
Ustadz Taufiq Daud Minta Warga Muhammadiyah Ikhlas dalam
Sejarah Pergerakan Indonesia Tidak Lepas dari Sejarah Pergerakan
Jangan Dipahami Tekstual ‘Hidup-Hidupilah Muhammadiyah dan Jangan Mencari
Din Syamsuddin Dituding Radikal, Ustadz Zaenal: Kebencian Terhadap
SEDEKAH BISA HILANGKAN RESAH, GELISAH DAN KEGUNDAHAN
Muhammadiyah Ikut Mencerdaskan Ekonomi Bangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *