Hukum Puasa bagi Ibu Menyusui, Zakat Secara Online dan Menelan Ludah Saat Puasa

Pertanyaan Pertama Seputar Ramadhan 1441 H.

Bagaimana Kewajiban Puasa bagi Seorang Ibu yang Menyusui ?

[10:51, 5/6/2020] Pertanyaan ke-1 (Bu Mil Kebun Raya  Residance) :

Pak Ust Doktor mau tanya nih, bagaimana kewajiban puasa bagi seorang ibu yg menyusui ?

[10:51, 5/6/2020] Jawaban ke-1 (Zahid Mubarok) :

Saudari Penanya yang baik , Kami akan sampaikan beberapa Fatwa Para Ulama Klasik dan Kontemporer berkaitan tentang pertanyaan tersebut di atas. Bagi seorang ibu Menyusui sebagai berikut ; kami juga sebutkan di dalamnya ada Fatwa Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts (Kumpulan Fatwa Ulama’ Saudi Arabia). Wanita yang sedang hamil dan menyusui dalam keadaan sehat, tidak lemah, tidak sakit, atau tidak mempunyai kekhawatiran dengan janin yang ia kandung, maka ia tetap harus melaksanakan ibadah puasa dan bila ia meninggalkannya, maka ia berdosa.

Berikut ini adalah beberapa fatwa dari para ulama mengenai hukum puasa bagi wanita hamil dan menyusui :

1. Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah : Wanita yang sedang hamil atau menyusui, jika ia khawatir akan keselamatan dan kesehatan janinnya, maka ia diperbolehkan untuk berbuka (tidak puasa). Dan wajib baginya untuk mengqodha (mengganti) puasa di hari lain sebanyak hari yang ia tinggalkan dan juga memberikan makan kepada orang miskin (fidyah).

2. Wanita yang sedang hamil atau menyusui, jika ia khawatir akan diri dan juga janinnya maka diperbolehkan untuk berbuka puasa (tidak puasa), kemudian ia wajib untuk memberi makan orang miskin (fidyah) setiap harinya. Dan ia tidak wajib untuk mengqodha (mengganti) puasanya menurut pendapat yang paling rajih. Pendapat ini disampaikan oleh Imam Ahmad dalam sunannya (4/347), Abd bin Humaid dalam kitab Al-Muntakhab (420). Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Ibnu Abbas dan Ibnu Umar –radhiyallahu ‘anhum– tentang bolehnya wanita yang sedang hamil dan menyusui untuk berbuka puasa jika khawatir.

3. Disebutkan dalam sebuah Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah (10/226)

“Adapun wanita hamil, maka wajib bagi nya untuk berpuasa saat kehamilan nya kecuali jika dia khawatir apabila berpuasa akan membahayakan dirinya atau janin nya. Maka dia diberikan keringanan untuk berbuka dan meng-qadhanya setelah dia melahirkan dan selesai dari nifas.” .

Itulah penjelasan singkat mengenai hukum puasa bagi ibu menyusui. Semoga Allah Ta’la senantiasa memberikan bimbingan , taufik dan hidayahnya kepada kita. Aamiin.

Wallahu A’lam Bisshawwab.

Semoga dapat bermanfaat.

@Dr. Zahid Mubarok

Pertanyaan Kedua Seputar Ramadhan 1441 H.

Bagaimana Hukum Membayar Zakat via Online?

 “AMBILAH ZAKAT DARI SEBAGIAN HARTA MEREKA, DENGAN ZAKAT ITU KAMU MEMBERSIHKAN DAN MENSUCIKAN HARTA MEREKA” (QS. AT-TAUBAH 103)

Dengan melihat ayat tersebut, kita sebagai umat Islam diperintahkan untuk wajib membayar zakat baik itu zakat fitrah maupun zakat maal. Zakat sendiri dilakukan sebagai cara membersihkan harta kita serta menjadi manusia yang bermanfaat dengan membantu sesama.

Dalam membayar zakat, biasanya kita perlu melakukan doa sebagai tanda terima dari zakat yang telah kita berikan. Apakah doa tersebut termasuk wajib atau sunnah? Lalu, bagaimana dengan zakat online yang langsung membayar lewat dunia maya tanpa bertemu dengan amilnya? Berikut penjelasan tentang hukum zakat online beserta wajib dan sunnahnya.

Pertanyaan ke-2 (Asep Gunawan – Bukit Cimanggu City) :

Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh

Apakah benar bila membayar zakat itu harus ada ijab kabul, bagaimanakah hukumnya bila membayarnya via online, transfer?

Terima kasih.

Wassalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh.

 [12:50, 5/7/2020] Jawaban ke-2 (Zahid Mubarok) :

Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh

Saudara Asep Gunawan yang baik yang dirahmati Allah Ta’ala, pada dasarnya ijab qabul tidak termasuk salah satu rukun zakat. Ijab qabul juga tidak termasuk syarat sah zakat. Sebenarnya, ibadah zakat berbeda dengan wakaf, akad jual beli, hutang piutang, gadai dan sejenisnya.

Unsur yang terpenting dalam zakat adalah pemberi zakat, harta zakat dan penerima zakat. Seorang muzakki haruslah orang yang memiliki harta mencapai nishab atau memenuhi kriteria wajib zakat. Sedangkan harta zakat adalah harta yang diperbolehkan sebagai zakat. Sementara penerima zakat haruslah orang yang benar-benar berhak menerima zakat.

Adapun unsur penting lainnya, walau bukan suatu keharusan, dalam penyerahan zakat adalah: pernyataan zakat dan doa penerima zakat. Syaikh Yusuf Al-Qardhawi, dalam Fiqhuzzakat-nya, berpendapat bahwa seorang pemberi zakat tidak harus menyatakan secara eksplisit kepada mustahik bahwa dana yang ia berikan adalah zakat. Oleh karena itu, apabila seorang muzakki (pemberi zakat) tanpa menyatakan kepada penerima zakat bahwa uang yang ia serahkan adalah zakat, maka zakatnya tetap sah. Dengan demikian, seseorang bisa menyerahkan zakatnya secara online kepada lembaga amil zakat.

Bersamaan dengan itu, idealnya seseorang yang menyalurkan dana zakatnya via online ke lembaga amil zakat disertai dengan konfermasi zakat secara tertulis. Dan konfirmasi tertulis itu merupakan salah satu bentuk pernyataan zakat. Konfirmasi zakat atau transfer ke rekening zakat secara khusus akan memudahkan amil dalam mendistribusikan harta zakat kepada orang-orang yang berhak.(ZM)

Wallahu a’lam Bisshawab.

Dr. Zahid Mubarok , M.E.I

(Dewan Syariah LAZ AL BUNYAN)

@ZM

Pertanyaan Ketiga Seputar Ramadhan 1441 H.

Menelan Ludah Apakah Membatalkan Puasa?

[15:59, 5/8/2020] Pertanyaan ke-3 (Irham di Bogor) :

Assalamu ‘alaikum. Pak Ustadz, ada yang ingin saya tany akan seputar puasa; bagaimana hukumnya menelan ludah ketika sedang berpuasa? Apakah membatalkan puasa kita atau bagaimana hukumnya? Demikian pertanyaan saya. 

Wassalamu ‘alaikum.

Irham (Bogor).

[15:59, 5/8/2020] Jawaban ke-3 (Zahid Mubarok) :

Wa’alaikumussalam warahmatullah.

Menelan ludah tidak membatalkan puasa, meskipun banyak atau sering dilakukan ketika di masjid dan tempat-tempat lainnya. Akan tetapi, jika berupa dahak yang kental maka sebaiknya tidak ditelan, tetapi diludahkan. (Fatwa Lajnah Daimah, volume 10, hlm. 270)

Jika ada yang bertanya, “Bolehkah menelan dahak dengan sengaja?” maka jawabannya: tidak boleh menelan dahak, baik bagi yang berpuasa maupun yang tidak berpuasa, karena dahak adalah benda kotor. Bahkan, bisa jadi membawa penyakit hasil metabolisme tubuh. Akan tetapi, menelan dahak tidak membatalkan puasa, selama belum diludahkan. Menelan dahak juga tidak bisa dinamakan makan maupun minum. Jika ada orang yang menelannya, padahal dahak sudah berada di mulut, hal ini pun tidak membatalkan puasanya.

Demikian penjelasan Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin di Asy-Syarhul Mumti’, 6:428.

Wallahu A’lam Bisshawab.

@ZM

 
Related Posts
Hukum Memakai Masker Saat Sholat Berjamaah di Masa Pandemi
Pertanyaan: Assalaamu'alaikum Pak Ust apa hukum memakai masker saat sholat berjamaah di musim mewabahnya virus Covid-19. Mohon Jawabannya . Atas Jawabannya saya ucapkan terimakasih. Hidir Sukmajaya Depok   Jawaban: Wa'alaikumussalam Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, نَهَى رَسُولُ اللَّهِ ...
READ MORE
Ustad Zahid Mubarok
(Tanya-Jawab oleh Ust. Dr. Zahid Mubarok M.E.IAssaalaamualaikumAfwan ustad, ada yang bertanya mengenai pembayaran fidyah. Bagaimana ketentuannya ya. Harusnya bagaimana bayarnya atau kita sediakan makan setiap harinya atau diakumulasi selama berapa ...
READ MORE
Ustad Zahid Mubarok
Pertanyaan ke Dua ,Assalamu’alaikum Ustadz,Apakah ada tuntunannya dari Rasulullah SAW mengadzani mayat ; (Tulus Vila Mutiara Bogor)Jawaban ;Waalaikumussalam Warahmatullahi Wa Barokaatuh.Bapak tulus yang baik,Tidak ditemukan dalil yg shohih/Perintah yang menganjurkan adzan ketika memakamkan ...
READ MORE
Ustad Zahid Mubarok
Pertanyaan Pertama Seputar Ramadhan 1441 H.Bagaimana Kewajiban Puasa bagi Seorang Ibu yang Menyusui ?[10:51, 5/6/2020] Pertanyaan ke-1 (Bu Mil Kebun Raya  Residance) :Pak Ust Doktor mau tanya nih, bagaimana kewajiban ...
READ MORE
Tanya Jawab Seputar Ramadhan
Pertanyaan Pertama Seputar Ramadhan 1441 H.Bagaimana Kewajiban Puasa bagi Seorang Ibu yang Menyusui ?[10:51, 5/6/2020] Pertanyaan ke-1 (Bu Mil Kebun Raya  Residance) :Pak Ust Doktor mau tanya nih, bagaimana kewajiban ...
READ MORE
Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui;Membayar Zakat secara Daring; Hukum Menelan Ludah Saat Puasa
(Tanya-Jawab Seputar Puasa oleh Ust. Dr. Zahid Mubarok,M.E.Pertanyaan Pertama Seputar Ramadhan 1441 H.Bagaimana Kewajiban Puasa bagi Seorang Ibu yang Menyusui ?[10:51, 5/6/2020] Pertanyaan ke-1 (Bu Mil Kebun Raya  Residance) :Pak ...
READ MORE
Hukum Memakai Masker Saat Sholat Berjamaah di Masa
Bagaimana Ketentuan Membayar Fidyah?
Soal pembayaran fidyah, Zakat Mal, Adzan dan Iqomah
Tanya Jawab Seputar Ramadhan 1441 H/2020M
Tanya Jawab Seputar Ramadhan
Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui;Membayar Zakat secara Daring;

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *