Istiqomah Merawat Nilai Bulan Haram di Era New Normal

Oleh : Dr. Zahid Mubarok

Khutbah I

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأيُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْن

Sidang jumat yang dirahmati Allah Ta’ala

Marilah bersama-sama kita memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat kesehatan dan nikmat usia hingga hari ini. Tidak bosan terus mengajak kepada diri saya pribadi dan kepada seluruh jamaah untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan hanya kepada Allah Azza Wajalla semata.

Shalawat serta salam selalu kita curahkan kepada baginda nabi Muhammad Saw yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh dengan rahmat yaitu Addinul Islam.

Sidang jumat yang dirahmati Allah SWT,

Bulan Haram nan penuh berkah sedang kita jalani (Qs. At Taubah : 36) oleh kita semua. Proses penempaan jati diri sebagai muslim yang baik selama bulan bulan Haram (Dzulqo’dah, Dzulhijjah , Muharram dan Rajab) hendaknyalah jangan sampai kemudian hilang ditelan waktu. Justeru seharusnyalah memasuki bulan haram ini dan bulan-bulan seterusnya kita harus istiqomah menjalankan ibadah seperti pada bulan ramadhan yang telah berlalu terutama karena masih diliputi wabah virus Corona yang belum mereda dan memasuki era new normal.

Ada dua hal penting yang ingin khatib sampaikan dalam kesempatan yang baik ini, semoga dapat menjadi perenungan kita bersama khususnya khatib sendiri.

Sidang jumat yang dirahmati Allah SWT

Pertama, Pandemi virus corona masih belum dapat dijinakkan, namun berbagai langkah telah disiapkan pemerintah agar roda perekonomian dan rumah-rumah ibadah termasuk masjid dapat kembali berjalan meskipun mungkin tidak seperti biasanya. Namun, dengan berbagai langkah dan kebijakan yang dipersiapkan oleh pemimpin alangkah baiknya kita semua mendukung dan berusaha bersama-sama menjalankan berbagai protokol yang telah dipersiapkan, karena semua demi kebaikan bersama.

Tentu saja kita berharap langkah-langkah yang dipersiapkan oleh pemimpin dapat segera mengatasi virus Corona. Mengikuti kebijakan pemimpin yang baik juga merupakan perintah Allah SWT sebagaimana dalam firmanNya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS. An Nisa’ [4] : 59).

Dengan menaati dan mengikuti pemimpin dalam rangka menerapkan protokol kesehatan dan menerapkan apa yang disebut new normal semoga menjadi sebuah langkah baik kedepan agar virus Corona segera berlalu. Dalam masa kehidupan new normal jangan sampai kemudian semangat ibadah yang telah dijalankan pada pada bulan ramadhan berkurang, justeru seharusnya menjadi daya dorong yang semakin kuat untuk menjalankan ibadah baik yang wajib maupun yang sunnah sehingga kita semua benar-benar mendapatkan predikat Takwa dari Allah SWT.

Predikatn takwa ini tentu saja tidak didapatkan dengan mudah, namun harus melalui perjuangan yang diliputi dengan keinginan yang kuat, terlebih pada masa pandemi Covid- 19. Tetapi sebagai seorang muslim sejati, wajib bagi kita untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan secara istiqomah, karena dengan menjalankan ibadah secara istiqomah, Insya Allah pasti akan diberikan kemudahan oleh Allah SWT atas berbagai persoalan termasuk diantaranya hilangnya virus Corona,  Allah SWT berfirman sebagai berikut :

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ، وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُه

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan ke luar (bagi semua urusannya). Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (segala keperluan)nya. (QS ath-Thalaaq:2-3).

Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT, istiqomah dalam beribadah sangatlah penting karena hal inilah yang akan membedakan kita dengan lainya, keistiqomahan dalam beribadah merupakan sebuah pertanda bahwa kita telah lulus dengan nilai yang sangat memuaskan pada bulan ramadan yang telah lalu dan orang-orang yang istiqomah dalam beribadah tentu saja tidak akan pernah takut dengan kekurangan duniawi dan tidak pernah pula bersedih karena semua telah diserahkan hanya kepad Allah SWT.  Ganjaran bagi orang-orang yang istiqomah dalam beribadah telah Allah siapkan berupa sorga, sesuai dengan firmanya dalam surah Fusilat ayat 30 :

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS Fushilat [41]: 30)

Sidang jumat yang dirahmati Allah SWT

Kedua, Setelah sudah berjalan setengah bulan dalam bulan haram (Dzulqodah 1441 H) kita menjalankan ibadah di musim wabah covid-19 memasuki akhir bulan Dzulqodah, bulan yang juga penuh dengan kebaikan serta Allah Ta’ala mulyakan dan berkahankan, bulan yang juga disebut sebagai bulan musim haji bagi seluruh masyarakat muslim dunia (Musimul Hajj) Penyebutan ini tidaklah berlebihan karena memang setelah umat muslim menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dan menjalankan serta mengamalkan ajaran Allah Ta’ala di bulan bulan haram karena barang siap mengamalkan kebajikan di bulan haram maka Allah SWT lipat gandakan pahalanya dan barang siapa melakukan kedzaliman maka Allah SWT akan lipat gandakan dosa dosanya , maka mari kita terus melakukan amalan amalan ahli surga dalam bulan bulan haram ini agar Covid-19 segera di angkat oleh Allah SWT. Aamiin.

 
Related Posts
KISAH DUA ORANG YAHUDI PENDUDUK MEKAH DARI KABILAH MAKHZUM BERBEDA PERSEPSI
KISAH DUA ORANG YAHUDI PENDUDUK MEKAH DARI KABILAH MAKHZUM BERBEDA PERSEPSI Oleh: Drs. Madropi. M. Pd Kisah dua orang Yahudi penduduk Mekah dari kabilah Makhzum, menurut Imam al-Qurtubi, mulanya dua bersaudara dan ...
READ MORE
QADLA (MEMBAYAR) PUASA RAMADHAN Pertanyaan Dari: Daru Hagni, alamat:daru_hagni@yahoo.com.sg (disidangkan pada hari Jum’at, 25 Syakban 1431 H / 6 Agustus 2010) Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr. Wb Kepada Pak Ustadz/Bu Ustadz yang terhormat, langsung saja pada pertanyaan. Ada ...
READ MORE
KAJIAN HADITS – Antara Amal Shalih dan Amal Toleh (2)
MU’AMMAL HAMIDY, LC Karena semuanya ini berinteraksi dengan sesama manusia, yang notabene manusia tidak luput dari kekeliruan dan kesalahan  (mahallul khathai wan nis-yan), maka dibuatlah hukum-hukum yang berkenaan dengan interaksi ini, ...
READ MORE
DO’A ORANG BERPUASA DIIJABAH Allah SWT
Perintah berdo’a terdapat dalam al-Quran surat al-Baqoroh ayat 186, Artinya: “Dan apabila hambaKu bertanya kepada engkau tentang Aku, maka sesungguhnya aku adalah dekat. Aku perkenankan permohonan orang yang memohon, apa ...
READ MORE
Fatwa Tarjih Tentang Pemanfaatan Kulit Hewan Kurban
Pertanyaan Dari: Anhar, Sukorejo 3, Tanggamus Lampung (disidangkan pada Jum’at 2 Muharram 1429 H / 11 Januari 2008 M) Pertanyaan: Saya Panitia Qurban Masjid Taqwa Sukorejo 3 Tanggamus Lampung, pada hari raya Idul Adlha ...
READ MORE
Tetap tegar dan gembira walau Ramadhan di tengah mewabahnya Virus Corona
AlexanderThe Great/Iskandar Zulkarnain yang namanya tergores dalam al-Quran  surat Kahfi ayat 83. “Merekaakan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu ceritatantangnya".Salah satu ceritranya, dikisahkandalam tasawuf Buya Hamka seakan ...
READ MORE
Fatwa Tarjih Tentang Berkurban Dengan Uang Utang
FATWA TENTANG BERKURBAN DENGAN UANG UTANG Pertanyaan Dari: Abdul Hakim, Madiun, Jawa Timur (disidangkan pada hari Jum’at, 25 Muharram 1435 H / 29 November 2013) Pertanyaan: Assalamu ‘alaikum w. w. Bolehkah berkurban dengan seekor kambing ...
READ MORE
Doa’nya Orang Berpuasa  Adalah Mustajab
oleh : Drs. Madropi, M. Pd / Ketua PDM Kota BogorSecara bahasa, kata “Doa’ ” itu bermakna seruan, jadi berdoa itu artinya menyeru, mengucap, memanggil. Sedangkan secara istilah “Doa’ ” adalah suatu permohonan ...
READ MORE
E-Book Kompilasi Panduan Qurban dan Idul Adha Sesuai Tarjih Muhammadiyah
Warga Muhammadiyah kembali mendapat kemudahan dalam memahami pernak pernik ibadah qurban dan Idul Adha sesuai dengan yang telah diputuskan oleh majlis tarjih pimpinan Pusat Muhammadiyah. Adalah beliau Ustadz Amiruddin yang dengan ...
READ MORE
KEISTIMEWAAN BULAN  RAMADHAN DAN KEMULIAANNYA
Ramadhan berasal dari bahasa Arab, Jamaknya ramadhanat atau armidha. Bulan kesembilan dari  tahun baru Hijrah. Menurut pengertian bahasa, ramadhan berarti amat panas. Nama ini diberikan oleh orang arab pada bulan kesembilan, karena pada bulan tersebut padang pasir sangat ...
READ MORE
KISAH DUA ORANG YAHUDI PENDUDUK MEKAH DARI KABILAH
Qadla Puasa Ramadhan
KAJIAN HADITS – Antara Amal Shalih dan Amal
DO’A ORANG BERPUASA DIIJABAH Allah SWT
Fatwa Tarjih Tentang Pemanfaatan Kulit Hewan Kurban
Tetap tegar dan gembira walau Ramadhan di tengah
Fatwa Tarjih Tentang Berkurban Dengan Uang Utang
Doa’nya Orang Berpuasa Adalah Mustajab
E-Book Kompilasi Panduan Qurban dan Idul Adha Sesuai
KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN DAN KEMULIAANNYA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *