Menyambut Hari Raya Idul Fitri di Tengah Wabah Virus Corona

Drs. Madropi. M. Pd  (Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bogor)

Sebentar lagi kita akan kedatangan hari raya I’dul Fitri 1441 H /2020 M, biasanya semua orang Islam menyambutnya dengan penuh antusias dan perasaan bahagia, ada yang menyambutnya dengan persiapan mudik untuk pulang kampung halaman menemui orang tua, sanak saudara dan handai taulan walaupun sulit di perjalanan tapi tidak masalah. Ada juga menyambutnya dengan berbagai aneka ragam pakaian baru, berbagai ragam jenis menu hidangan kue lebabaran dan banyak hiruk pikuk lainnya walaupun mesti banyak mengeluarkan uang namun semua itu dilakukan dengan penuh persaan bahagia.

Semua sambutan dan perasaan itu adalah sesuatu yang wajar, maklum hanya  dapat dilakukan dan dirasakan setahun sekali pada hari raya I’dul Fitri yang memang sudah dinanti-nantikan. Perasaan lama menyimpan kangen seakan tak terbendung dengan kampung halaman dan keluarga, perasaan lelah setelah lama bekerja dan berpuasa seakan menyimpan  kebahagiaan yang tidak terhingga. Semua itu lenyap, sirna dan hilang seiring datangnya hari raya I’dul Fitri yang mendatangkan kebahagiaan.

Namun semua perasaan itu sekarang menjadi berkurang di I’dhul Fitri 1441 H/2020M, karena kita sedang berada di tengah wabah Virus Corona yang mengancan dunia dan negara-negara Muslim lainnya termasuk Indonesia. Persiapan mudik untuk pulang kampung halaman menemui orang tua, sanak saudara dan handai taulan pupuslah sudah, karena tidak boleh mudik/pulang kampung. Mudik malah membahayakan orang tua, sanak saudara dan handai taulan bila terpapar Virus Corona. Begitu pula menyambut dengan beraneka ragam pakaian, berbagai menu hidangan dan hiruk pikuk lainnya harus pupuslah sudah, karena tidak boleh keluar rumah untuk membeli barang dan makanan tersebut dengan alasan Lockdown/PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) lalu apa yang harus kita lakukan !

Tahukah kebahagiaan hakiki sesungguhnya di hari raya I’dhul Fitri yang menyelimuti semua perasaan rasa bahagia sesungguhnya ditandai dengan selesainya melaksanakan ibadah puasa ramadhan selama satu bulan dan diawali    kalimat takbir, tahlil dan tahmid  pertanda telah selesainya pelaksanaan ibadah puasa. “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Lailaha illallahu Allahu akbar, Allahu akbar walilahilham”. Artinya: Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah maha besar, dan bagi Allah segala pujian. Ucapan tersebut mengumandang ke angkasa luas, gemuruh membelah buana, menggema keruang angkasa mengagungkan  kebesaran Ilahi Allah SWT. Boleh saja semua persiapan tersebut dilakukan, namun bukanlah kebahagiaan sesungguhnya, melainkan kebahagiaan bersifat temporer dan semu yang bisa hilang begitu saja, karena kebahagiaan hakiki terdapat pada kebahagiaan:

Pertama, Kebahagiaan berjumpa kembali ramadhan dan I’dul Fitri tahun ini dengan menjadikannya ibadah yang terbaik. Tidak semua orang berkesempatan bisa berjumpa kembali dengan ramadhan dan I’dul Fitri tahun ini, telah banyak kita saksikan teman, saudara, ayah/Ibu yang tahun dulu masih puasa, teraweh, tadarus, i’tikaf, bahkan hari raya  I’dul Fitri bersama kita di tahun ini sudah tidak ada, karena telah terlebih dahulu di panggil sang pencipta Allah SWT.

Jaminan Allah bagi orang yang bertemu dengan ramadhan dan I’dul Fitri, kemudian melaksanakannya ibadah dengan penuh keimanan dan hanya mengharap ridhaNya, maka akan diampuni seluruh dosanya yang telah lewat. Dalam riwayat lain, dari Abi Hurairah dari Nabi SAW bersabda,  ”Barang siapa yang beribadah pada malam lailatul Qadar karena Iman dan mengharap keridhaanNya, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.(H.R. Jamaah kecuali Ibnu Majah).

Kedua, Kebahagian bisa saling maaf memaafkan. I’dul Fitri tahun ini tidak bisa berkumpul dan bersilatu rahim dengan orang tua, sanak saudara dan handai taulan, namun bukan berarti tidak bisa saling memaafkan, bisa saja dilakukan lewat media elektronik seperti telpon, WA, Zoom dan lainnya, intinya kita bisa saling memaafkan atas segala dosa dan kesalahan. Tidak sedikit orang yang bisa berkumpul dan bersilaturahim tetapi tidak bisa saling maaf memaafkan atas kesalahan, terlebih  kondisi bangsa kita saat ini sedang mengalami ujian wabah Virus Corona yang sering menimbulkan gejolak silang pendapat dan perpecahan dikalangan bangsa Indonesia khususnya umat Islam akibat adanya gesekan pesta demokrasi yang belum berkesudahan. Minta maaf adalah suatu perkara mudah, tetapi memaafkan kesalahan orang lain amatlah berat, diperlukan kelapangan jiwa, kebesaran hati, terlebih orang yang meminta maaf telah melukai hati, menyakiti, bahkan membuat fitnah yang akan membunuh dan mengorbankan harta kekayaan yang dimiliki.

Hanya orang yang memiliki kelapangan jiwa dan kebersihan hatilah yang sanggup memaafkan untuk mendapatkan kebahagiaan hakiki walau hati terasa dongkol, hanya orang-orang yang berjiwa besarlah yang sanggup silaturahim dengan mengucapkan “Taqobbalallahu minna waminkum, shiyamana washiyamakum, minal a’idin walfaidzin” Artinya: Semoga Allah menerima amalan kita dan amalan kamu, semoga Allah menerima puasa kita dan puasa kamu, di hari yang I’dul Fitri inilah kita kembali kepada kebahagiaan. Hanya orang-orang yang berjiwa besar pulalah yang sanggup menjawabnya dengan ucapan    “Taqobbalallahu ya karim antum bi khair” Artinya: Semuga Allah yang maha Mulia  menerima amalan ibadah kita semua dan semga kamu diberikan kebaikan.  

Ketiga. Kebahagiaan bertemu kembali dengan kesucian jiwa, kebersihan hati setelah satu bulan melaksanakan ibadah puasa ramadhan. I’dul Fitri berasal dari bahasa arab yaitu: I’d artinya kembali, Fitri artinya suci. Jadi Idul Fitri adalah kembali kepada kesucian fitrah manusia semula, laksana bayi yang baru lahir ke alam dunia, putih bersih dari kotoran, noda dan dosa bagi orang yang telah sukses melaksanakan ibadah puasa ramadhannya karena segala dosanya telah di ampuniNya. Dalam suatu keterangan hadits di sebutkan bahwa ”Setiap manusia yang lahir dalam keadaan Fitrah, sesungguhnya yang menjadikan Yahudi, Nasrani dan agama Majusi adalah karena orang tuanya”. Kebahagiaan sesungguhnya manakala kita sanggup menghadapkan diri kepada sang pencipta dengan penuh keikhlasan sebagaimana Firman Allah Q.S. Ar-Rum ayat 30, “Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Fitrah juga diartikan tumbuh, terbit, berbuka puasa atau makan pagi, maknanya kita berbahagia kembali diperbolehkannya untuk makan di siang hari, namun dalam makna surat Ar-Rum ayat 30 manusia diciptakan Allah mempunyai naluri untuk beragama tauhid yaitu meng Esakan Allah SWT.

Semuga di hari yang fitri nanti, kita semua termasuk orang-orang yang memperoleh kebahagiaan hakiki walau berada ditengah mewabahnya Virus Corona, menjadikannya rasa syukur bisa berjumpa dengan ramadhan dan I’dul fitri tahun ini, bisa bersilaturahim dengan saling memaafkan walau melalui media elektronik dan kembali kepada kesucian jiwa dan kebersihan hati dari kotoran noda dan dosa, serta menjadi manusia yang senantiasa tunduk dan patuh terhadap perintah Allah dan rasulnya. Amin ya Allah ya robbal a’lamiin, Wallahua’lam. []

 
Related Posts
Fatwa Tarjih Tentang Pemanfaatan Kulit Hewan Kurban
Pertanyaan Dari: Anhar, Sukorejo 3, Tanggamus Lampung (disidangkan pada Jum’at 2 Muharram 1429 H / 11 Januari 2008 M) Pertanyaan: Saya Panitia Qurban Masjid Taqwa Sukorejo 3 Tanggamus Lampung, pada hari raya Idul Adlha ...
READ MORE
KISAH DUA ORANG YAHUDI PENDUDUK MEKAH DARI KABILAH MAKHZUM BERBEDA PERSEPSI
KISAH DUA ORANG YAHUDI PENDUDUK MEKAH DARI KABILAH MAKHZUM BERBEDA PERSEPSI Oleh: Drs. Madropi. M. Pd Kisah dua orang Yahudi penduduk Mekah dari kabilah Makhzum, menurut Imam al-Qurtubi, mulanya dua bersaudara dan ...
READ MORE
Fatwa Tarjih Tentang Berkurban Dengan Uang Utang
FATWA TENTANG BERKURBAN DENGAN UANG UTANG Pertanyaan Dari: Abdul Hakim, Madiun, Jawa Timur (disidangkan pada hari Jum’at, 25 Muharram 1435 H / 29 November 2013) Pertanyaan: Assalamu ‘alaikum w. w. Bolehkah berkurban dengan seekor kambing ...
READ MORE
QADLA (MEMBAYAR) PUASA RAMADHAN Pertanyaan Dari: Daru Hagni, alamat:daru_hagni@yahoo.com.sg (disidangkan pada hari Jum’at, 25 Syakban 1431 H / 6 Agustus 2010) Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr. Wb Kepada Pak Ustadz/Bu Ustadz yang terhormat, langsung saja pada pertanyaan. Ada ...
READ MORE
KEISTIMEWAAN BULAN  RAMADHAN DAN KEMULIAANNYA
Ramadhan berasal dari bahasa Arab, Jamaknya ramadhanat atau armidha. Bulan kesembilan dari  tahun baru Hijrah. Menurut pengertian bahasa, ramadhan berarti amat panas. Nama ini diberikan oleh orang arab pada bulan kesembilan, karena pada bulan tersebut padang pasir sangat ...
READ MORE
KAJIAN HADITS – Antara Amal Shalih dan Amal Toleh (1)
MU’AMMAL HAMIDY, LC Dalam hadits yang artinya : Imam Ahmad mengatakan: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami katanya Ma’mar menceritakan kepada kami, dari  Zuhri, dari Ibnu Musayib, dari Abu Hurairah ra mengatakan yang ...
READ MORE
Tetap tegar dan gembira walau Ramadhan di tengah mewabahnya Virus Corona
AlexanderThe Great/Iskandar Zulkarnain yang namanya tergores dalam al-Quran  surat Kahfi ayat 83. “Merekaakan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu ceritatantangnya".Salah satu ceritranya, dikisahkandalam tasawuf Buya Hamka seakan ...
READ MORE
KAJIAN HADITS – Antara Amal Shalih dan Amal Toleh (2)
MU’AMMAL HAMIDY, LC Karena semuanya ini berinteraksi dengan sesama manusia, yang notabene manusia tidak luput dari kekeliruan dan kesalahan  (mahallul khathai wan nis-yan), maka dibuatlah hukum-hukum yang berkenaan dengan interaksi ini, ...
READ MORE
E-Book Kompilasi Panduan Qurban dan Idul Adha Sesuai Tarjih Muhammadiyah
Warga Muhammadiyah kembali mendapat kemudahan dalam memahami pernak pernik ibadah qurban dan Idul Adha sesuai dengan yang telah diputuskan oleh majlis tarjih pimpinan Pusat Muhammadiyah. Adalah beliau Ustadz Amiruddin yang dengan ...
READ MORE
DO’A ORANG BERPUASA DIIJABAH Allah SWT
Perintah berdo’a terdapat dalam al-Quran surat al-Baqoroh ayat 186, Artinya: “Dan apabila hambaKu bertanya kepada engkau tentang Aku, maka sesungguhnya aku adalah dekat. Aku perkenankan permohonan orang yang memohon, apa ...
READ MORE
Fatwa Tarjih Tentang Pemanfaatan Kulit Hewan Kurban
KISAH DUA ORANG YAHUDI PENDUDUK MEKAH DARI KABILAH
Fatwa Tarjih Tentang Berkurban Dengan Uang Utang
Qadla Puasa Ramadhan
KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN DAN KEMULIAANNYA
KAJIAN HADITS – Antara Amal Shalih dan Amal
Tetap tegar dan gembira walau Ramadhan di tengah
KAJIAN HADITS – Antara Amal Shalih dan Amal
E-Book Kompilasi Panduan Qurban dan Idul Adha Sesuai
DO’A ORANG BERPUASA DIIJABAH Allah SWT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *