Muhammadiyah Ikut Mencerdaskan Ekonomi Bangsa

MALANG – Muhammadiyah harus ikut mencerdaskan ekonomi bangsa, itu seruan dari Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hal itu disampaikan pada Tabligh Akbar Pimpinan Daerah Kota Malang yang bertajuk memperkokoh peran Muhammadiyah dalam mencerdaskan bangsa, yang berlangsung di Masjid Al Ahlas Kota Malaang, pada Ahad (29/12) pagi.

Menurut Muhadjir, kementerian dan lembaga yang kini berada di bawah naungannya jika dilihat  dari aspek warga Muhammadiyah, sebagai penghormatan terhadap Muhammadiyah,  karena yang diurus selama ini sudah menjadi urusan Muhammadiyah.

“Muhammdiyah  mengurus kesehatan, sosial, pendidikan, bahkan sekarang kebencanaan menjadi urusannya Muhammadiyah, yang menjadi ujung tombaknya ada MDMC. Kita memiliki dokter dan fasilitas yang lengkap, juga memiliki kapal untuk kesehatan,” jelasnya.

“Tugas saya sebagai Menko PMK adalah menyiapkan dan membentuk manusia Indonesia yang produktif. Semua itu dimulai tahapan sejak masa  seribu hari awal kelahiran atau kehidupan, yaitu sembilan bulan di dalam kandungan dan dua tahun awal untuk mendapatkan ASI,” lanjut Muhadjir.

Bagi Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini, peran seorang Ibu sangatlah besar, sebagaimana termaktub di dalam QS Lukman ayat 14.  Jika seorang Ibu yang tidak menyusui dengan alasan apapun, maka itu adalah dosa besar. Termasuk bertanggung jawab kepada janinnya. Kalau salah dalam mengandung dan ketika menyusui, maka nantinya akan lahir anak-anak atau generasi yang tidak sehat. Artinya ibu adalah sosok yang menentukan arah bangsa juga.

“Maka dari itu saya fokus ke situ, sehingga saya melontarkan sebuah gagasan yang nantinya akan dieksekusi, yaitu perlu adanya bimbingan Pra nikah, yang sekarang menuai banyak yang pro dan kontra. Karena keluargalah unit terkecil dari negara ini, jadi definisikeluarga itu jika keluarganya bagus, insyallah negara ini juga bagus, begitu sebaliknya,” terang Muhadjir.

Muhadjir menjelaskan bahwa gagasan bimbingan pra nikah didasari oleh kondisi Indonesia saat ini, data rumah tangga miskin per Maret tahun ini menurut data terbaru BPS, jumlahnya sebesar lima puluh juta seratus enam belas ribu, kemudian yang sangat miskin dan miskin jumlahnya 9,4%, sekitar hampir  5 juta.

“Itu baru yang miskin, kalau ditambah yang hampir miskin, akan naik menjadi 16,82 % sekitar 14 juta. Disinilah sumber kekacauan dan penyakit sosial maupun penyakit kesehatan berasal dari rumah tangga yang miskin ini,” kata dia.

“Saya harap Muhammadiyah dan Aisyiah mendukung program bimbingan pra nikah, agar supaya tidak ada keluarga miskin baru, yang miskin yang ada ini sudah mau kita selesaikan, yang baru mau nikah ini jangan nambah-nambah miskin baru. Sudah saya rapatkan, jika ada yang ingin menikah dan belum ada pekerjaan, nanti akan mendapatkan kartu pra kerja, untuk bisa kursus dan pelatiahn agara supaya mampu mempersiapkan diri menuju dunia kerja. Program ini tidak dipungut biaya, tetapi menggunakan kartu pra kerja tadi. Kartu pra kerja ini bukanlah memberi uang pada para pengangguran, hal ini yang sering diplesetkan oleh publik,” lanjut Muhadjir.

Muhadjir berharap dan berpesan agar setiap pengajian Muhammadiyah dan Aisyiyahharus ada pembahasan ekonomi.

“Menurut saya kurikulum di pendidikan Muhammadiyah harus dibongkar, dicari apa yang cocok untuk Muhammadiyah, terutama diarahkan untuk kemampuan ekonomi. Kalau umat Islam yang bisa diandalkan untuk mengatasi ini  salah satunya adalah Muhammadiyah, karena Muhammadiyah memiliki reputasi. Mulai dari anak-anak harus ditanamkan bahwa mereka harus menguasai aspek ekonomi,” tegas Muhadjir. (Src: Muhammadiyah.id)

 
Related Posts
LAZISMU KOTA BOGOR ADAKAN PENGOBATAN GRATIS
Ahad, 26 Maret 2017, Lazismu Kota Bogor Adakan Pengobatan Gratis. Acara diadakan di kantor PD Muhammadiyah Kota Bogor (jl. merdeka no. 118) . Acara pengobatan gratis ini dimulai setelah pengajian rutin ...
READ MORE
Penanganan Terorisme Perlu Libatkan Pendekatan non-Hukum
Berbicara dalam forum Seminar Nasional Kajian Hukum Terhadap Revisi UU No 15 Tahun 20013 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, di Hall Asri Medical Center Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (AMC UMY), Sabtu (6/8), ...
READ MORE
Ta’awun untuk Negeri, Muhammadiyah Pulihkan Palu dan Lombok
SOLO – Milad ke-106 Muhammadiyah yang mengambil tema ‘Ta’awun untuk Negeri’ diejewantahkan ke berbagai program nyata. Pimpinan Pusat Muhammadiyah mencanangkan program prioritas untuk recovery dan rekonstruksi musibah gempa bumi Lombok dan ...
READ MORE
Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Optimis Bangun Muhammadiyah Tower
Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Najih mengatakan, terdapat beberapa program unggulan yang dilakukan oleh MEK di periode 2015-2020. Dan, dari program-program yang direncanakan itu, MEK siap bekerjasama ...
READ MORE
Muhammadiyah dan NU Kolaborasi dalam Filantropi
JAKARTA – Lembaga Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) menargetkan 100 ribu pequrban pada perayaan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1437 H. Dan penerima qurban pun ditargetkan sebanyak 3 juta orang. Direktur ...
READ MORE
Direktur NU Care-Lazisnu Ingin Muhammadiyah dan NU Sering Bersinergi
JAKARTA – Direktur NU Care-Lazisnu, Syamsul Huda mengatakan, kolaborasi program qurban yang dilaksanakan oleh Lazismu dan Lazisnu merupakan peristiwa yang langka. Sebab, kata dia, langkah ini akan mendorong Muhammadiyah dan ...
READ MORE
PP Muhammadiyah dan PBNU Gelar Deklarasi Pengurangan Sampah Kantong Plastik
JAKARTA, Suara Muhammadiyah-Dalam rangka  Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan Deklarasi Pengurangan Sampah Kantong Plastik di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ...
READ MORE
Buka Saum Bersama PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor
Kamis, 15 Juni 2017 - PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor gelar acara buka saum bersama. Semula acara akan diadakan di gedung dakwah PDM Kota Bogor, namun acara dipindahkan ke Panti ...
READ MORE
Luncurkan IDF, MUI Kumpulkan Infak Satu Miliar
Majelis Ulama Indonesia (MUI) membuat gebrakan baru. Meluncurkan sebuah lembaga yang akan menghimpun dan mendistribusikan dana umat Islam seperti zakat, infak dan shadaqah bernama Islamic Development Fund (IDF) bertepatan dengan ...
READ MORE
Ketua Umum MUI Pusat KH Makruf Amin menyampaikan pidato sambutan pada Tasyakur Milad MUI ke-41 di Jakarta, Kamis malam (04/08)
Dalam usianya yang ke-41 Majelis Ulama Indonesia telah banyak melakukan program dan kegiatan yang bersifat perkhidmatan kepada umat Islam dan kemitraan dengan pemerintah atau lembaga terkait lainnya. Dua contoh di ...
READ MORE
LAZISMU KOTA BOGOR ADAKAN PENGOBATAN GRATIS
Penanganan Terorisme Perlu Libatkan Pendekatan non-Hukum
Ta’awun untuk Negeri, Muhammadiyah Pulihkan Palu dan Lombok
Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Optimis Bangun Muhammadiyah Tower
Muhammadiyah dan NU Kolaborasi dalam Filantropi
Direktur NU Care-Lazisnu Ingin Muhammadiyah dan NU Sering
PP Muhammadiyah dan PBNU Gelar Deklarasi Pengurangan Sampah
Buka Saum Bersama PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor
Luncurkan IDF, MUI Kumpulkan Infak Satu Miliar
MUI, Pelopor Ekonomi Syariah dan Gerakan Halal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *