MUI Pusat Adakan Halaqah Wathaniyyah untuk Pimpinan Ponpes Seluruh Banten

Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama (KAUB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengadakan halaqah wathaniyyah bertajuk ‘Sosialisasi Kerukunan Antar Umat Beragama dalam Konteks Moderasi Beragama’ untuk pimpinan pondok pesantren (ponpes) seluruh provinsi Banten. Kegiatan ini diadakan di Hotel Forbis Serang, Ahad (28/11/2011).

Acara ini mendapat dukungan penuh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, cq Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.

Kegiatan ini terdiri dua sesi dipandu Dr. HM Zainuddin Daulay, M.Hum (Sekretaris Komisi KAUB) dan Dr. Mafri Amir, MA (Wakil Ketua Komisi KAUB) dengan pembicara Dr. KH. Waryono Abdul Ghafur, MA (Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendis Kemenag RI) Dr. KH Yusnar Yusuf, MS (Ketua MUI bidang Kerukunan), KH. Abdul Manan Ghani, MM (Wasekjen bidang Kerukunan), Dr. KH Abdul Moqsith Ghazali (Ketua Komisi KAUB), Dr. KH. Mohammad Romly, M.Hum (Ketum MUI Banten).

Dr. KH Waryono mengatakan, tujuan moderasi beragama yang menjadi program prioritas Kemenag sejalan tujuan didirikannya negara sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945. “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,  perdamaian abadi dan keadilan sosial,” ungkapnya.

Kata Dr. KH Waryono tujuan dari moderasi tercantum dalam surat Annas. “Merawat keberagaman, tidak diskriminatif, dapat bekerja sama dan punya kesadaran spiritual untuk keluhuran kemanusiaan,” ungkapnya.

Dr. Yusnar Yusuf mengatakan, toleransi dan moderasi merupak keniscayaan dari sebuah negara yang menjadikan Pancasila sebagai kesepakatan bersama dan mengikat seluruh anak bangsa.

Pembicara lain, KH. Abdul Manan Ghani, MM mengatakan, sejak awal Islam masuk di nusantara dengan pendekatan persuasif, menyesuaikan dengan kultur masyarakat yang dihadapi. “Itulah sebabnya, nama mushala di Indonesia beragam nama sesuai dengan bahasa masyarakat setempat. Meunasah di Aceh, Surau di Minang, Tajuk di tatar Sunda dan Langgar di masyarakat Jawa,” jelasnya.

Dr. KH Abdul Moqsith Ghazali Program sosialisasi kerukunan di bawah KAUB MUI adalah program berkelanjutan dan diharapkan para pengasuh ponpes dapat meneruskannya kepada para santri dan masyarakat.

Kata Ketua MUI Provinsi Banten, KH AM Romly toleransi tidak bisa dihindari walaupun ada perbedaan pemahaman, dan ajaran. Toleransi otomatis akan berhenti pada saat ada penyimpangan dari ajaran pokok dan berpotensi merusak harmoni berbangsa. (\Achsin) 

Related Posts
Tuding Din Syamsuddin Radikal, Pemuda Muhammadiyah Ancam Laporkan GA ITB ke Polisi
Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) akan dilaporkan ke polisi atas tudingan radikal kepada mantan Ketua Umum Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin. "Kami akan memberikan kesempatan kepada GAR ITB minta maaf ...
READ MORE
Haedar Nashir: Muhammadiyah Harus Melampaui Dunia Digital
Pengajian Ramadhan PP Muhammadiyah dibuka secara resmi oleh ketua umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, pada Kamis, 9 Ramadhan 1439 H/24 Mei 2018 M. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh ...
READ MORE
Baru Dilantik, Mendikbud Beri Penghargaan Untuk Orang Tua Musa Hafidz Cilik
Baru beberapa hari dilantik menjadi Mendikbud, Prof Muhadjir Effendy memberikan penghargaan kepada orang tua Musa fafidz cilik asal Bangka Belitung. Musa merupakan bocah delapan tahun yang telah menghafalkan Al-Quran dan telah ...
READ MORE
Ketua Umum PP Muhammadiyah: 71 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Saatnya Bebas dari Segala Penjajahan Baru
YOGYAKARTA- Merayakan 71 tahun Indonesia merdeka jangan berhenti di upacara seremonial dan ritual-ritual simbolik yang lahiriah semata. Seluruh elite dan warga bangsa hendaknya merenungi, menghayati, dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar, spirit, ...
READ MORE
Din Syamsuddin Dituding Radikal, Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor: Kurang Etis & Tanpa Tabayun
Gerakan Antiradikalisme Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) tidak etis dan tanpa tabayun yang menuding Din Syamsuddin radikal dan dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). "Kurang etis jika hal tersebut ...
READ MORE
?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
Media-Alfurqan.com - Tanah waqaf seluas 5.076 m2  milik persyarikatan Muhammadiyah Kota Bogor akan dimanfaatkan untuk agroeduecopark berbasis ramah lingkungan yang berkemajuan. “Memang ini sesuatu yang hal yang baru buat Muhammadiyah umumnya ...
READ MORE
Ini Isu Strategis yang Akan Dibahas di Muktamar NA
JAKARTA -- Nasyiatul Aisyiyah (NA) sebagai organisasi perempuan muda Muhammadiyah terus memainkan perannya dalam meningkatkan pembangunan bangsa. Hal ini tertuang dalam berbagai isu-isu stategis mengenai pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, dan ...
READ MORE
Kemegahan Design Arena Edutorium yang Futuristik, Siap Sukseskan Perhelatan Muktamar ke-48
Peninjauan pembangunan edutorium yang berada di Karangasem, Kecamatan Laweyan, di Pusat kota Surakarta (13/01), tampilan Gedung Edutorium UMS sangat yang futuristik memang luarbiasa, gedung pertemuan ini memiliki kapasitas daya tampung ...
READ MORE
SERTIJAB KEPALA SEKOLAH SMK MUHAMMADIYAH KOTA BOGOR
Kota Bogor,  – Serah terima kepala sekolah SMK Muhammadiyah Kota Bogor  periode 2021 – 2024 dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Bogor  pada Sabtu (16/01/2021) yang dipimpin langsung Wakil PDM ...
READ MORE
Sejarah Pergerakan Indonesia Tidak Lepas dari Sejarah Pergerakan Perempuan Indonesia
YOGYAKARTA – Usia Indonesia pada 17 Agustus tahun ini telah mencapai 71 tahun. Di era Indonesia yang sekarang ini masih banyak pekerjaan rumah yang perlu di garap matang agar terciptanya ...
READ MORE
Tuding Din Syamsuddin Radikal, Pemuda Muhammadiyah Ancam Laporkan
Haedar Nashir: Muhammadiyah Harus Melampaui Dunia Digital
Baru Dilantik, Mendikbud Beri Penghargaan Untuk Orang Tua
Ketua Umum PP Muhammadiyah: 71 Tahun Kemerdekaan Indonesia,
Din Syamsuddin Dituding Radikal, Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor:
Tanah Waqaf Muhammadiyah Kota Bogor Dimanfaatkan untuk Agroeduecopark
Ini Isu Strategis yang Akan Dibahas di Muktamar
Kemegahan Design Arena Edutorium yang Futuristik, Siap Sukseskan
SERTIJAB KEPALA SEKOLAH SMK MUHAMMADIYAH KOTA BOGOR
Sejarah Pergerakan Indonesia Tidak Lepas dari Sejarah Pergerakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *