Soal pembayaran fidyah, Zakat Mal, Adzan dan Iqomah saat shalat sendirian di rumah

Pertanyaan ke Dua ,

Assalamu’alaikum Ustadz,

Apakah ada tuntunannya dari Rasulullah SAW mengadzani mayat ;

 (Tulus Vila Mutiara Bogor)

Jawaban ;

Waalaikumussalam Warahmatullahi Wa Barokaatuh.

Bapak tulus yang baik,

Tidak ditemukan dalil yg shohih/Perintah yang menganjurkan adzan ketika memakamkan jenazah.

Komentar para ulama yang empat didalam kitab kitab mereka tentang adzan ketika memakamkan jenazah tidak ada satupun yg mengamalkannya (melakukannya)

Para ulama dari berbagai madzhab sepakat bahwa sama sekali tidak terdapat anjuran untuk melakukan adzan ketika memakamkan jenazah.

Waallahu A’lam Bisshawab

@ZM

 [12:36, 5/13/2020] Zahid Mubarok: Assalamulaikum wrwb…

Pertanyaan:

Pak Ust

Boleh nanya lagi…

Mau nanya…

Dirumah ada asisten rumah tangga 2 orang…

Pertanyaanya..

1. untuk zakat fitrahnya , siapa yg tanggung jawab.

2. Apa boleh…saya ngasih zakat fitrahnya k mereka?

Jawaban :

Waalaikumussalaam Warahmatullahi Wa Barokaatuh.

Jika ada 2 Khodimat (asisten rumah tangga) di rumah bunda mereka tidak bisa membayar Zakat Fitrah maka bunda WAJIB membayarkan Zakat Fitrahnya krn Zakat FITRAH WAJIB bagi semua orang baik miskin ataupun kaya.

Jawaban ke dua,

Zakat Fitrah boleh di kasihkan ke Khodimah (asisten) rumah tangga bunda karena Zakat Fitrah khusus hanya untuk 2 asnaf ( 2 golongan) saja yaitu Fakir dan Miskin sebagaimana sabda Nabi SAW :

Zakat fitri tidak boleh diberikan kepada delapan golongan tersebut(Lihat Qs At Taubah : 60), selain kepada fakir dan miskin. Ini adalah pendapat Malikiyah, Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah, dan Ibnul Qayyim.

Perkataan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri … sebagai makanan bagi orang miskin ….” (Hr. Abu Daud; dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani)

Berkaitan dengan hadis ini, Asy-Syaukani mengatakan, “Dalam hadis ini, terdapat dalil bahwa zakat fitri hanya (boleh) diberikan kepada fakir miskin, bukan 6 golongan penerima zakat lainnya.” (Nailul Authar, 2:7)

Ibnu Umar mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan zakat fitri dan membagikannya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Cukupi kebutuhan mereka agar tidak meminta-minta pada hari ini.’” (Hr. Al-Juzajani; dinilai sahih oleh sebagian ulama). Waallahu A’lam Bisshawab.

@Dr. Zahid Mubarok

Pertanyaan:

Assalaamualaikum

Bagaimana Hukum Tidak Puasa Ramadan Tanpa Uzur Syar’i?

(Junaidi , Bogor)

Jawaban:

Waalaikumussalaam bapak junaidi yang baik ,

Imam al-Bukhari meriwayatkan hadis secara marfu dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dalam kitab Sahih-nya:

مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ، وَلاَ مَرَضٍ لَمْ يَقْضِهِ صِيَامُ الدَّهْرِ وَإِنْ صَامَهُ

“Barangsiapa tidak berpuasa di bulan Ramadan tanpa uzur dan tanpa sakit maka puasa itu tidak akan dapat diganti dengan puasa sepanjang masa meskipun ia melakukannya.”

Wallahu A’lam Bisshawab.

@ZM

Pertanyaan ,

Bagaimana memahami Takdir baik dan Takdir buruk ya Ust.

(Pak Dikdik Vila Mutiara Bogor).

Jawaban ,

Takdir Baik dan Takdir Buruk

Takdir terkadang disifati dengan takdir baik dan takdir buruk. Takdir yang baik sudah jelas maksudnya. Lalu apa yang dimaksud dengan takdir yang buruk? Apakah berarti Allah berbuat sesuatu yang buruk? Dalam hal ini kita perlu memahami antara takdir yang merupakan perbuatan Allah dan dampak/hasil dari perbuatan tersebut. Jika takdir disifati buruk, maka yang dimaksud adalah buruknnya sesuatu yang ditakdirkan tersebut, bukan takdir yang merupakan perbuatan Allah, karena tidak ada satu pun perbuatan Allah yang buruk. Seluruh perbuatan Allah mengandung kebaikan dan hikmah. Jadi keburukan yang dimaksud ditinjau dari sesuatu yang ditakdirkan/hasil perbuatan, bukan ditinjau dari perbuatan Allah. Untuk lebih jelasnya bisa kita contohkan sebagai berikut.

Seseorang yang terkena kanker tulang ganas pada kaki misalnya, terkadang membutuhkan tindakan amputasi (pemotongan bagian tubuh) untuk mencegah penyebaran kanker tersebut. Kita sepakat bahwa terpotongnya kaki adalah sesuatu yang buruk. Namun pada kasus ini, tindakan melakukan amputasi (pemotongan kaki) adalah perbuatan yang baik. Walaupun hasil perbuatannya buruk (yakni terpotongnya kaki), namun tindakan amputasi adalah perbuatan yang baik. Demikian pula dalam kita memahami takdir yang Allah tetapkan. Semua perbuatan Allah adalah baik, walaupun terkadang hasilnya adalah sesuatu yang tidak baik bagi hambanya.

Namun yang perlu diperhatikan, bahwa hasil takdir yang buruk terkadang di satu sisi buruk, akan tetapi mengandung kebaikan di sisi yang lain. Allah Ta’ala berfirman :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ {41}

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar Ruum:41). Kerusakan yang terjadi pada akhirnya menimbulkan kebaikan. Oleh karena itu, keburukan yang terjadi dalam takdir bukanlah keburukan yang hakiki, karena terkadang akan menimbulkan hasil akhir berupa kebaikan. Semua takdir Allah Ta’ala ciptakan dan Pasti ada hikmahnya semuanya Allah Ta’ala sudah Jelaskan dalam Al Qur’an Surat Al Hadiid : 22 – 23 ) silahkan di buka ya para Jamaah serta penanya yang baik.

Wallahu A’lam Bisshawab.

@ZM

 
Related Posts
Hukum Memakai Masker Saat Sholat Berjamaah di Masa Pandemi
Pertanyaan: Assalaamu'alaikum Pak Ust apa hukum memakai masker saat sholat berjamaah di musim mewabahnya virus Covid-19. Mohon Jawabannya . Atas Jawabannya saya ucapkan terimakasih. Hidir Sukmajaya Depok   Jawaban: Wa'alaikumussalam Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, نَهَى رَسُولُ اللَّهِ ...
READ MORE
Tanya Jawab Seputar Ramadhan
Pertanyaan Pertama Seputar Ramadhan 1441 H.Bagaimana Kewajiban Puasa bagi Seorang Ibu yang Menyusui ?[10:51, 5/6/2020] Pertanyaan ke-1 (Bu Mil Kebun Raya  Residance) :Pak Ust Doktor mau tanya nih, bagaimana kewajiban ...
READ MORE
Ustad Zahid Mubarok
Pertanyaan Pertama Seputar Ramadhan 1441 H.Bagaimana Kewajiban Puasa bagi Seorang Ibu yang Menyusui ?[10:51, 5/6/2020] Pertanyaan ke-1 (Bu Mil Kebun Raya  Residance) :Pak Ust Doktor mau tanya nih, bagaimana kewajiban ...
READ MORE
Ustad Zahid Mubarok
Pertanyaan Pertama Seputar Ramadhan 1441 H.Bagaimana Kewajiban Puasa bagi Seorang Ibu yang Menyusui ?[10:51, 5/6/2020] Pertanyaan ke-1 (Bu Mil Kebun Raya  Residance) :Pak Ust Doktor mau tanya nih, bagaimana kewajiban ...
READ MORE
Ustad Zahid Mubarok
(Tanya-Jawab oleh Ust. Dr. Zahid Mubarok M.E.IAssaalaamualaikumAfwan ustad, ada yang bertanya mengenai pembayaran fidyah. Bagaimana ketentuannya ya. Harusnya bagaimana bayarnya atau kita sediakan makan setiap harinya atau diakumulasi selama berapa ...
READ MORE
Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui;Membayar Zakat secara Daring; Hukum Menelan Ludah Saat Puasa
(Tanya-Jawab Seputar Puasa oleh Ust. Dr. Zahid Mubarok,M.E.Pertanyaan Pertama Seputar Ramadhan 1441 H.Bagaimana Kewajiban Puasa bagi Seorang Ibu yang Menyusui ?[10:51, 5/6/2020] Pertanyaan ke-1 (Bu Mil Kebun Raya  Residance) :Pak ...
READ MORE
Hukum Memakai Masker Saat Sholat Berjamaah di Masa
Tanya Jawab Seputar Ramadhan
Hukum Puasa bagi Ibu Menyusui, Zakat Secara Online
Tanya Jawab Seputar Ramadhan 1441 H/2020M
Bagaimana Ketentuan Membayar Fidyah?
Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui;Membayar Zakat secara Daring;

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *