Tetap tegar dan gembira walau Ramadhan di tengah mewabahnya Virus Corona

Alexander The Great/Iskandar Zulkarnain yang namanya tergores dalam al-Quran  surat Kahfi ayat 83. “Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang  Dzulkarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya“.

Salah satu ceritranya, dikisahkan dalam tasawuf Buya Hamka seakan mengingatkan kita semua  untuk menjadikan setiap ramadhan yang terbaik,  walau saat ini kita berada di tengah mewabahnya virus korona.

 Pada suatu masa, Raja Iskandar Zulkarnain beserta pasukannya hendak berangkat menaklukan suatu Daerah wilayah jajahannya. Pagi hari sebelum berangkat, Iskandar Zulkarnain berpesan kepada seluruh  pasukannya: “ Dalam perjalanan nanti malam kita akan melintasi sungai, kalian ambillah apapun yang terinjak  yang ada pada sungai itu”. Ketika malam tiba seluruh pasukan Iskandar Zulkarnain melintasi sungai tersebut, ada 3 sikap pasukan prajurit dalam mensikapi perintahnya itu.

 Pertama tidak mengambil apapun yang terinjak di sungai karena menganggapnya kerikil, batu kecil atau pasir

Kedua , mengambil alakadarnya yang terinjak  di sungai tanpa   berusaha mencari, sekedar mengikuti perintah sang Raja

Ketiga, mencari dan  mengambil sebanyak-banyaknya yang terinjak di sungai sehingga tasnya penuh dan kepayahan dalam meneruskan perjalanan dengan penuh bawaan.

Pagi harinya seluruh pasukan prajuritnya dikumpulkan untuk memeriksa bawaannya masing-masing, isinya ternyata intan berlian. Pasukan prajurit yang tidak mengambil apa-apa dari lintasan sungai tersebut menyesalinya, mereka benar-benar menyesal karena tidak dapat apa-apa. Pasukan prajurit yang mengambil alakadarnya,  ada persaan senang sebari bercampur penyesalan. Mereka senang karena mendapatkan intan dan berlian walaupun hanya sedikit. Mereka juga menyesal kenapa tidak mengambil lebih banyak. Pasukan prajurit yang mencari dan mengambil dengan sungguh-sungguh merasa sangat bahagia, karena mendapatkan keuntungan besar.

Bagaimana kalau lintasan sungai yang harus kita lintasi itu adalah bergulirnya waktu, melintasi atau datangnya bulan suci ramadhan 1441 H. Dimana bulan tersebut adalah:

Bulan barokah bagi Umat Islam, bulan rahmat dan kasih sayang Allah pada seluruh hambanya, bulan magfiroh (ampunan) pada seluruh umat manusia, bulan di turunkannya al-quranul karim sebagai pedoman hidup umat manusia, bulan yang sanget istimewa untuk beribadah kepada Allah SWT, karena turunnya lailatul Qadhar dan bulan dilipat gandakannya amal kebaikan manusia.

Allah SWT berfirman dalam al-Quran surat al-Baqarah 183 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang berpuasa pada bulan ramadhan dengan penuh keimanan, dan perhitungan semata-mata karena Allah SWT maka akan diampuninya seluruh dosanya yang telah lewat. HR. Buchari Muslim menurut Abu Daud”.

Diriwayatkan dari Ibnu Zarir, Muaz bin Jabal. Bahwa awal mula Rasulullah SAW berpuasa adalah 3 hari dalam satu bulan, yaitu tiap pertengahan bulan yang disebut ayyamul Bidh, kemudian Rasulullah berpuasa pada tanggal 10 di bulan Muharram sebagai penghormatan kepada nabiyullah Musa AS yang diselamatkan Allah dari cengkraman bala tentara Firaun. Untuk membedakan syariat dari nabi dan Rasul lainnya, maka Allah SWT menurunkan ayat perintah berpuasa selama 1 bulan yaitu puasa di bulan ramadhan.

Dari Abdullahbin Masu’d, di kutif dari tafsir al-Azhar yang disusun oleh Prof. Hamka. Bahwa apabila Allah memanggil orang beriman. “Wahai Orang-orang beriman telah di wajibkan atas kamu berpuasa”. Maka orang yang beriman tentunya telah siap dan pasti sanggup melaksanakannya baik itu perintantah maupun larangan.

Perintah berpuasa adalah menghindari/menahan diri dari makan minum, hubungan suami Istri dan berkata kotor dari mulai waktu Fajar sampai maghrib. Hal ini mengingatkan kita semua akan larangan Allah, jangankan makan, minum, hubungan suami istri tidak syah, halalpun tidak diperbolehkan pada saat kita berpuasa.

Puasa bukan hanya diwajibkan pada Umat Muhammad saja, tetapi orang-orang sebelumnyapun berpuasa.   “Sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu”. Orang sebelum kitapun berpuasa. Nabi Yullah Daud AS adalah berpuasa dengan cara sehari puasa sehari tidak. Nabiyullah Musa AS berpuasa selama 40 hari, Nabi Zakaria, Siti Maryam berpuasa lebih berat lagi, selain tidak boleh makan, minum juga tidak boleh berbicara.

Bahkan makhluk-makluk lainpun berpuasa. Ulat puasa berubah menjadi kepompong degan harapan menjadi kupu-kupu yang Indah. Ular berpuasa ganti kulit dengan harapan kulitnya kebal dari tusukan duri dan krikil-krikil tajam. Ayam berpuasa mengeram      dengan harapan memperoleh anak. Manusia berpuasa untuk tidak makan, minum, hubungan suami Istri dan berkata kotor dari mulai waktu Fajar sampai Maghrib dengan harapan menjadi insan kamil/manusia sempurna. Manusia sempurna adalah orang-orang yang dapat gelar takwa. “Mudah-mudahan menjadi orang yang takwa”. Dan takwa adalah status/gelar/ predikat tertinggi dihadapan  Allah SWT sebagaimana firmaNya pada surat al-Hujurat 13 “Sesungguhnya Orang yang paling mulia diantara kamu ialah orang yang paling takwa”.

Puasa ramadhan saat ini berbarengan dengan mewabahnya virus corona/Covid-19 yang melanda berbagai negara, termasuk negeri-negeri Muslim dan Indonesia. Imbasnya bukan hanya pada bidang kesehatan berapa yang positif tertular, sembuh dan meninggal. Tetapi berdampak pada seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam soal ekonomi, sosial, bahkan termasuk persoalan beribadahpun harus mengikuti anjuran pemerintah dan Fatwa para alim Ulama supaya terhindar dari wabah yang mematikan. Namun sebagai seorang Muslim/beriman tetunya tidak menjadikan hati kita ciut dan surut untuk menghadapinya. Kita harus tetap tegar, gembira melaksanakannya karena kita akan berjumpa dengan bulan barokahnya, bulan rahmat kasih sayangnya, bulan dibebaskannya kita dari api neraka, bulan istimewa yang kalau kita beribadah lebih baik dari seribu bulan dan bulan dilipat gandakannya amal perbuatan yang baik dengan bighairi hijab atau bighairi hisab tanpa ada batas penghalang dan perhitungan. Karena hanya Allah sendiri yang akan melipat gandakannya.

Mari kita jadikan bulan ramadhan tahun ini sebagai pembinaan Baiti jannati, sarana untuk mengevaluasi diri dari berbagai kesalahan, termasuk bencana wabah virus corona yang melanda saat ini,  perbanyak amalan shaleh seperti tadarus membaca al-Quran, membantu kaum Dhuafa yang terkena dampak wabah virus corona, membantu fakir miskin, infak shadakah dan Zakat, qiyamul lail dan lailatul Qadhar, serta dekatkan diri untuk senantiasa taqarub munajat kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita bisa terhindar dari wabah virus Corona yang menimpa bangsa kita saat ini. Semoga Allah SWT segera mengangkatnya dan memberikan keselamatan serta mencurahkan rahmat dan kasih sayangnya pada kita semua amin ya Allah ya robbal a’lamin.

Bogor, 27 April 2020 M/ 4 Ramadhan 1441 H

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bogor

Drs. Madropi,M.Pd

 
Related Posts
JANGAN BUAT KECEWA ORANG TUA MURID GARA-GARA MATA PELAJARAN SEKOLAH BERKONTEN PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI.
Oleh : Dr. Zahid Mubarok , M.E.I   ( Wakil Ketua PDM Kota Bogor )   Beberapa hari ini kita sebagai orang tua sangat di kejutkan dengan beredarnya konten dalam salah satu mata ...
READ MORE
DO’A ORANG BERPUASA DIIJABAH Allah SWT
Perintah berdo’a terdapat dalam al-Quran surat al-Baqoroh ayat 186, Artinya: “Dan apabila hambaKu bertanya kepada engkau tentang Aku, maka sesungguhnya aku adalah dekat. Aku perkenankan permohonan orang yang memohon, apa ...
READ MORE
Harapan Nabi Ibrahim As, Harapan Kita Semua
Khutbah Idul Adha 1439 H Lapangan Cilebut Kab. Bogor Harapan Nabi Ibrahim As, Harapan Kita Semua Oleh : Zahid Mubarok  (Dosen STIDKI Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Bogor)   اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ ...
READ MORE
KEISTIMEWAAN BULAN  RAMADHAN DAN KEMULIAANNYA
Ramadhan berasal dari bahasa Arab, Jamaknya ramadhanat atau armidha. Bulan kesembilan dari  tahun baru Hijrah. Menurut pengertian bahasa, ramadhan berarti amat panas. Nama ini diberikan oleh orang arab pada bulan kesembilan, karena pada bulan tersebut padang pasir sangat ...
READ MORE
Istiqomah Merawat Nilai Bulan Haram di Era New Normal
Oleh : Dr. Zahid MubarokKhutbah Iاْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، ...
READ MORE
Keistimewaan Bulan Muharram  (Syahrullah /Bulan yang Allah Sangat Mulyakan)
Oleh :  Dr. Zahid Mubarok, S.Th.I., M.E.I. (Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bogor) Bulan haram (Asyhurul Hurum) sudah berjalan memasuki 3 bulan yang akhir dari 4 bulan haram dan hari ini ...
READ MORE
Doa’nya Orang Berpuasa  Adalah Mustajab
oleh : Drs. Madropi, M. Pd / Ketua PDM Kota BogorSecara bahasa, kata “Doa’ ” itu bermakna seruan, jadi berdoa itu artinya menyeru, mengucap, memanggil. Sedangkan secara istilah “Doa’ ” adalah suatu permohonan ...
READ MORE
KAJIAN HADITS – Antara Amal Shalih dan Amal Toleh (1)
MU’AMMAL HAMIDY, LC Dalam hadits yang artinya : Imam Ahmad mengatakan: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami katanya Ma’mar menceritakan kepada kami, dari  Zuhri, dari Ibnu Musayib, dari Abu Hurairah ra mengatakan yang ...
READ MORE
Fatwa Tarjih Tentang Berkurban Dengan Uang Utang
FATWA TENTANG BERKURBAN DENGAN UANG UTANG Pertanyaan Dari: Abdul Hakim, Madiun, Jawa Timur (disidangkan pada hari Jum’at, 25 Muharram 1435 H / 29 November 2013) Pertanyaan: Assalamu ‘alaikum w. w. Bolehkah berkurban dengan seekor kambing ...
READ MORE
KISAH DUA ORANG YAHUDI PENDUDUK MEKAH DARI KABILAH MAKHZUM BERBEDA PERSEPSI
KISAH DUA ORANG YAHUDI PENDUDUK MEKAH DARI KABILAH MAKHZUM BERBEDA PERSEPSI Oleh: Drs. Madropi. M. Pd Kisah dua orang Yahudi penduduk Mekah dari kabilah Makhzum, menurut Imam al-Qurtubi, mulanya dua bersaudara dan ...
READ MORE
JANGAN BUAT KECEWA ORANG TUA MURID GARA-GARA MATA
DO’A ORANG BERPUASA DIIJABAH Allah SWT
Harapan Nabi Ibrahim As, Harapan Kita Semua
KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN DAN KEMULIAANNYA
Istiqomah Merawat Nilai Bulan Haram di Era New
Keistimewaan Bulan Muharram (Syahrullah /Bulan yang Allah
Doa’nya Orang Berpuasa Adalah Mustajab
KAJIAN HADITS – Antara Amal Shalih dan Amal
Fatwa Tarjih Tentang Berkurban Dengan Uang Utang
KISAH DUA ORANG YAHUDI PENDUDUK MEKAH DARI KABILAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *