CARA MUNGGAHAN MENJELANG BULAN SUCI RAMADHAN ( Tradisi Kearifan Lokal Pada Masyarakat Sunda)

0
482d0a47-fcc9-440a-a795-e6f8767a48bc

Oleh : DR. M. Sulaeman Jazuli, M.E.I.

(Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Bogor)

 

Seorang filsuf logika modern dan sekaligus pembawa wawasan baru yang memicu lahirnya perkembangan revolusioner dalam ilmu logika, Friedrich Ludwig Gottlob Frege (  1848-1925 ), mengatakan, bahwa  “kebenaran itu sangat fundamental (dasar, esensial) sehingga tidak bisa didefinisikan”.

Andai kebenaran tidak bisa didefinisikan, sedang definisi merupakan titik awal untuk membedah postur kebenaran, berarti kebenaran sama dengan tidak ada. Supaya ada dan harus diusahakan ada, maka saya mencoba mendefinisikan kebenaran adalah sesuatu yang versi kaidah kefitrian manusia ketika ia dieksekusi pada tataran riil di lapangan membawa nilai manfaat dan tidak berseberangan dengan realita yang ada.

Kebenaran yang dimaksud tentu bersifat filosofistik.  Namun tetap dilegalisir adanya. Misalnya dalam diskursus pemikiran Hukum Islam dikenal terminologi ” ‘Uruf”,  yakni sebuah adat kebiasaan positif yang dilestarikan oleh masyarakat secara turun temurun.

Dalam konteks realita kaitannya dengan kedatangan bulan suci Ramadhan, pada masyarakat Sunda  khususnya, kita mengenal tradisi ” Munggahan “. Itu sudah berlangsung lama secara turun temurun. Berasal dari kata ” unggah”, yang berarti “naik”, maka secara gramatikal absah untuk dimaknai, bahwa “Munggahan” adalah sebuah tradisi yang diadakan menjelang kedatangan bulan Ramadhan, dengan agenda acara khas ( antara lain ), makan bersama ( botraman/bancakan) antar keluarga dan sahabat, saling memaafkan, berkunjung ke keluarga yang lebih tua ( dipandang terhormat), ziarah ke kuburan keluarga dan lain sebagainya.

Semua itu di maksudkan, sebagai wujud ekspresi kegembiraan atas datangnya bulan suci Ramadhan, dan sekaligus pula sebagai ajang persiapan untuk meningkatkan prestasi diri menjadi insan yang bertaqwa ( Muttaqin), yang unggul, terhormat dan bermartabat, khususnya di mata Allah.

Bisa jadi, tradisi tersebut dasar filosofinya terinspirasi oleh teks berikut ini yang sudah akrab dengan telinga kaum muslim pada umumnya, yang biasa dibawakan oleh para da’i pada setiap acara pengajian menjelang bulan suci Ramadhan khususnya :

فرح بدخول رمضان حرم الله جسده على النيران

“Barang siapa yang merasa gembira atas kedatangan bulan suci Ramadhan, maka Allah mengharamkan fisiknya masuk neraka”.

Tidak perlu didebatkusirkan ihwal validitas teks tersebut, apa ia sahih, do”if atau maudhu’ dan seterusnya. Hanya saja secara pulgar jangan dipastikan, bahwa ia meluncur dari lisan Rasul saw. Jadikan saja sebagai dasar pijakan filosofis, kaitannya dengan kearifan lokal. Karena secara universal Allah menyenangi segala kebaikan dan membenci segala kejahatan.

 والله أعلم بالصواب

 

Related Posts
Bagi Muhammadiyah, Pelayanan Sosial Bukan Sekedar Tugas Rutin
JAKARTA -- Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Rapat Kerja Nasional dan Konsolidasi Panti Asuhan Muhammadiyah dan Aisyiyah di Ballroom Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta. Kegiatan ...
READ MORE
Menyibak Kemuliaan Ramadan: Menjelajahi Makna Lailatul Qadr
oleh Rahmat Saptono Duryat Ketua DKM al-Furqan Muhammadiyah Kota Bogor Dosen Tetap di FT Universitas Indonesia. Bulan Ramadan memiliki makna yang dalam sebagai Bulan Al-Qur'an (QS. 2:185), ditandai dengan turunnya permulaan atau keseluruhan ...
READ MORE
Pelantikan Kepala SD Muhammadiyah Kota Bogor Periode 2021-2025
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor melantik kepala SD Muhammadiyah Kota Bogor, Rabu (27/10/2021). Acara ini di ruang pertemuan SD Muhammadiyah Kota Bogor. Kepala sekolah SD Muhammadiyah Kota Bogor yang lama ...
READ MORE
Wali Kota Bogor Nyatakan Pemkot Siap Bersinergi dengan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah
media-alfurqan - Pemerintah Kota (Pemkot)  Bogor menyatakan kesiapan bersinergi dalam bidang sosial, pendidikan dan kemanusiaan dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) di Kota Hujan. Demikian dikatakan Wali ...
READ MORE
KH Muhyiddin Junaidi: Barat Memberikan Stigma Negatif Jihad dan Khilafah
Barat memberikan stigma negatif jihad dan khilafah. Barat menyamakan jihad dengan terorisme. Khilafah pernah dipraktekkan era Khulafaurrosyidin. Demikian Dikatakan Wakil Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) KH Muhyiddin Junaidi ketika ...
READ MORE
Sambut Tahun Baru Hijriyah, Muhammadiyah Kota Bogor Adakan Silaturahmi 1 Muharam 1446 H
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor mengadakan silaturahmi 1 Muharram 1446 H dalam rangka menyambut tahun baru Hijriyah dengan mengundang ormas-ormas Islam NU, MUI, DDII, ICMI, Tazkia, Birul Walidain, dan ...
READ MORE
Pemuda Muhammadiyah: Rasisme Bentuk Peradaban Politik Paling Rendah
Ucapan kekerasan verbal yang berbasis rasisme bentuk peradaban politik paling rendah dalam sejarah politik dunia. Demikian dikatakan Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Razikin kepada media-alfuqon.com, Kamis (28/1/2021). Kata Razikin, ...
READ MORE
Din Syamsuddin Dituding Radikal, Ustadz Zaenal: Kebencian Terhadap Tokoh Umat
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yang dituding radikal oleh Gerakan Antiradikalisme Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) dan dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menunjukkan kebencian terhadap ...
READ MORE
Ustadz Taufiq Daud Minta Warga Muhammadiyah Ikhlas dalam Beramal & Berbuat
Media-Alfurqan.com PDM Kota Bogor -  Warga Muhamamdiyah harus ikhlas dalam beramal dan berbuat karena Allah dan bukan untuk kepentingan duniawi. Demikian dikatakan pengurus Majelis Tarjih dan Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) ...
READ MORE
Konferensi Internasional Agama, Perdamaian dan Peradaban
Oleh: Maizar Madsury (Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Kota Bogor, Deputi Direktur  At Taufiq Center for Islamic Education and Civilization) Perhelatan Konferensi Internasional Agama, perdamaian dan Peradaban “International Conference on Religion, Peace and ...
READ MORE
Bagi Muhammadiyah, Pelayanan Sosial Bukan Sekedar Tugas Rutin
Menyibak Kemuliaan Ramadan: Menjelajahi Makna Lailatul Qadr
Pelantikan Kepala SD Muhammadiyah Kota Bogor Periode 2021-2025
Wali Kota Bogor Nyatakan Pemkot Siap Bersinergi dengan
KH Muhyiddin Junaidi: Barat Memberikan Stigma Negatif Jihad
Sambut Tahun Baru Hijriyah, Muhammadiyah Kota Bogor Adakan
Pemuda Muhammadiyah: Rasisme Bentuk Peradaban Politik Paling Rendah
Din Syamsuddin Dituding Radikal, Ustadz Zaenal: Kebencian Terhadap
Ustadz Taufiq Daud Minta Warga Muhammadiyah Ikhlas dalam
Konferensi Internasional Agama, Perdamaian dan Peradaban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *