Kematian: Gerbang Awal Menuju Kehidupan
Oleh : Wk. Ketua PDM Kota Bogor (Madropi, M.Pd.)
Banyak orang yang beranggapan bahwa kematian adalah akhir dari seluruh kehidupan karena secara kasad mata tidak lagi terlihat di dunia, padahal justru sebaliknya kematian adalah gerbang awal menuju kehidupan manusia sesungguhnya sebelum masuk surga atau neraka.
Ada beberapa alam kehidupan yang akan dilalui manusia setelah kita mati sebelum memasuki surga atau neraka.
- Alam kubur
Alam kubur adalah suatu alam dimana manusia akan ditanya didalam kubur, sekalipun kematiannya itu tidak dikuburkan, tetap akan merasakan pemeriksaan malaikat munkar dan nakir. Jika seseorang itu baik amal perbuatannya, maka akan dimasukann pada taman kebahagian dan akan merasakan betapa nikmatnya berada di alam kubur, sebaliknya jika seseorang itu buruk amal perbuatannya, maka akan mendapatkan siksaan kubur. Alam ini disebut pula alam barzah, pembatas antara kehidupan dunia dan akherat, Rasulullah berdoa’
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّال
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka jahanam, fitnah kehidupan setelah mati, serta kejahatan fitnah Almasih Dajjal.” (HR Bukhari & Muslim)
2. Alam Baa’ts
Alam dimana manusia dibangkitkan dari kuburnya secara serentak baik yang telah meninggal dahulu ataupun baru kemudian. Di gambarkan dalan al-Quran surat waqiah ayat 47-48 bahwa orang-orang kafir berkata;
اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ لَمَجْمُوْعُوْنَۙ
Artinya : “Apabila kami telah mati menjadi tanah dan tulang-belulang,apakah kami benar-benar akan dibangkitkan (kembali)? Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian benar-benar akan dikumpulkan.
3. Alam Ma’syar
Alam dimana pada hari itu manusia digiring dan dikumpulkannya seluruhnya dari manusia pertama Adam sampai manusia terakhir dipadang maksyar. Firman Allah Q.S. Kahfi 47
وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْاَرْضَ بَارِزَةًۙ وَّحَشَرْنٰهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ اَحَدًاۚ
Artinya : (Ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung (untuk dihancurkan) dan engkau melihat bumi itu rata. Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia) dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.
4. Alam hisab
Alam dimana manusia dihisab dan diperlihatkan seluruh amal kebaikan dan keburukannya. Firman Allah Q.S. Al-Zalzalah 7-8
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ
Artinya : Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.
5. Alam Mizan
Alam dimana ditimbangnya amal kebaikan dan keburukan manusia dengan seadal-adilnya, Firman Allah Q.S. al-Qoriah 6-7
فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهٗۙ فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌ ۗ
Artinya : Siapa yang berat timbangan (kebaikan)-nya, dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan. Adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)-nya, tempat kembalinya adalah (neraka) Hawiyah.
6. Alam Shirot
Alam dimana dikumpulkannya manusia untuk menyebrangi dan melewati jembatan shirotol mustaqim,dibawahnya terdapat api neraka Jahannam, Barang siapa yang sanggup menyebrangi dan melewati, maka akan selamatlah dan masuk kedalam surga dan barang siapa yang jatuh, dan tidak sanggup melewati, maka akan celaka masuklah kedalam neraka jahanam.
Akhir kehidupan manusia hanya ditentukan dengan dua pilihan, masuk surga akan mendapatkan kehidupan yang penuh dengan berbagai kenikmatan dan kebahagiaan selama-lamanya, atau masuk neraka akan mendapatkan kehidupan yang penuh dengan berbagai penderitaan dan siksaan selama-lamanya. Semoga Allah memasukan kita semua kedalam kehidupan surganya.
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Artinya: Ya Allah tunjukilah kami pada jalan yang lurus (Jalan yang sanggup menyebrangi sirotol mustaqim )
Wallahu a’lam Bissawab
