Syafaat Rasulullah SAW pada Umatnya
oleh : Drs. Madropi, M.Pd. (Wk. Ketua PDM Kota Bogor)
Betapa besar rasa cinta dan kasih sayang rasulullah Muhammad SAW pada umatnya, beliau adalah nabi dan rasul penyelamat umat manusia dimuka bumi dan pemberi syafaat di hari akhir kelak.
Beliau dimuka bumi diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia, mengeluarkan manusia “ Minazdzdulumati ilan Nur”, dari ( kegelapan menuju cahaya yang terang benderang), menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta, contoh suritauladan terbaik bagi manusia, penyempurna syariat yang dibawa para nabi dan rasul, penutup” milal ambiyai walmursalin” para (nabi dan rasul) serta sekaligus sebagai pemberi syafat di yaumil akhir kelak.
لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Artinya: Sungguh, benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan (bersikap) penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin.(Q.S. At-Taubah 128).
“Hati orang munafik dipalingkan dari kebenaran kerena sesungguhnya mereka tidak memahami kebenaran, walaupun yang membawa kebenaran tersebut adalah Muhammad yang sanget penyantun dan penyayang. Demi kebesaran dan keagungan Tuhan, sungguh telah datang kepadamu seorang rasul yang mulia dari kaummu sendiri sehingga tidak asing bagi kamu.
Sangat berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, baik derita lahir maupun batin, Dia sanget menginginkan kebaikan, kebahagiaan dan keselamatan bagimu, yakni bagi kamu semua baik yang muslim maupun yang kafir, Dia sangat penyantun dan penyayang. Yakni memberikan kebaikan secara melimpah melebihi kebutuhan maupun sesuai kebutuhan terhadap orang-orang yang beriman”. (Tafsir Kementrian Agama RI)
Sekalipun beliau Muhammad banyak di ejek, di cela, di hina, di hasud, di usir dan hendak di bunuh oleh umatnya sendiri seperti Ketika beliau di negri Thaif pada saat beliau berdakwah, malah di lempari dengan batu sampai berlumuran darah.
Malaikat Jibril menawarkan tawaran, bagaimana Muhammad kalau kedua gunung ini diadukan, dihancurkan dan ditimpahkan pada penduduk Thaif ? Nabi Muhammad menjawab “ Jangan”. Beliau tetap tabah, rasa cinta dan kasih sayang beliau, betapa amat besar pada umatnya melibihi nabi dan rasul-rasul sebelumnya. Jika nabi dan rasul sebelumnya apabila umatnya membangkang dan hendak mecelakai langsung berdoa’ kepada Allah supaya di hancurkan, maka nabi Muhammad malah memintakan ampun kepada Allah agar umatnya diberikan petunjuk. Sebagaimana Doa’nya: “Allahummahdi kaumin fainnahum laaya’lamun”. Ya Allah tunjukan mereka, maka sesungguhnya mereka(berlaku demikian) karena tidak mengetahuinya.
Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan (bersikap) penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin. Bahkan diyaumil akhir kelak beliau sebagai pemberi syafaat pada seluruh umat manusia yang di dalam hatinya masih ada Iman.
Dikisahkan oleh Syekh Ibrahim al-Bajuri dalam kitabnya” Tijanud Daruri”, Di hari akhir kelak sekelompok orang beriman meminta pertolongan kepada nabi dan rasul. Nabi yang dimintai pertolongan pertama abul basyar nabi dan manusia pertama Adam As, agar meminta kepada Allah untuk mempercepat proses hisab dan dan memperingan beban berat, Nabi Adam malu dan tidak bisa karena Aku pernah bersalah keluar dari surga, kemudian meminta supaya mendatangi nabi Nuh AS. Nabi Nuh malu dan tidak bisa karena telah menenggelamkan umatnya lewat banjir. Kemudian supaya mereka mendatangi nabi Ibrahim Abul ambiya, bapaknya para nabi, Nabi Ibrahim pun malu dan tidak berani karena telah melakukan kesalahan berbohong kepada Raja Namruz. ketika ditanya siapa yang menghancurkan berhala-berhala ? Ibrahim mengatakan” Kabiiruhum Hadza” patung paling besar. Ibrahim pun meminta mendatangi Nabi Musa, Nabi Isa semua merasa malu dan tidak ada yang sanggup. Akhirnya mereka mendatangi nabi Muhammad SAW, Beliau sujud di bawah Arsy seperti shalat kemudian terdengar suara “angkatlah kepalamu Muhammad”. Jika kamu minta sesuatu Aku akan berikan, dan jika kamu minta syafaat ini, Aku akan serahkan” Kemudian Nabi Muhammad memberikan Syafaat pada umatnya yang beriman di padang makhsyar.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :
“Setiap nabi memiliki doa mustajab yang dapat dipergunakannya. Namun, aku ingin menyimpan doa (mustajab)-ku untuk memberi syafaat kepada umatku di akhirat,” (HR Al-Bukhari).
Mudah-mudahan kita termasuk orang-oran yang mencitai dan dicintai rasulullah Muhammad SAW, sehihingga dapat syafaatnya baik di dunia maupun diakherat kelak.
Amin ya Allah ya robbal a’lamin.
