Hidup Manusia Penuh Ujian
Oleh : Drs. Madropi, M.Pd / Waketum PDM/MUI Kota Bogor
Setiap orang hidup pasti akan diuji dicoba oleh Allah SWT, karena ujian atau cobaan adalah ukuran untuk mengetahui kualitas hidup manusia di dunia agar manusia berlomba-lomba dalam kebaikan sehingga siapa di antara manusia yang lebih baik amal perbuatannya di dunia.
Firman Allah Q.S. Al-Mulk ayat 2:
ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ
Artinya: Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.(Al-Mulk : 2)
Ada manusia yang diuji atau dicoba dengan pangkat jabatan dan kedudukan, sehingga sejauh mana manusia itu bisa tahan banting dari bujuk rayu setan dan para pengikut serta konco-konconya dalam mengemban amanah tersebut, hingga hidupnya bisa bermanfaat untuk kepentingan orang banyak. Ada manusia yang diuji atau di coba dengan harta kekayaan, sehingga sejauh mana manusia itu mampu bersyukur terhadap anugrah yang Allah berikan kepadanya.
Ada manusia yang diuji atau dicoba dengan anak, keluarga dan keturunan, sehingga sejauh mana mampu bersabar dan mampu menjaga diri dan keluarga dari tepi jurang api neraka. Ada juga manusia yang diuji atau dicoba dengan berbagai penyakit dan penderitaan, sehingga sejauh mana manusia itu bisa tabah dan sabar, terhadap penyakit yang dideritanya hingga menjadi pahala penghapus dosa baginya dan banyak ujian-atau cobaan lainnya.
Firman Allah Q.S. Al-Baqorah 155-156
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
Artinya: Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar, orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali) (QS.al-Baqarah 155-156)
Ada 3 kesabaran yang apabila kita lakukan akan mendapatkan jaminan ampunan Allah dan rahmat kasih sayang serta mendapat petunjuk-Nya:
- Shobrun Anitthoa’h. Artinya sabar dalam menjalankan perintah Allah seperti: salat, zakat, puasa, haji dan lainnya selama sanggup untuk melaksanakannya.
- Shabrun Anil Maksiat. Artinya: sabar dari perbuatan maksiat yang senantiasa mengitari di sekitar diri dan lingkungan kita, seperti: judi, miras, zina, pergaulan bebas dan lainnya yang dapat menjerumuskan kita ke dalam jurang kehancuran atau kebinasaaan
- Shobrun Anil Musibah. Artinya: sabar terhadap perbuatan musibah apa saja, baik yang mengenai diri kita sendiri, maupun mengenai keluarga. Sebab musibah akan datang tidak terduga kapan dan di mana saja baik berupa kematin, longsor, banjir, tsunami, gunung memletus, longsor, dan lainnya.
Orang-orang sabar demikian inilah yang dapat jaminan dari Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:
اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ
Artinya: Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.(Q.S al-Baqarah 157).
Mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang lulus dalam menghadapi ujian atau cobaan di dunia, sehingga kita menjadi manusia terbaik di muka bumi dan kembali kepada Allah menjadi hamba yang dapat ampunan dan kasih sayang serta mendapatkan petunjuk-Nya.
Amin Ya Allah Ya Robbal A’lamin
