IDUL FITRI HARI KEMENANGAN
Drs. Madropi, M. Pd
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bogor
Diakhir ramadhan ucapan takbir (Allah hu Akbar, Allah hu Akbar), tahlil (Laila ha illallah) dan tahmid (walillahilham) menggema keruang angkasa, gemuruh membelah buana mengagungkan Allah SWT.
ولتكمل العدت ولتكبر الله علي ما هدا كم ولعلكم تشكرون
Dan hendaklah menyempurnakan hitungan, dan mengagungkan Allah yang telah memberi petunjuk kepadamu. Mudah-mudahan kamu mendapat petunjuk [Q.S. al-Baqarah 185]
Semua umat Islam merasa senang dan gembira menyambut hari kemenangan Idhul Fitri, tampa kecuali orang yang tidak puasa sekalipun. Karena telah selesai melaksanakan ibadah puasa ramadhan.
Ucapan selamatpun berseliweran dengan beraneka ragam ekspresi baik langsung dengan cara silaturahim saling mengucapkan selamat.
تقبل الله منا ومنكم صيا منا وصيا مكم من العا عدين والفاءزين
Semoga Allah menerima puasa kita dan puasa kamu, Idhulfitri kembali kepada kemenangan. Diiringi pula saling maaf memaafkan antara satu dengan lainnya.
Tidak langsung dengan menggunakan telpon, WA, Istagram, Imel dan lainnya. Semua seakan hiruk pikuk penuh kegembiraan, mengakui akan kesalahan, hilap dan dosa yang dirasakan. Sehingga tidak Afdhal kalau tidak minta maaf dan memaafkan. Padahal sesungguhnya dalam ajaran Islam saling memaafkan itu tidak mesti hari raya Idhul Fitri.
Berikut beberapa kemenangan dan kebahagiaan dihari raya Idhul Fitri:
1. Bahagia kembali kepada Fitrah. Hal ini sebagaimana arti dari Idhul Fitri itu sendiri. Id artinya kembali, Fitri artinya Fitrah. Fitrah bisa diartikan diperbolehkannya makan dan minum kembali disiang hari dan bisa diartikan kembali fitrah asal mula semua keberadan manusia mengakui akan adanya Allah SWT dan kembali pada agama yang lurus.
Firman Allah SWT.
فاقم وجهك للديني حنيفا فطرة الله التي فطرالناس عليها لا تبديل لخلق الله ذالك الدين القيم ولكن اكثر الناس لا يعلمون
Maka hadapkanlah wajahmu pada agama yang lurus. Allah telah menjadikan fitrah bagi manusia, tidak ada perubahan dalam ciptaan Allah. Demikian agama yang lurus, dan akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. [Q.S. Arrum ayat 30]
2. Bahagia dapat bertemu kembali ramadhan dan dapat melaksanakan ibadah. Banyak diantara saudara-saudara kita yang tahun dulu bersama melaksanakan ibadah, tahun ini tidak berjumpa lagi karena telah di panggil sang pencipta Allah SWT, karena itu tidak heran dihari kemengan ini banyak orang saling mendoakan slamat bagi yang masih hidup, dan ziarah kubur sekedar untuk mendoa’kan orang tua, sahabat, handai taulan yang telah mendahuluinya, semoga Allah mengampuninya. Amin ya rabbal Al-Amin
Firman Allah SWT:
ربناغفرلنا ولاخواننا الذين سبقون با لا يمان ولا تجعل في فلو بنا غلا للذين امنوا ربنا انك رؤوف الراحيم
Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman mendahului kami, dan jangan Engkau jadikan didalam hati Kami kebencian pada mereka. Sesungguhnya Allah Maha pemaaf lagi Maha penyayang [Q S. al-Hasyar 10]
3. Bahagia dapat bersilaturahim. Bertemu dengan orang tua sanak saudara dan handai tolan adalah kebahagian sendiri, memuliakan tamu yang datang sambil berucap selamat Idul Fitri diiringi dengan ucapan maaf memaafkan membuka tali kasih sayang Allah dan membuka pintu rizki. Sehingga terjadi suasana akrab, hangat dalam keluarga dengan tidak memandang pangkat, jabatan, status sosial, semua merasakan kebahagiaan. Terlebih bila disibukan dengan berbagai pekerjaan nun jauh di sana, yang hanya bisa pulang dan berkumpul setahun sekali.
Sabda Rasulullah SAW
من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فاليكرم ضيفه، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فالصل رحمه،ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فاليقل خيرا او ليصمة
Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah memuliakan tamunya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah menyambungkan silaturahmi. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berbicara dengan baik atau diam [HR. Muslim]
4. Bahagia terbebas dari segala kotoran noda dan dosa bagi orang yang sukses melaksanakan ibadah shaum ramadhan.
Satu bulan penuh kita diterening, dilatih, digemleng dibulan ramadhan dengan memperbanyak amal ibadah, baik ibadah makhdhah (khusus) dengan tatacara, perincian, dan keberadaan yang khusus telah di tentukan Allah dan rasul pelaksanaannya seperti shalat tarawih, zakat fitrah dan Zakat maal serta I’tikap, maupun ibadah ghaira Makhdhah (umum) yang tatacara ya diserahkan kepada manusia seperti infak shadaqah, memberi ta’zil bagi orang yang berpuasa, tadarus membaca al-Quran dan lainnya, termasuk bermunajat, memohon ampunan Allah dari segala hilap dan dosa yang yang telah diperbuat, maka kita berharap seluruh amalan diterima Allah SWT.
Sabda Rasulullah SAW
من صاما رمضان امانا وحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Barang siap yang berpuasa pada bulan ramadhan semata-mata mengharap karena Allah, maka Akan diampuni segala dosa-dosanya yang telah lewat. [HR. Buchari dan Muslim]
Mudah-mudahan kita tergolong pada manusia yang meraih kemenangan dihari raya Idhul Fitri ini dan semua amalan di bulan ramadhan dapat diterima Allah SW, serta segala dosa-dosa yang dilakukan diampuni Allah SWT. Sehingga kita kembali pada fitrah manusia sesungguhnya suci bersih dari kotoran noda dan dosa. Amin ya Allah ya rabbal a’lamin
Selamat hari raya Idhul Fitri 1444 H
Semoga Allah menerima amalan kita dibulan ramadhan, mohon maaf lahir dan batin
