Tidak Akan Masuk Surga Hingga Unta Masuk Liang Jarum
Oleh Drs. Madropi, M.Pd. (Wk. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bogor)
Segala puji bagi Allah yang di tangan-Nya seluruh genggaman kerajaan yang ada di langit dan dibumi, yang mengatur seluruh jagat alam semesta, serta yang maha mengetahui seluruh isinya. Tidak sehelai daun pun yang jatuh kemuka bumi , kecuali Allah mengetahuinya. Tidak setetes pun air yang hilang di tengah samudra lautan yang dalam, kecuali Allah mengetahuinya dan tidak sebutir pasir pun yang bergerak dan hilang di tengah hamparan Padang pasir yang luas kecuali Allah maha mengetahuinya.
Allah SWT memberikan kebebasan pada manusia di dunia untuk memilih jalan hidup masing-masing, mau beriman silahkan, mau kafir pun silahkan. Termasuk beriman tapi perbuatan kafir melanggar ketentuan hukum Allah, silahkan. Yang jelas seluruh perbuatan manusia tidak akan lepas dari pengawasan Allah dan akan dicatat oleh dua malaikat yaitu Rokib dan Atid, jika kebaikan akan ditulis dalam kitab illiyyin sedang keburukan akan di tulis dalam kitab sijjin. Semuanya kelak akan diperlihatkan pada manusia, sebagaimana dijelaskan dalam surat Kahfi ayat 49.
وَوُضِعَ الْكِتٰبُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَيَقُوْلُوْنَ يٰوَيْلَتَنَا مَالِ هٰذَا الْكِتٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيْرَةً
وَّلَا كَبِيْرَةً اِلَّآ اَحْصٰىهَاۚ وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًاۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًا
Artinya : Diletakkanlah kitab (catatan amal pada setiap orang), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya. Mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak meninggalkan yang kecil dan yang besar, kecuali mencatatnya.” Mereka mendapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun. (Q.S. Kahfi : 49)
Pilih beriman, Allah siapkan surga. Sesuai dengan tingkatan amal perbuatan yang dilakukan manusia masing-masing ketika di dunia. Ada surga jannatun Adn, artinya: Surga yang dibawahnya mengalir air sungai, Surga jannatun Nai’mm Artinya: Surga yang penuh dengan berbagai kenikmatan. Surga Jannatun ma’waa Artinya: Surga tempat kembali manusia dan yang paling tinggi adalah Surga firdaus, yang diperuntukan untuk orang-orang mukmin yang sukses. Semua surga penuh dengan berbagai kenikmatan. Kenikmatan surga di jelaskan dalam hadits
Dari Abu Hurairah raḍiyallāhu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah ṣalallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allah ta’ālā berfirman, ‘Aku menyediakan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh (pahala) yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, juga tidak pernah terlintas dalam hati seorang manusia pun.
Pilih kafir, Allah siapkan balasannya neraka Jahannan. Gejolaknya mengepung mereka. Tidaklah mereka diberi minuman kecuali Surodiquha artinya: Air timah yang mendidih
وَاِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَاۤءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَۗ بِئْسَ الشَّرَابُۗ وَسَاۤءَتْ مُرْتَفَقًا
Apabila mereka minta minum, akan diberinya minuman air timah yang mendidh yang menghanguskan muka dan seluruh tubuh mereka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat peristirahatan yang paling jelek. ( Q.S Kahfi 29 )
Bahkan mereka tidak masuk surga hingga unta masuk liang jarum
وَلَا يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ حَتّٰى يَلِجَ الْجَمَلُ فِيْ سَمِّ الْخِيَاطِ
Dan tidaklah mereka masuk surga, sehingga unta masuk liang jarum (Q.S. al-A’rof 40) Maksudnya adalah: Tidak mungkin orang dalam neraka jahanam bisa masuk surga seperti halnya perumpamaan unta bisa masuk liang jarum. Mereka akan kekal selama-lamanya.
Pilih beriman tetapi kelakuan kafir, melanggar ketentuan Allah. Allah siapkan macam-macam neraka yang setimpal dengan tingkantan pelanggarannya masing-masing. Neraka wael, Allah siapkan bagi orang yang shalatnya mengakhir-akhir waktu dan ria ( Q.S.al-Mau’n 4-6 ). Neraka huthomah, bagi orang yang pengupat, pencela dan pengumpul-ngumpul harta ( Q.S. al-Humazah 1-3). Neraka Hawiyah, bagi orang yang timbangan amal keburukannya lebih banyak dari kebaikannya ketika hidup di dunia ( Q.S. al-Qoriah 8-10). Neraka sakor bagi orang yang tidak melaksanakan shalat, tidak memberi makan orang miskin dan para pembicara kebatilan ( Q.S. al-Mudatsir 45 ).
Selama orang itu di dalam hatinya masih ada Iman, tauhid, bersaksi sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah dan bersaksi sesungguhnya nabi Muhammad utusan Allah. Mereka akan masuk surga, tetapi sebelumnya akan dibakar terlebih dahulu perbuatan dosanya, setelah itu akan dimasukan kedalam surga.
Dikisahkan dalam sabda Rasulullah SAW, kisah orang beriman tetapi kelakuannya kafir memasuki surga :
“Sesungguhnya aku tahu siapa orang yang paling terakhir dikeluarkan dari neraka dan paling terakhir masuk ke surga. Yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka dengan merangkak. Kemudian Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau, masuklah engkau ke surga.”
Ia pun mendatangi surga, tetapi ia membayangkan bahwa surga itu telah penuh.
Ia kembali dan berkata, “Wahai Rabbku, aku mendatangi surga tetapi sepertinya telah penuh.”
Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau dan masuklah surga.”
Ia pun mendatangi surga, tetapi ia masih membayangkan bahwa surga itu telah penuh.
Kemudian ia kembali dan berkata, “Wahai Rabbku, aku mendatangi surga tetapi sepertinya telah penuh.”
Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau dan masuklah surga, karena untukmu surga telah dilipat gandakan sepuluh kali lipat dari dunia.” Itulah penghuni surga yang paling ringan derajatnya.
Selanjutnya pilihan dan jalan hidup serta pertanggung jawaban terdapat pada diri kita masing-masing.
