Wasiat Rasulullah SAW Kepada Umatnya Di Akhir Zaman

0
aaa611e4-535d-4cd3-bc6d-9a1bb5b3341d

oleh :Drs. Madropi. M,Pd

Pada saat Rasulullah SAW hendak wafat beliau senantiasa berpesan, umatii umatii artinya umatku umatku, begitulah kecintaan Rasulullah pada umatnya melebihi kecintaan terhadap yang lainnya selain Allah SWT.

Mengapa demikian ? Karena beliau tahu bahwa setelah sepeninggalannya umatnya di akhir zaman akan menghadapi berbagai tantangan, rintangan, ujian dan cobaan yang berat dalam hidupnya. Salah satunya yang beliau pikirkan dan ramalkan adalah hadis yang diriwayatkan dari Sauban berkata; Bersabda Rasulullah SAW,

“Hampir saja para umat (kafir dan sesat) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru sebagaimana mengerumuni sebuah hidangan makanan dalam piring.Berkata salah seorang dari shahabat ; Apakah jumlah umat Islam pada saat itu sedikit ? Rasulullah bersabda; Bahkan umat Islam pada saat itu jumlahnya banyak, akan tetapi bagaikan buih dalam lautan. Allah telah mencabut dari hati musuh rasa takut pada kamu sekalian dan Allah telah menimpahkan pada hati kalian penyakit wahan. Berkata salah seorang diantara sahabat; Ya Rasulullah apa itu penyakit wahan ? Rasulullah bersabda; Cinta dunia dan takut mati.( HR. Abu Dawud dan Ahmad )

Menurut seorang cendekiawan Turki Muhammad Fathullah Gulen dalam bukunya “Cahaya abadi Muhammad SAW kebanggaan umat manusia”.
Kelak akan datang suatu masa ketika bangsa-bangsa di dunia bersekutu dan memusuhi umat Islam, para musuh Islam akan merampok semua kekayaan yang menjadi hak umat Muslim untuk dibagi-bagikan dikalangan mereka, bahkan diketahui meski dalam jumlah banyak umat Islam namun umat Muslim tidak memiliki kekuatan dihadapan bangsa-bangsa yang bersekutu yang memusuhi Islam.

Kenapa semua itu terjadi ? Karena kita bukan lagi umat yang memiliki akar kuat laksana pohon yang kokoh melainkan menjadi seperti buih dan kotoran yang di ombang-ambingkan gelombang. Ketika perselisihan idiologi dan emosianal telah merobek-robek kita menjadi kelompok-kelompok kecil maka muncullah kemudian material yang dirasakan musuh-musuh kita dan persekutuan mereka untuk melawan mengalahkan dan menjajah”.

Dunia dalam pandangan Islam adalah tanaman buat akherat, bukan sebaliknya kita diperbudak oleh kehidupan hawa nafsu dunia berupa keinginan yang berlebihan pada harta, tahta dan wanita. Pangkat, jabatan serta kekayaan hingga merobek-robek iman menjadi lemah dan melupakan perjuangan Islam. Karena pada saat kita mati semua itu tidak dibawanya kecuali amal shaleh yang akan menyertainya.

Begitu pula kematian, setiap orang akan mati dan tidak ada satupun orang yang tidak mati, lari dari kematian sesungguhnya mati akan mengejar kita kemanapun bersembunyi sekalipun di tempat yang kokoh peti besi. Mati didalam tiang gantungan, mati ditembak, dijalan, dirumah atau di rumah sakit, mati itu kembali kepada Allah SWT. Banyakan orang takut mati berjuang sehingga tidak mau lagi menegakkan kebenaran dan keadilan di muka bumi, karena kecintaannya pada kehidupan dunia berlebihan yang mengakibatkan lemahnya Iman.

Solusinya
Dibalik keperihatinan dan kecintaan Rasulullah SAW pada umatnya di akhir zaman, beliau memberikan solusi berupa wasiat dua pusaka serta jalan keluar untuk keselamatan umatnya. Sabda Rasulullah SAW
تركت فيكم امر ين لن تضلوا ما تمسكتم بهما كتاب الله وسنة نبىيه
Aku tinggalkan kepadamu dua perkara, manakala kalian berpegang pada keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya. Dua perkara tersebut adalah al-Quran dan Sunnah nabi /hadits Rasul (H.R. Malik dalam kitab Muwatha)

Selama umat Islam Masih berpegang pada al-Quran dan Sunah nabi kapanpun dan situasi kondisi bagaimanapun tidak akan tersesat selama-lamanya. Karena al-Quran adalah pedoman hidup umat Islam.
Siti Aisyah Istri Baginda Rasulullah pernah di tanya salah seorang shabat; Wahai Aisyah Akhlak apakah yang dilakukan Rasulullah SAW sehingga beliau berakhlak mulia sampai-sampai Allah memujinya
وانك لعلى خلق عظىم
Sungguh Engkau Muhammad memiliki akhlak yang amat agung (mulia) ? Siti Aisyah menjawab ; Beliau menjawab; Akhlak Rasulullah adalah al-Quran. Sehingga sering disebut Quran berjalan- Quran berjalan. Dimaksud Qur’an berjalan bukannya al-Quran dibawa jalan-jalan, akan tetapi segala apa yang dilakukan Rasulullah SAW tidak terlepas dari tuntunan Al-Qur’an yang telah di wahyukan kepadanya sebagai bukti mu’zizat atas kenabian, kerasulannya dan menjadi petunjuk bagi umat manusia.

Hadits adalah: Perkataan, perbuatan Rasulullah SAW serta segala sesuatu dilakukan para shahabat yang disetujui Rasulullah SAW berfungsi sebagai :
a. Memperkuat al-Quran, karena apa yang terdapat dalam Al-Qur’an di perkuat/diperjelas dalam Hadits
b. Untuk merinci ayat-ayat al-quran yang bersifat global ( Mujmal ) sehingga menjadi lebih rinci dan jelas
c. Menjadi dasar hukum Islam manakala tidak ditemukan di dalam Al-Qur’an secara tekstual (eksplisit)

Firman Allah Q.S Ali Imran 103
واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا واذ كروا نعمة الله عليكم اذا كنتم اعداء فالف بين قلو بكم فا صبحتم بنعمته اخوانا وكنتم على شفا حفرة من النار فانقذ كم منها كذالك يبين الله لكم ايته لعلكم تهتدون
Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali agama Allah (al-Quan dan hadits) semuanya jangan berceraiberai dan ingatlah akan nikmat Allah atasmu, ketika kamu sekalian bermusuh-musuhan, lalu Allah melunakan antara hati kamu sekalian, jadilah kalian semua bersaudara. Kamu sekalian hampir saja berada ditepi jurang api neraka, maka Allah menyelamatkannya. Demikian Allah menjelaskan bagimu tanda kekuasaannya, agar kamu sekalian dapat petunjuk (Q.S. Ali Imron 103)

Mudah-mudahan umat Islam akhir zaman ini bisa memegang kembali dua pusaka warisan Rasulullah SAW yaitu al-Quran dan hadits dengan erat, kuat dan tidak lepas, sehingga terbebas dari penyakit wahan cinta dunia dan takut mati yang mengakibatkan lemahnya iman dan takutnya berjuang menegakan kebenaran dan keadilan dimanapun berada. Dapat meninggalkan segala bentuk perselisihan, komplik kelompok serta golongan yang dibuat oleh musuh-musuh Islam sebagai upaya adudomba melemahkan Islam terutama yang tidak suka akan kemajuan umat Islam serta dapat menemukan kembali Izul Islam wal muslimin (kejayaan kembali umat Islam) amin ya Allah ya robbal a’lamin 

Related Posts
Nasehat Lukmanul Hakim pada Anaknya tentang Kehidupan Dunia
Nasehat Lukmanul Hakim pada anaknya tentang kehidupan dunia   يابني ان الدنيا بحر أميق Wahai Anak ku sesungguhnya dunia laksana lautan yang dalam. Lautan kehidupan dunia yang penuh dengan onak dan duri. قد غرق ...
READ MORE
KISAH DUA ORANG YAHUDI PENDUDUK MEKAH DARI KABILAH MAKHZUM BERBEDA PERSEPSI
KISAH DUA ORANG YAHUDI PENDUDUK MEKAH DARI KABILAH MAKHZUM BERBEDA PERSEPSI Oleh: Drs. Madropi. M. Pd Kisah dua orang Yahudi penduduk Mekah dari kabilah Makhzum, menurut Imam al-Qurtubi, mulanya dua bersaudara dan ...
READ MORE
REFLEKSI AKHIR TAHUN 2022
oleh: Drs. Madropi, M. Pd Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bogor Tidak terasa bergantinya waktu dari detik kemenit, ke-jam, ke-hari, ke-minggu, ke-bulan, sampailah kita pada tahun 2023 dengan usia ke sekian tahun. Banyak ...
READ MORE
QADLA (MEMBAYAR) PUASA RAMADHAN Pertanyaan Dari: Daru Hagni, alamat:daru_hagni@yahoo.com.sg (disidangkan pada hari Jum’at, 25 Syakban 1431 H / 6 Agustus 2010) Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr. Wb Kepada Pak Ustadz/Bu Ustadz yang terhormat, langsung saja pada pertanyaan. Ada ...
READ MORE
Harapan Nabi Ibrahim As, Harapan Kita Semua
Khutbah Idul Adha 1439 H Lapangan Cilebut Kab. Bogor Harapan Nabi Ibrahim As, Harapan Kita Semua Oleh : Zahid Mubarok  (Dosen STIDKI Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Bogor)   اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ ...
READ MORE
Benarkah Jumlah PTMA Berkurang?
Oleh: Taufik Tirka dan Nurmawaji Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) terus tumbuh dan berkembang untuk melahirkan insan cerdas dan berakhlak mulia. Pertumbuhan dan perkembangannya tentu tidak lepas dari tantangan dan ...
READ MORE
Puasa Ramadhan Dapat Mengendalikan Hawa Nafsu
oleh : Drs. Madropi, M. Pd Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bogor      Puasa Ramadhan adalah menahan diri dari makan, minum, syawat dan segala yang membatalkannya, termasuk nafsu tempramen/emosian. Diriwayatkan dalam salahsatu hadits, ...
READ MORE
Menilai Imkan Rukat MABIMS dan Wujudul Hilal Muhammadiyah Secara Adil
YOGYAKARTA — Hisab Hakiki Wujudul Hilal adalah kriteria penetapan awal bulan hijriah yang digunakan Muhammadiyah. Kriteria ini mensyaratkan tiga parameter, yaitu: (1) ijtimak sebelum gurub, (2) bulan terbenam (moonset) setelah ...
READ MORE
Pola Hidup Digital: Apakah Kita Menuju Brain Rot?
Oleh : Abdulloh Azzam (CEO WaroengCangkem) Istilah brain rot menjadi topik yang semakin relevan di era digital saat ini. Meskipun secara harfiah berarti “pembusukan otak,” brain rot dalam konteks modern merujuk pada dampak negatif konsumsi ...
READ MORE
Strategi Merger Perguruan Tinggi ala Muhammadiyah
Taufik Tirkaamiasa, S. Kom, M. Kom (MPI PDM Kota Bogor) Wow, universitas-universitas baru milik Persyarikatan Muhammadiyah semakin bertambah di tengah moratorium yang masih diberlakukan  dan pandemi Covid-19. Meski moratorium pendirian universitas yang ...
READ MORE
Nasehat Lukmanul Hakim pada Anaknya tentang Kehidupan Dunia
KISAH DUA ORANG YAHUDI PENDUDUK MEKAH DARI KABILAH
REFLEKSI AKHIR TAHUN 2022
Qadla Puasa Ramadhan
Harapan Nabi Ibrahim As, Harapan Kita Semua
Benarkah Jumlah PTMA Berkurang?
Puasa Ramadhan Dapat Mengendalikan Hawa Nafsu
Menilai Imkan Rukat MABIMS dan Wujudul Hilal Muhammadiyah
Pola Hidup Digital: Apakah Kita Menuju Brain Rot?
Strategi Merger Perguruan Tinggi ala Muhammadiyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *