KISAH DUA ORANG YAHUDI PENDUDUK MEKAH DARI KABILAH MAKHZUM BERBEDA PERSEPSI

0
Madropi-foto

KISAH DUA ORANG YAHUDI PENDUDUK MEKAH DARI KABILAH MAKHZUM BERBEDA PERSEPSI

Oleh: Drs. Madropi. M. Pd

Kisah dua orang Yahudi penduduk Mekah dari kabilah Makhzum, menurut Imam al-Qurtubi, mulanya dua bersaudara dan sama-sama dalam suatu usaha, satunya Mukmin  (beriman) satunya lagi kafir (mengingkari karunia Allah) kemudian mereka berpisah dan membagi kekayaannya, masing –masing  dengan menerima ribuan dinar.

Yahuza adalah orang beriman sedangkan Qurtus adalah orang yang kafir. Yahuza setelah mendapatkan pembagian dari hasil usahanya, Ia menggunakan uangnya seribu dinar untuk membebaskan budak, seribu dinar untuk membeli makanan bagi orang-orang terlantar dan seribu dinar untuk membelikan pakaian orang-orang lapar. Adapun Qurtus yang kafir dan ingkar menggunakan uangnya untuk kawin dengan wanita cantik dan kaya, membeli hewan ternak, kebun dan lainnpya. Kekayaannya berkembang sehingga menjadi orang yang kaya di negrinya. Kisah lain menyebutkan orang kaya dengan kebun anggur dan tanamannya yang luas dikelilingi dengan pohon-pohon kurma.

Ada dua sebab yang mendorong Qurtus berlaku kafir/ingkar kepada Tuhan:

  1. Kepercayaan penuh terhadap kemampuan tenaga manusia untuk memelihara kebun-kebun itu sehingga selamat dari kehancuran. Dengan kekayaan berupa Emas, perak, serta Dinar/uang sebagai modal. Sumber daya manusia yang berpengalaman dan pengetahuan tentang perawatan, pemeliharaan tanaman dan kebun, Ia percaya  sanggup menjaga kelestarian, keindahan dan kesuburan. Ia sama sekali tidak menyadari daya keterbatasan akal sehat manusia dan tidak percaya akan kekuatan gaib yang kuasa berbuat atas segala sesuatu.
  2. Kepercayaan akan keabadian alam dan Zaman serta tidak percaya terhadap hari kiamat. Tidak ada yang akan musnah dari alam ini, hanyalah perubahan dan pergantian menurut hukum yang berlaku.

Yahuza membantah pemikiran saudaranya itu. Qurtus memandang rendah Yahuza karena kemiskinannya,  sebaliknya Yahuza memandang rendah Qurtus karena kekafirannya. Yahuza menasehati saudaranya itu dengan mengatakan  “ Tidak pantas mengingkari  kekuasaan Allah yang menciptakan dirinya dari tanah” Bukankah tanam-tanaman, hewan yang dimakan semuanya dari tanah ?

Setiap insan harus sadar, mulanya kita dari tanah, tidak ada, kemudian menjadi ada. Tidak mungkin kehadiran ke alam wujud ini dihubungkan oleh diri sendiri tampak Zat yang mengatur Allah SWT.

Seharusnya Mensyukuri atas anugrah yang diberikan Allah dan katakanlah “ Masya Allah la Quwwata Illa billah” Sebagai pengakuan akan syukur kepada Allah dan ketidak berdayaan manusia.

Sabda Rasulullah SAW dari Abi Hurairah

اَلَّا اَدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوْزِ الْجَنَّةِ تَحْتَ العَرْشِ قَالَ. قُلْتُ نَعَمْ قَالَ : أَنْ تَقُوْلَ لَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ (رواه أحمد عن ابي هريرة)

Artinya: Maukah aku tunjukan kepadamu salah satu perbendaharaan surga yang terletak di bawah Arasy ? Aku Menjawab,  ya. Rasulullah Bersabda, Bacalah La Quwwata Illa Billah [HR. Ahmad dari Abi Hurairah].

Ucapan terhadap pemberian nikmat yang Allah berikan, Sabda Nabi:

مَا اَنْعَمِ اللهُ عَلَى عَبْدٍ نِعْمَةَ فِى اَهْلِ اَوْ وَلَدٍ فَيَقُوْلُ مَاشَاءَ اللهِ لَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ اِلَّا دَفَعَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ كُلَّ اَفَةٍ حَتَّى تَأْتِيَهُ مَنِيَّتَهُ وَلَوْ اِذْدَخَلْتَ (رواه بيهكي وابن مردوية عن انس)

Setiap Allah memberikan kepada seorang hamba nikmat pada keluarga, harta atau anak lalu ia mengucapkan “ Masya Allah, La Quwwata Illa Billah” tentu Allah akan menghindarkan Dia dari segala bencana sampai kematiannya, kemudian rasulullah membaca surat Al Kahfi ayat 39 [Riwayat Baihaki dari  Anas RA]

Artinya: Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,

Setelah Yahuza menasehatinya, namun tetap tidak mau menurutinya. Akhirnya Ia berdoa’  semoga Allah menghancurkannya dengan mengirim petir dari langit dan membakar habis kebunnya serta bencana dari buami dengan jalan menghisap air yang mengalirinya dan masuk kedalam perut bumi. Lalu Allah SWT menurunkan ayat berikutnya:

Artinya: Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, Maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

Kisah dan ayat ini mengingatkan kita semua, Bahwa pangkat, jabatan, kekayaan dan kesenangan yang dimiliki seseorang tidak akan langgeng selamanya kita miliki, melainkan hanya seumpama air hujan turun dari langit tumbuh subur tanaman, lama kelamaan kering dan hancur tertiup angin. Maknanya: jabatan yang kita miliki suatu saat akan lepas, Kekayaan yang kita miliki akan pindah pada orang lain, kesenangan tidak akan lama kita miliki, lama-kelamaan kita akan tua, setelah itu matilah, dan sirnalah semuanya.

Harta, anak hanyalah perhiasan dunia, tidak pantas dibangga-banggakan walaupun dapat menjamin keberlangsungan hidup orang tua, anak dan keturunan dimasa yang akan datang. Ketika kita mati semua tidak akan dibawa, hanyalah amal kebajikan, Shalat, Zakat, Puasa, membantu pakir miskin dan lainnya  yang buahnya dapat di rasakan sepanjang jaman    sampai kelak nanti di yaumil akhir.

Selamat merenungkan! 

Related Posts
KEISTIMEWAAN BULAN  RAMADHAN DAN KEMULIAANNYA
Ramadhan berasal dari bahasa Arab, Jamaknya ramadhanat atau armidha. Bulan kesembilan dari  tahun baru Hijrah. Menurut pengertian bahasa, ramadhan berarti amat panas. Nama ini diberikan oleh orang arab pada bulan kesembilan, karena pada bulan tersebut padang pasir sangat ...
READ MORE
Nasehat Lukmanul Hakim pada Anaknya tentang Kehidupan Dunia
Nasehat Lukmanul Hakim pada anaknya tentang kehidupan dunia   يابني ان الدنيا بحر أميق Wahai Anak ku sesungguhnya dunia laksana lautan yang dalam. Lautan kehidupan dunia yang penuh dengan onak dan duri. قد غرق ...
READ MORE
Doa’nya Orang Berpuasa  Adalah Mustajab
oleh : Drs. Madropi, M. Pd / Ketua PDM Kota BogorSecara bahasa, kata “Doa’ ” itu bermakna seruan, jadi berdoa itu artinya menyeru, mengucap, memanggil. Sedangkan secara istilah “Doa’ ” adalah suatu permohonan ...
READ MORE
Strategi Merger Perguruan Tinggi ala Muhammadiyah
Taufik Tirkaamiasa, S. Kom, M. Kom (MPI PDM Kota Bogor) Wow, universitas-universitas baru milik Persyarikatan Muhammadiyah semakin bertambah di tengah moratorium yang masih diberlakukan  dan pandemi Covid-19. Meski moratorium pendirian universitas yang ...
READ MORE
Istiqomah Merawat Nilai Bulan Haram di Era New Normal
Oleh : Dr. Zahid MubarokKhutbah Iاْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، ...
READ MORE
Pola Hidup Digital: Apakah Kita Menuju Brain Rot?
Oleh : Abdulloh Azzam (CEO WaroengCangkem) Istilah brain rot menjadi topik yang semakin relevan di era digital saat ini. Meskipun secara harfiah berarti “pembusukan otak,” brain rot dalam konteks modern merujuk pada dampak negatif konsumsi ...
READ MORE
Analisis Akal Sehat
By M. Fauzi Sutopo, Al Fakir (Sekretaris PDM Kota Bogor)     Pengantar Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-18 akan digelar pada 21-24 Februari 2023 di Balikpapan dengan "Konsultasi ke Jokowi" lalu Presiden akan hadir di ...
READ MORE
JANGAN BUAT KECEWA ORANG TUA MURID GARA-GARA MATA PELAJARAN SEKOLAH BERKONTEN PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI.
Oleh : Dr. Zahid Mubarok , M.E.I   ( Wakil Ketua PDM Kota Bogor )   Beberapa hari ini kita sebagai orang tua sangat di kejutkan dengan beredarnya konten dalam salah satu mata ...
READ MORE
Sebaik-baiknya Manusia Adalah yang Paling Bermanfaat bagi Manusia
Oleh : Drs. Madropi, M.Pd. (Wk. Ketua PDM Kota Bogor) Di tengah derasnya arus informasi teknologi dan globalisasi dunia saat ini, banyak orang yang beranggapan bahwa dunia sudah  tidak lagi selebar ...
READ MORE
?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
Oleh:  Taufik Tirkaamiasa, S. Kom, M. Kom  Ketua MPI PDM Kota Bogor   Warga Persyarikatan Muhammadiyah baru saja kehilangan tokoh bangsa penggerak di bidang pendidikan khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), Prof. Abdul ...
READ MORE
KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN DAN KEMULIAANNYA
Nasehat Lukmanul Hakim pada Anaknya tentang Kehidupan Dunia
Doa’nya Orang Berpuasa Adalah Mustajab
Strategi Merger Perguruan Tinggi ala Muhammadiyah
Istiqomah Merawat Nilai Bulan Haram di Era New
Pola Hidup Digital: Apakah Kita Menuju Brain Rot?
Analisis Akal Sehat
JANGAN BUAT KECEWA ORANG TUA MURID GARA-GARA MATA
Sebaik-baiknya Manusia Adalah yang Paling Bermanfaat bagi Manusia
Malik Fadjar, Tokoh Penggerak Kampus Muhammadiyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *