Muhammadiyah Miliki Tanggungjawab dalam Mensosialisasikan Persatuan Kalender Internasional

0
kalenderglobal2019-07-13 at 1791

YOGYAKARTA — Berbekal sumber daya intelektual, Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih mempunyai tugas untuk mengemban amanah dalam mensosialisasikan penyatuan kalender internasional dan melakukan pembaharuan pemikiran Islam melalui epistimologi yang dimilikinya.

Sosialisasi kedua topik bahasan tersebut memerlukan perjuangan yang tidak mudah, seperti yang disampaikan Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam Serial Kajian Konsolidasi Hisab Muhammadiyah yang diselengarakan oleh Majelis Tarjih pada Sabtu (13/7) di Kantor PP Muhammadiyah, JL. Cik Ditiro, No 23, Yogyakarta.

“Ini menjadi dambaan yang harus diperjuangkan dan tentu tidak boleh menyerah. Ketika dulu satu abad yang lalu Kiyai Dahlan betapa susah untuk menyakinkan masyarakat terkait arah kiblat yang benar berdasar dengan ilmu falak yang dikuasai atau juga berdasar dengan syariat, tapi lama kelamaan orang terbiasa dengan itu,” ungkap Haedar.

Muhammadiyah memiliki tanggung jawab dalam mensosialisasikan persatuan kalender internasional, penyatuan tersebut ditujukan untuk mengurangi atau mencari jalan tengah perihal banyaknya perbedaan putusan tentang hitungan kalender global di internal umat Islam. Terlebih, ketika menentukan hari-hari besar umat Islam. Meski menjadi salah satu urgensi bagi umat Islam, namun tidak perlu dilakukan dengan terburu-buru. Perlu melalui proses dialog dan pemahaman yang mendalam, sehingga semakin memperkaya referensi serta membanyak kader yang meguasai.

“Kedepan, ini akan terus memiliki perbedaan. Maka  juga diperlukan bantuan teknologi sebagai penunjang kerja ke-Tarjihan. Seperti paeralatan yang dimiliki oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” tambahnya.

Melihat kecenderungan generasi milenial, Haedar juga berharap semakin diperbanyak laboratorium atau tempat penelitian tentang ilmu eksak. Sehingga sosialisasi bukan hanya diperankan oleh Majelis Tarjih, tapi juga menggandeng Perguruan Tinggi Muhammadiyah sebagai kantung-kantung keilmuan di Muhammadiyah. Sosialisasi yang dilakukan diharapkan bisa memicu gelombang besar dan menjadi state of mind berkemajuan yang kemudian diadopsi generasi milenial.

“Gelombang ini harus diperbesar, karena ini sebagai state of mind dan perlu direproduksi sebagai sebagai gerakan untuk generasi milenial. Karena mereka nanti akan menjadi penentu atas kebijakan dan penganti pemimpin sekarang ini, sehingga kebijakan yang dibuat bisa kompatibel disituasi era modern,” urai Haedar.

Kalender Global yang disosialisaikan oleh Majelis Tarjih merupakan hasil dari kontruksi paradigma berfikir yang dimiliki oleh Muhammadiyah. Maka, selain mensosialisasikan produk pemikiran, Muhammadiyah juga perlu untuk mensosialisasikan pendekatan keilmuan yang dimilikinya. Pendekatan tersebut meliputi tiga metode, yakni bayani, burhani dan irfani.

Haedar beralasan, membanguun alam pemikiran Islam merupakan bagian dari membangun peradaban Islam. Karena ilmu pengetahuan merupakan basic dalam membangun peradaban Islam. Pendekatan atau epistimologi yang dipakai oleh Muhammadiyah perlu dijadikan sebagai suatu gerakan yang tersetruktur, sistematis dan masif. Muhammadiyah sendiri dalam khazanah pemikiran Islam memiliki modal besar dalam sumber daya intelektual, karena organisasi Islam lain masih jarang yang memakai bayani, burhani dan irfani sebagai alat pendekatan. Pendekatan komprehensif yang dimiliki Muhammadiyah sebagai solusi atas kterpurukan dunia Islam.

“Dunia Islam sedang mengalami proses yang memprihatinkan, karena terjebak dalam gejolak sosial politik pasca Arab Spring sehinga berpengaruh kepada usaha membangun peradaban Islam. Jika tidak memiliki dasar pemikiran yang komprehensif, akhirnya dunia pemikiran Islam akan mengalami disrupsi yang luar biasa bukan hanya dalam sosial, politik ekonomi, tetapi justru dalam pemikiran,” jelas Haedar.

Muhammadiyah memiliki peluang dan harus pecaya diri dengan sumber daya intelektual yang cukup dan memiliki modal dalam rentang sejarah yang menyertainya.

“Jangan sampai Islam mengalami kekeringan. Serta menjadikan Muhammadiyah berubah menjadi neo-konservatifisme Islam, menjadi neo radikalisme Islam. Maka diperlukan pemahaman mendalam terkait tiga metode tersebut, karena pendekatan tersebut bukan hanya memunculkan kesalehan personal, tapi juga kesalehan sosial,” pungkas Haedar. (a’n)

 

Related Posts
Ketua PDM Kota Bogor:  Pemuda Muhammadiyah Harus Menjadi Pemimpin-pemimpin Bangsa.
Ketua PDM Kota Bogor Khawatir AUM tidak Diisi Kader Muhammadiyah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) seperti sekolahan, pondok pesantren, poliklinik atau rumah sakit kehilangan nilai amalnya jika tidak dikelola oleh kader persyarikatan. "Jangan ...
READ MORE
Rumah kader Muhammadiyah  Musnamar kota Bogor Diharapkan Melahirkan Kader Bangsa
Keberadaan rumah kader Muhammadiyah Musnamar Kota Bogor di dekat IPB University diharapkan bisa melahirkan kader bangsa. Demikian dikatakan Ketua PDM Kota Bogor Madropi dalam sambutan peresmian Rumah Kader Musnamar Persyarikatan Muhammadiyah ...
READ MORE
Lazismu dukung Pemberangkatan EMT (Emergency Medical Team) ke Turki
Jumlah korban jiwa pasca gempa yang melanda Turki dan Suriah terus bertambah hingga mencapai 33.179 korban jiwa. Diantaranya tercatat 29.605 orang tewas diturki dan 3.574 korban jiwa di Suriah Pemerintah RI ...
READ MORE
Ahok dan Pengacaranya Dinilai Lecehkan Ulama, IPNU Akan Buat Perhitungan
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar NU menuntut Ahok dan pengacaranya mohon maaf kepada Rais Am PBNU dan seluruh warga NU. “Ahok telah menghina panutan tertinggi kami dengan menuduh kiai tidak objektif dan ...
READ MORE
SMA Bina Ruhama Kota Bogor Peduli Cianjur
SMA Bina Ruhama Kota Bogor Menyalurkan Donasi bencana gempa Cianjur Jawa Barat melalui Lazismu Kota Bogor. Selasa, 29 November 2022 – Lazismu kota Bogor menerima donasi dari SMA Bina Ruhama Kota ...
READ MORE
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor Resmikan Koperasi Syariah
Bogor- Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM)  Kota Bogor menggelar Pertemuaan dengan Perwakilan Dinas Koprasi dan UMKM  Kota Bogor di Komplek Islamic Center Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jalan Merdeka 118. Kota Bogor "Sebagai wujud ...
READ MORE
Ketua Umum PP Muhammadiyah Resmikan 11 Gedung dalam Sekali Kesempatan
KUNINGAN – Gerak dakwah kemanusiaan Persyarikatan mengalami kemajuan pesat di provinsi Jawa Barat. Terbaru, hal ini nampak pada acara peresmian 11 buah gedung Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di wilayah Kabupaten ...
READ MORE
Semarak Festival “MIMSA” 2022
FESTIVAL MIMSA “Memajukan Indonesia Mencerahkan Semesta ” Festival Mimsa Yang diselenggarakan Oleh SMA & SMK Muhammadiyah Kota Bogor yang di Gagas oleh Bapak Yosep Djoko Santoso S.Pd , Faisal Nur Amin Nasution ...
READ MORE
Penanganan Terorisme Perlu Libatkan Pendekatan non-Hukum
Berbicara dalam forum Seminar Nasional Kajian Hukum Terhadap Revisi UU No 15 Tahun 20013 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, di Hall Asri Medical Center Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (AMC UMY), Sabtu (6/8), ...
READ MORE
Ustad Zahid Mubarok
SEDEKAH BISA HILANGKAN RESAH, GELISAH DAN KEGUNDAHAN(Oleh : Dr. Zahid Mubarok , M.E.I  (Wakil Ketua PDM Kota Bogor dan Dosen Pascasarjana Ilmu Syariah dan Bahasa Arab Cileungsi Bogor).Mari kita renungkan ...
READ MORE
Ketua PDM Kota Bogor: Pemuda Muhammadiyah Harus
Rumah kader Muhammadiyah Musnamar kota Bogor Diharapkan
Lazismu dukung Pemberangkatan EMT (Emergency Medical Team) ke
Ahok dan Pengacaranya Dinilai Lecehkan Ulama, IPNU Akan
SMA Bina Ruhama Kota Bogor Peduli Cianjur
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor Resmikan Koperasi
Ketua Umum PP Muhammadiyah Resmikan 11 Gedung dalam
Semarak Festival “MIMSA” 2022
Penanganan Terorisme Perlu Libatkan Pendekatan non-Hukum
SEDEKAH BISA HILANGKAN RESAH, GELISAH DAN KEGUNDAHAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *