Sebaik-baiknya Manusia Adalah yang Paling Bermanfaat bagi Manusia
Oleh : Drs. Madropi, M.Pd. (Wk. Ketua PDM Kota Bogor)
Di tengah derasnya arus informasi teknologi dan globalisasi dunia saat ini, banyak orang yang beranggapan bahwa dunia sudah tidak lagi selebar dan seluas dahulu, mengapa ? Karena apapun yang terjadi di seluruh belahan dunia saat ini dapat diakses dan dilihat dalam sebuah ruangan kecil bernama” teknologi”.
Begitu pula peperangan dan pertempuran yang terjadi zaman dahulu, sudah sangat berbeda dengan peperangan dan pertempuran zaman sekarang. Dahulu orang perang dan bertempur jarak dekat, menggunakan senjata bayonet, pedang, tombak dan panah, sehingga resiko kematian dapat diatur, diukur sesuai dan tepat sasaran. Sekarang menggunakan alat elektronik dengan jangkauan ratusan bahkan ribuan km, menggunakan roket, rudal, dron, bom dan nuklir, sehingga resiko kematian jauh lebih luas dan besar, yang mengakibatkan ribuan bahkan jutaan orang mati, termasuk anak kecil, wanita dan warga sipil yang tidak berdosa. Perang dan pertempuran saat ini lebih banyak menakutkan umat manusia di muka bumi, karena terjadi kapan dan di mana saja, terlebih bila nuklir sudah diledakan.
Allah SWT mengatkan dalam Quran surat Arrahman 33
يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْاۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ
Artinya: Wahai segenap jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya, kecuali dengan sultan (kekuasan Allah)
Menurut Sebagian penafsir kata” sultan” adalah Ilmu pengetahuan dan teknologi, karena banyak ayat al-quran yang memerintahkan manusia untuk mengenali benda-benda langit dan benda benda bumi.
Menurut sebagian penafsir lainnya bahwa kata “sultan” adalah Ilmunya Allah. Karena sehebat apapun manusia dan lari kemanapun, di yaumil akhir manusia tidak akan bisa lepas dari pertanggung jawaban terhadap Allah SWT, Terlebih lintasan penjuru langit dan bumi yang dilakukan manussia saat ini belum seberapanya dibandingkan dengan Ilmunya Allah SWT. Firman Allah Q.S. Lukman 27
وَلَوْ اَنَّ مَا فِى الْاَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ اَقْلَامٌ وَّالْبَحْرُ يَمُدُّهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖ سَبْعَةُ اَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمٰتُ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
Artinya: Seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta) ditambah tujuh lautan lagi setelah (kering)-nya, niscaya tidak akan pernah habis kalimatullah) ditulis dengannya Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Menurut : Ar-Rabi’ ibnu Anas,” sesungguhnya perumpamaan ilmu para hamba semuanya di dalam ilmu Allah SWT, sama dengan setetes air bila dibandingkan dengan semua lautan”.
Arus informasi teknologi dan globalisasi saat ini bagaikan dua sisi pisau yang tajam, disuatu sisi dapat memudahkan manusia untuk mengakses dan mendapatkan sesuatu, contohnya mengunakan online akan datang sendiri, melakukan pertemuan di manapun dan kapanpun, cukup zoom dan virtual, seharusnya manusia lebih bersyukur dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Di sudut lain banyak manusia yang menyalahgunakannya, sehingga dapat merusak moral dan menjerumuskan manusia pada jurang kemaksiatan dan hancuran umat manusia di muka bumi.
Yang benar adalah bagaimana kita sanggup menggunakan dengan sebaik-baiknya arus informasi, teknologi dan globalisasi untuk memberikan manfaat, kemaslahatan dan kebaikan sebanyak-banyaknya bagi kepentingan umat manusia, baik di dunia maupun di akherat kelak,
sabda rasulullah SAW
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
Amin ya Allah ya robbal a’lamin
