Bencana Alam, Siklus Alam atau Kerusakan Akibat Ulah Manusia?

0
Wakil-Ketua-MUI-Kota-Bogor-Madropi

Oleh: Drs Madropi, M.Pd (Wakil Ketua PDM Kota Bogor)

Banyak orang yang tidak menyadari akan datangnya bahaya bencana alam, padahal bencana datang acapkali tidak diduga kapan saja terjadi dengan tidak mengenal negeri, waktu dan tempat. Tiba-tiba menimbulkan kerusakan dan dampak negatif seperti kematian, cacat, kehilangan harta benda, tempat tinggal, pengungsian dan penderitaan lainnya.

Al-Quran dan Hadits telah mengingatkan kita semua, bahwa bencana kadang datang pada saat malam hari di saat orang tertidur nyenyak, waktu Dhuha di saat orang tengah sibuk bekerja, siang atau sore hari di saat orang-orang beristirahat, intinya kita tidak boleh lengah dari bencana alam.

Bencana dalam bahasa Arab di sebut ”Al-Karitsah” dimaknai suatu keadaan yang diliputi oleh suatu kesulitan. Al-Baliyyah atau Ad-Dahr dimaknai sebagai perkara yang tidak disukai manusia, semisal kemalangan dan musibah. Sedang dalam istilah bahasa Indonesia, dimaknai sebagai suatu yang menyebabkan (menimbulkan) kesusahan, kerugian, penderitaan, malapetaka dan kecelakaan. Ada dua hal yang dapat mempengaruhi musibah bencana alam baik itu tsunami, longsor, gempa maupun banjir dan lainnya.

1. Siklus alam atau Sunatullah

Alam semesta dan segala yang ada didalamnya hanya tunduk patuh pada aturan yang disebut hukum alam atau sunnatullah. Hukum dan ketetapan itu dibuat dan dikendalikan oleh satu kekuatan yang maha dahsyat. Kekuatan yang meliputi seluruh alam jagat raya yang maha luas. Dia yang mengatur alam jagat itu mengetahui setiap butir dan titik yang ada di alam semesta ini, yang maha mengetahui segala makhluknya yang keluar dan masuk kebumi, yang turun dan naik kelangit, mempunyai kekuatan takterbatas Allah SWT. Firman Allah surat al-Fath ayat 23

سُنَّةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلُۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ ٱللَّهِ تَبۡدِيلٗا

Artinya: Sunatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tidak akan menemukanperubahan baginya

Menurut hukum alam,berdasarkan kajian dan penelitian Indonesia adalah salah satu negara yang rawan bencana alam, karena Indonesia terletak dikawasan pertemuan tiga lempengan bumi, yaitu Eurasia, Pasifik dan Indo-Australia. Terletak di daera sabuk api, terkenal dengan sebutan”ring of fire” dimana terdapat 187 gunung berapi berderet dari barat ke timur.

Saat ini Indonesia menempati rangking pertama dari 265 negara di dunia terdapat resiko tsunami. Rengking pertama dari 162 negara terdapat rawan longsor. Rengking ke 3  dari 153 negara terdapat resiko gempa bumi dan rengking ke 6 dari 162 negara terdapat resiko bencana banjir.

Menyikapi kondisi demikian, hal yang perlu dipikirkan dan dilakukan terkait dengan potensi bencana alam di Indonesia tidak hanya sebatas sebelum kejadian dan saat terjadinya bencana, tetapi setelah terjadinya bencana sampai masa pemulihan. Kesiapan fisik dan mental akan mengurangi kepanikan ditengah masyarakat ketika bencana yang tidak diinginkan benar-benar terjadi. Sebaliknya minimnya persiapan akan memperparah efek negatif bencana.

Respon tanggap darurat sanget penting dilakukan dengan cepat, bahkan paska tanggap darurat, dimana masyarakat yang terdampak oleh bencana masih banyak memerlukan pemulihan kehidupannya agar kembali berjalan dengan normal. Sayangnya kondisi demikian sering banyak dilupakan dan ditinggalkan.

Siklus alam yang menimbulkan bencana alam sering di pahami akibat kemaksiatan dan rusaknya aqidah penduduk setempat, sehingga pihak yang paling dirugikan adalah korban bencana alam, mereka harus menanggung derita ganda, sudah mereka kehilangan segalanya dari mulai harta, nyawa, sanak famili bahkan kebahagiaan hidup, mereka juga menjadi sasaran kutukan dari pihak lain. Firman Allah Q.S. al-Hadid 22-23

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِيٓ أَنفُسِكُمۡ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مِّن قَبۡلِ أَن نَّبۡرَأَهَآۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ٢٢ لِّكَيۡلَا تَأۡسَوۡاْ عَلَىٰ مَا فَاتَكُمۡ وَلَا تَفۡرَحُواْ بِمَآ ءَاتَىٰكُمۡۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٍ

Artinya: Tiada satu bencanapun yang menimpa dimuka bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (lauhil Mahfud) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya Allah akan yang demikian itu amatlah mudah. Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.

2. Kerusakan akibat ulah tangan-tangan manusia

Bencana alam bisa ditimbulkan oleh eksploitasi manusia terhadap alam yang berlebihan, melakukan tindakan-tindakan merusak alam dengan tidak memikirkan adanya keseimbangan. Kerusakan tersebut dilakukan akibat dari ulah tangan-tangan keserakahan manusia dimuka bumi dengan tidak memikirkan akibat-akibatnya dan tidak memahami fungsi  tugas kekhalifahan, akibatnya Allah perlihatkan dari sebahagian apa yang mereka perbuat. Firman Allah Q.S. ar-Rum ayat 41

٠ ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ٤١ قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلُۚ كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّشۡرِكِين

Artinya: Telah nampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan oleh tangan-tangan manusia. Allah hendak memperlihatkan dari sebagian apa yang mereka Bu perbuat, mudah-mudahan mereka kembali. Katakanlah (Muhammad) berjalanlah dimuka bumi, pandanglah bagaimana bagaimana akibat orang-orang yang merusak sebelum kamu, kebanyakan mereka menyekutukan Allah.

Dari uraian tersebut di atas jelas bagi kita bahwa bencana alam baik itu berupa tsunami, gempa bumi, longsor, banjir dan lainnya ada yang merupakan siklus alam biasa, ada juga yang dilakukan oleh tangan-tangan ulah napsu serakah manusia dengan tidak memikirkan keseimbangan alam semesta. Semua itu adalah ujian  bagi manusia agar kembali sadar, betapa kecil dan tidak berdayanya manusia di hadapan Allah SWT. Agar manusia sadar terhadap apa yang luput dari kamu, tidak terlalu gembira/bangga hati terhadap pencapaian prestasi yang diraihnya, kembali sadar atas kerusakan yang diperbuatnya serta kembali mengingat Allah SWT.  Wallahua’lam

Related Posts
SMP Muhammadiyah Kota Bogor Peduli Cianjur
SMP Muhammadiyah Kota Bogor Menyalurkan Donasi bencana gempa Cianjur Jawa Barat melalui Lazismu Kota Bogor.Selasa, 29 November 2022 – Lazismu kota Bogor menerima donasi dari SMP Muhammadiyah Kota Bogor. Sejak ...
READ MORE
DKM Masjid Al Furqan Kota Bogor Bagikan Makanan setelah Shalat Jumat
Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Furqan Muhammadiyah Kota Bogor membagikan makanan setelah Shalat Jumat "Pembagian makanan dilakukan setelah Shalat Jumat dalam bentuk bento atau boks yang bisa dinikmati di tempat ...
READ MORE
Ketua Muhammadiyah Kota Bogor : Guru Harus Bawa Spirit KH Ahmad Dahlan dalam Mengajar
Pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan harus menjadi spirit oleh para guru dalam memberikan pendidikan kepada para siswa. KH Ahmad Dahlan mempunyai sifat keikhlasan, kesabaran dan inovatif dalam memberikan pendidikan kepada ...
READ MORE
Ini Empat Langkah Memperkuat Ukhuwah Umat Islam Versi Yunahar Ilyas
Perbedaan-perbedaan di antara organisasi Islam di Indonesia bukan menjadi hambatan untuk bersatu dalam menyelesaikan tugas berdakwahnya. Karena, menurut Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Yunahar Ilyas, perbedaan di antara organisasi ...
READ MORE
Indonesia Diprediksi Jadi Kiblat Umat Islam
JAKARTA -- Peran umat Islam dalam tegaknya Negara Republik Indonesia ini dinilai tidaklah sedikit. Tak terkecuali peran dari tokoh-tokoh muslim seperti kiyai, ulama maupun intelektual muslim. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) ...
READ MORE
KEMULIAAN BULAN RAJAB
oleh : Drs. Madropi. M.Pd (Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bogor)   Allah SWT menjadikan bulan seluruhnya 12 bulan, empat diantaranya bulan haram yaitu bulan Dzulqaidah, Dzulhijah, Muharam dan Rajab. Keempat bulan ...
READ MORE
Rektor UMJ: Komentar Berlebihan Terhadap Ceramah “KDRT” Oki Setiana Dewi dari Kelompok tak Suka Artis Hijrah
Banyak yang berlebihan (lebay) menyikapi ceramah Oki Setiana Dewi tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). "Menyikapi ceramah "KDRT" Mbak Oki Setiana Dewi kok rasanya banyak terlalu lebay. Yang disampaikan Mbak Oki ...
READ MORE
Dai Asal Turki akan Menjadi Khatib Shalat Idul Fitri Muhammadiyah Kota Bogor di Lapangan Sempur
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor akan menggelar Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H di Lapangan Sempur, Kota Bogor, pada Senin, 31 Maret 2025. Shalat Idul Fitri tahun ini ...
READ MORE
  Pemikiran muktazilah perlu dihadirkan untuk sebuah kemajuan. Pada jaman kejayaan Islam di era Harun Al-Rasyid, Al-Makmun, dan Al-Muktasim pemikiran muktazilah sangat mendominasi. "Terkadang nalar-nalar pikir Muktazilah memang perlu dihadirkan untuk sebuah ...
READ MORE
Kerasulan Muhammad  SAW Bagi Umat Manusia
oleh : Drs. Madropi, M.Pd.   Tidak bisa di bayangkan situasi dan kondisi umat manusia dimuka bumi, andaikan Allah SWT tidak  mengutus kerasulan Muhammad SAW, umat tetap dalam keadaan Jahiliyah, tidak ada ...
READ MORE
SMP Muhammadiyah Kota Bogor Peduli Cianjur
DKM Masjid Al Furqan Kota Bogor Bagikan Makanan
Ketua Muhammadiyah Kota Bogor : Guru Harus Bawa
Ini Empat Langkah Memperkuat Ukhuwah Umat Islam Versi
Indonesia Diprediksi Jadi Kiblat Umat Islam
KEMULIAAN BULAN RAJAB
Rektor UMJ: Komentar Berlebihan Terhadap Ceramah “KDRT” Oki
Dai Asal Turki akan Menjadi Khatib Shalat Idul
Rektor UMJ: Nalar Pikir Muktazilah Perlu Dihadirkan untuk
Kerasulan Muhammad SAW Bagi Umat Manusia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *