Menyambut Tahun Baru dengan Keberuntungan
oleh : Drs. Madropi, M.Pd. (Wk Ketua PDM Kota Bogor)
Tidak terasa, waktu seakan singkat dan sanget cepat. Saat ini kita sudah berada di penghujung akhir tahun 2025 M, dan besok kita akan memasuki tahun baru 2026 M. Allah SWT berfirman:
وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
Demi masa, demi waktu, demi zaman sesungguhnya manusia berada di dalam kerugian.
Menjadi pejabat rugi, menjadi konglomerat rugi, menjadi birokrat rugi, menjadi apparat rugi bahkan menjadi rakyatpun rugi. Kalau kita tidak bisa menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk kebaikan diri sendiri dan kemaslahatan bagi umat manusia dimasa akan datang. Sebab waktu bagaikan Es batu, dipakai atau tidak di pakai tetap meleleh atau mencair, dipergunakan untuk kebaikan atau tidak tetap berjalan. Dan waktu tidak bisa berputer kebelakang, Kembali kesemula. Orang arab bilang “al waktu kasaef “ waktu bagaikan pedang, siapa yang lengah dan lalai akan terbunuh, siapa yang tidak menggunakan untuk kebaikan dan ke maslahatan umat dimasa akan datang rugilah dalam hidupnya.
Syayidina Umar bin khatab mengatakan :
حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوها قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا، وَتَأهَّبُوا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ
Artinya :“Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk hari besar ditampakkannya amal”
Firman Allah Q.S. al-Hasyar ayat 18 mengingatkan
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Ada beberapa golongan, orang yang tidak merugi dalam hidupnya:
- الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا Orang-orang yang beriman
Orang yang beriman adalah orang yang didalam hatinya melekat keyakinan yang kuat, akan adanya Allah, malaikat, kitab-kitabnya, rasul-rasulnya, hari kiamat,serta keyakinan akan adanya qodha dan kodar. Keyakinan ini bukan hanya melekat di dalam dada, melainkan diucapkan dengan lisan dan dikerjakan dengan seluruh anggauta badan
- وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ Orang yang beramal shaleh
Amal shaleh adalah amal kebajikan yang dilakukan sesuai syariat Islam dengan niat ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah SWT. Baik keshalihan pribadi/ individu, maupun keshalihan social yang dapat dirasakan orang banyak dan menghantarkan kita pada keselamatan diakherat kelak.
- وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ Saling nashehat menasehati dalam kebenaran
Manusia bukanlah malaikat yang senantiasa benar terus dan bukan pula Iblis yang senantiasa salah dan berdosa, namun diantara benar dan salah itulah sifat manusia. Karena itu diperlukan saling nasehat menasehati dalam kebenaran, agar hidup tetap manusia berada pada jalan yang benar dan tetap berada dalam kebenaran
- وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ Saling nasehat menasehati dalam kesabaran
Sudah menjadi sifat manusia apabila diberikan kesenangan bangga, ditimpa kesulitan sering keluh kesah, dan apabila ditimpa musibah sering putusasa, karena itu manusia butuh saling menasehati dalam kesabaran. Sebagaimana lukmanul hakim telah menasehati anaknya. Firman Allah Q.S. Lukman 17
يٰبُنَيَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلٰى مَآ اَصَابَكَۗ اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ
Artinya: Wahai anakku, tegakkanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (harus) diutamakan.
Mudah-mudahan bergatinya waktu dari tahun 2025 ke tahun 2026 kita termasuk oaring-orang yang memperoleh keuntungan.
Amin ya Allah ya robbal a’lamin
