HIKMAH HAJI DAN UMROH
HIKMAH HAJI DAN UMROH Drs. Madropi, M. Pd
Setiap orang Islam sudah tentu berharap, berencana serta bercita-cita untuk menunaikan ibadah Haji dan Umroh, karena ibadah Haji adalah rukun Islam ke 5 yang harus ditunaikan oleh setiap umat Islam. Bahkan seseorang baru merasakan sempurna keislamannya manakala telah menunaikan Haji dan Umroh.
Akan tetapi tidak setiap umat Islam mampu melaksanakannya, mengingat Ibadah Haji dan Umroh memerlukan perjuangan yang kuat, tekad yang mantap, bekal yang banyak baik fisik, material maupun mental spiritual, serta waktu yang cukup mengingat perjalanan yang jauh, terlebih ibadah Haji karena waktunya tertentu memerlukan antrian yang panjang dan bertahun-tahun. Firman Allah SWT.
وَأَتِمُّواْ ٱلۡحَجَّ وَٱلۡعُمۡرَةَ لِلَّهِۚ
“Dan sempurnakanlah Haji dan Umroh karena Allah”. Q.S al-Baqaras 196
Dalam pelaksanaan Haji dan Umroh terdapat tanda kebesaran dan keagungan Allah, di dalamnya terdapat makam Ibrahim, dan barangsiapa yang memasuki Masjidil Haram Insya Allah aman. Ada beberapa hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan Haji dan Umrah untuk dijadikan mauizoh/pelajaran bagi manusia.
- Memakai pakaian Ihram
Pakaian Ihram adalah pakaian putih tidak dijahit. Maknanya putih artinya suci dan bersih. Tidak dijahit artinya melambangkan kesamaan. Bahwa” dihadapan Allah semua manusia sama, tidak memandang pangkat jabatan, rakyat dan pejabat, setatus sosial ekonomi, suku warna kulit dan kebangsaan. Orang yang mulia dihadapan Allah
adalah orang yang takwa. Firman Allah SWT
ۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِير
“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” Q.S. al-Hujurat 13.
Putih tidak dijahit juga melambangkan bahwa” semua manusia ketika kembali kepada Allah akan memakai pakaian tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah SAW. “Berpakaianlah dengan pakaian warna putih. Sesungguhnya pakaian putih itu, suci dan bersih. Kapanilah manusia dengan warna putih tidak dijahit pada saat meninggal dunia”. HR. Abu Dawud dan Turmizi
2. Wukuf di Padang Arafah
Wukuf Artinya diam tidak bergerak, maknanya pada saat wukuf di padang arafah secara fisik dian hanya berkumpul di arafah, tetapi spiritual mengenal makrifatullah serta bermunajat kepada Allah SWT. Karena Arafah adalah tempat berdoa’nya para nabi dan Rasul, Arafah tempat diampuninya segala dosa sebagaimana Adam dan Hawa, Arafa tempat dikabulkannya doa’. Sabda Rasulullah SAW. ” Alhaju A’rafah” Artinya: Haji adalah berkumpul diarafah
Wukuf di padang Arafah juga mengingatkanpula pada manusia bahwa” suatu saat seluruh manusia akan dikumpulkan dan dimintai pertanggung jawaban dihadapan Allah SWT di suatu tempat bernama padang Maksyar.
3. Tawaf
Thawaf Artinya: mengelilingi kabah sebanyak 7 kali, maknanya adalah mengingatkan pada manusia bahwa “ hidup adalah bergerak dan berputar. Akan tetapi pergerakan, perputaran, serta perjuangan hidup manusia tidak boleh lepas dari ketaatan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Firman Alla SWT.
وَلۡيَطَّوَّفُواْ بِٱلۡبَيۡتِ ٱلۡعَتِيقِ
“Dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu”. (Baitullah).Q.S.al-Haj 29
4. Sai
Sai artinya: Lari-lari kecil dari Shafa dan Marwa. Maknya adalah mengingatkan pada manusia bahwa “ dalam hidup dibutuhkan kesabaran, ketabahan dan ketawakalan kepada Allah SW, tidak semua yang kita lakukan mulus dan lancar, kadang kita harus gagal dan tertunda kesemuanya itu dibutuhkan kesabaran sebagaimana Nabiyullah Ibrahim AS menempatkan Istrinya siti Hajar ditengangah-tengah bukit shafa dan marwa. Karena kehausan menyebabkan lari-lari kecil dari bukit Shafa ke Marwa, Marwa ke Shafa sampai 7 kali baru menemukan air, yang sekarang terkenal dengan air Zam-zam.Firman Allah SWT.
إ ِنَّ ٱلصَّفَا وَٱلۡمَرۡوَةَ مِن شَعَآئِرِ ٱللَّهِۖ فَمَنۡ حَجَّ ٱلۡبَيۡتَ أَوِ ٱعۡتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَاۚ
وَمَن تَطَوَّعَ خَيۡرٗا فَإِنَّ ٱللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
“Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui”.Q.S. al-Baqarah 158
5. Tahallul
Tahallul artinya memotong rambut. Maknanya mengingatkan pada manusia bahwa’ kepala adalah bagian organ tubuh teratas manusia, didalamnya terdapat aneka ragam fikiran yang menimbulkan berbagai perbuatan, termasuk pikiran-pikiran yang menimbulkan perbuata n dosa, dengan dipotongnya rambut sesungguhnya rontoklah dan gugur perbuatan dosa yang telah di lakukan. Firman Allah SWT.
لَقَدۡ صَدَقَ ٱللَّهُ رَسُولَهُ ٱلرُّءۡيَا بِٱلۡحَقِّۖ لَتَدۡخُلُنَّ ٱلۡمَسۡجِدَ ٱلۡحَرَامَ إِن شَآءَ ٱللَّهُ ءَامِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمۡ
وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَۖ فَعَلِمَ مَا لَمۡ تَعۡلَمُواْ فَجَعَلَ مِن دُونِ ذَٰلِكَ فَتۡحٗا قَرِيبًا
“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat”..Q.S al-Fath 27
Mudah-mudahan hikmah ini menjadi pelajaran bagi orang-orang yang berencana dan menunaikan ibadah Haji dan Umrah, serta mudah-mudahan Haji dan Umrahnya Mabrurditerima Allah SWT. Kepada yang belum, mudah-mudahan Allah SWT memberikan keleluasan rizki sehingga dapat menunaikannya.
Amin ya robbal a’lamin
