Hikmah Haji dan Qurban sebagai Simbol Ketaatan-ketaatan kepada Allah
Materi khutbah Idul Adha 1445H/2024M
Drs. Madropi, M. Pd
Wakil Ketua Umum, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor
MA’ASYIROL MUSLIMIM SIDANG SHALAT IEDUL ADHA ROHIMAKUMULLAH.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilham
Puji Syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, pemilik seluruh kerajaan yang ada dilangit dan di bumi, yang mengatur alam semesta serta yang mengetahui seluruh isinya. Yang telah menganughrahkan kepada kita karunia nikmat yang tidak terhingga jumlahnya.
Dimulai dari nikmat yang paling kecil yang kadang tidak kita rasakan seperti detaknya jantung, mengedip, mengalirnya darah lewat pembuluh-pembuluh darah, hingga bisa bernapas dan bergerak, sampai nikmat yang paling besar yakni nikmat Iman dan Islam sehingga kita bisa menjalankan salah satu sunahnya Sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan Qurban 1445 H.
Mudah-Mudahan ibadah yang kita lakukan saat ini baik shalat sunah Idhul adha, penyembelihan hewan qurban yang akan kita laksanakan, Allah SWT senantiasa menerima dan meridhoi amalan kita semuanya. Amin ya Allah ya robbala’lamin. Shalawat dan salam mudah-mudahan tercurah pada rasulul amin, sayyidil mursalain, wa khotaman nabiyin yakni nabi Muhammad SAW.
Pakaian Ihram berwarna putih tidak dijahit yang dipakai orang saat menunaikan ibadah Haji mengingatkan kita semua bahwa apabila mati akan dibungkus dengan kain tersebut.
Begitu pula berkumpulnya orang di padang Arafah saat Wukuf, sesungguhnya mengingatkan kita semua bahwa suatu saat semua manusia akan dikumpulkan dipadang Ma’syar tidak ada perbekalan yang kita bawa dan tidak ada pertolongan melainkan bekal Taqwa dan pertolongan Allah SWT.
Oleh karena itu pada kesempatan pagi hari ini, marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kita kepadaNya dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Ma’asyiral Muslimin sidang Iedul Adha Rahimakumullah
Pagi hari ini, ada dua peristiwa penting dan bersejarah di permukaan bumi, yang dapat kita ambil pelajaran sekaligus untuk menunjukan keagungan dan kebesaran Allah SWT bagi Umat manusia.
1. Jutaan kaum muslimin laki-laki perempuan, tua dan muda berkumpul di kota suci Makatul mukarromah guna menunaikan rukun Islam yang ke lima yakni ibadah Haji, mereka datang dari berbagai penjuru belahan dunia.
Ada yang berjalan kaki, mengarungi lautan, melintasi udara. Sebagian mereka datang bersama-sama dengan istri/keluarga meninggalkan kampung halaman, tepian tempat mandi, bergulat kesukaran demi kesukaran, kesemuanya itu mereka lakukan dengan penuh Ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah swt guna mendapatkan kesempurnaan rukun Islam yang ke lima bagi orang yang mampu di menunaikan diperjalanannya.
Tidak ada kalimat yang pantas mereka kumandangkan, kecuali:
بيك اللهم لبيك … لبيك لاشريك لبيك ان الحمد ونعمة لك والملك لبيك لاشريك له
Artinya:
Ya Allah aku datang memmenuhi panggilanmu ya Allah, tiada sekutu bagimu ya Allah sesungguhnya pujian dan segala nikmat hanya milik engkau, ya Allah aku datang memenuhi panggilanmu.
Mereka berkumpul di gurun yang tandus dan terik, dengan pakaian seragam putih tak terjahit, satu perlambang bahwa Islam adalah tidak mengenal perbedaan antara kaya dan miskin, pejabat dan rakyat bisa, status kedudukan, sosial ekonomi, jabatan dan lainnya di hadapan Allah semua manusia adalah sama, yang membedakannya hanyalah nilai ketakwaannya kepada Allah SWT.
Firman Allah:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ
اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Artinya:
Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti. (Qs.Alhujurat: 13)
2. Kaum Muslimin dan Muslimat diseluruh dunia, di berbagai negara , serentak berduyun-duyun ke tanah lapang, Masjid dan tempat peribadatan lainnya untuk sama-sama melaksanakan Idul haj (Idul Adha) dengan gegap gempita mengucapkan kalimat takbir, tahlil dan tahmid.
Ucapan tersebut mengumandang ke angkasa luas, gemuruh membelah buana, menggema keruang angkasa mengagungkan Allah SWT. Setelah itu bersama-sama merayakan penyembelihan hewan qurban bagi yang memiliki keleluasaan rizki.
Di hari yang penuh keberkahan ini, kita doa’kan semuanya, mudah-mudahan bagi saudara-saudara kita yang menunaikan ibadah haji, hajinya menjadi haji mabrur, haji yang diterima Allah SWT, bagi saudara-saudara kita yang mampu menyembelih hewan Qurban, kita doa’kan mudah-mudahan Qurbannya diterima Allah SWT.
Tidak lupa kita doa’kan untuk saudara-saudari kita yang ada di Palestina saat ini sedang dalam penindasan zionis Israel, mereka berqurban tidak lagi kambing/sapi, melainkan nyawa, sudah sampai 36 ribu meninggal akibat kekejaman tentara Zionis Israel.
Mereka sedang berjuang membela Negara dan kehormatan Masjidil Aqsha, mudah-mudahan Allah segera memberikan pertolongan dan menghancurkan tentara zionis yang biadab.
Kaum muslimin dan muslimat sidang shalat Idul Adha RH.
Apa yang dilakukan kaum muslimin baik di tanah suci Makah, maupun di negaranya masing- masing mengingatkan kembali kepada kita akan peristiwa ratusan tahun yang silam yang menimpa pada Nabi Ibrahim AS, sebagai salah satu sosok yang harus di teladani dalam membangun masa depan bangsa.
Hari ini disebut Idul Adha, Idul Haj, Idul Qurban, sebenarnya kemampuan seseorang dalam melaksanakan ibadah Haji atau penyembelihan hewan Qurban ditanah air bukan hanya ditentukan oleh punya/tidaknya uang, cukup/tidak cukupnya uang, tetapi sangat ditentukan pula oleh niatan, tekad dan ketakwaan seseorang kepada Allah SWT.
Banyak kita lihat orang secara materi cukup, pinansial ada, tetapi karena tidak ada niatan, tekad dan ketakwaan kepada Allah SWT, Orang tersebut tidak akan mendengar seruan Allah tentang panggilan Haji, begitu pula tentang perintah Allah untuk berqurban, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an :
فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ
سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
Artinya:
Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam. (Qs.Ali Imran: 97)
اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُࣖ
Artinya:
Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu( Muhammad) nikmat yang banyak.maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan sembelihlah hewan qurban. Sesungguhnya yang membencimu kamu ( Muhammad ) dialah yang terputus. (Qs.Al-Kautsar: 1-3)
Maasyirol muslimin sidang Idul Adha RH
Orang yang mampu berqurban adalah orang-orang yang takwa pada Allah. Dan bila orang takwa kepada Allah dimanapun dan kapanpun akan mempunyai sikap. sebagaimana sikap yang dibangun oleh Nabi Ibrahim yaitu Sholatnya, ibadahnya, hidupnya, dan matinya hanya untuk Allah swt.
قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
Artinya:
Katakanlah, Sesungguhnya Shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah tuhan semesta alam. ( Qs.Al anam:162)
Dalam Islam ajaran Qurban setidaknya mengandung 2 ( dua ) aspek pelajaran.
1. Sebagai bukti tanda cinta kepada Allah. Hal ini dibuktikan oleh nabi Ibrahim AS, apakah Ia lebih cinta pada harta, istri, dan anak, apa Ia lebih cinta kepada Allah? Dengan adanya wahyu lewat mimpi yang terus – menerus sampai 3X. Untuk menyembelih Ismail putra kesayangan satu-satunya. Ternyata Ibrahim lebih mencintai Allah. Dan Allah maha kuasa. Maka ketika Ismail hendak di sembelih untuk di Qurbankan digantinya dengan seekor Gibas/ Kambing. Dan sebagai bukti kecintaan kepada nabi Ibrahim kita pun selalu bersolawat di waktu shalat, maka hendaknya kita juga jangan lupa ber Qurban.
لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُحْسِنِينَ
Artinya:
Daging-daging (qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. ( Qs.Al haj:37)
Adanya hewan qurban yang kita sembelih pagi hari ini adalah merupakan satu diantara nilai-nilai yang melekat dalam karakter pribadi takwa, yakni kemerdekaan yang dimiliki umat Islam, mereka mempunyai kemampuan untuk menguasai dan mengendalikan harta yang disayanginya untuk dipersembahkan kepada Allah SWT, dan dibaktikan pada kepentingan umat dan bangsa.
Bukan sebaliknya, hilang kemerdekaannya karena diperbudak oleh harta dan mengorbankan Umat dan bangsa demi kepentingan memperkaya diri sendiri. Rasullulah SAW dengan keras melarang orang yang mempunyai kemampuan ber-Qurban tetapi tidak mau melakukan Qurban untuk tidak mendekat dengan tempat sholatnya.
من وجد سعة فلم يضح فلا يقربن مصلا نا (رواه احمد )
Artinya : Barang siapa yang memiliki keleluasaan dan tidak mennyembelih Qurban maka janganlah mendekat dengan tempat shalat kami.( HR. Ahmad )
2. Ibadah Qurban merupakan Simbol kepedulian sosial terhadap umat dan bangsa dengan membagi-bagikan daging Qurban kepada fakir miskin, tetangga, saudara, teman dengan wajah berseri-seri dan tersenyum.
Pada masa kini kita perlu ber Qurban untuk membangun masa depan bangsa dengan memperbaiki hati nurani, menanamkan kembali nilai-nilai positif dan kasih sayang dengan meningatkan rasa peduli terhadap alam semesta dan lingkungan sekitar.
Sudah semestinya hamba Allah yang beriman harus rela ber-Qurban apapun, baik harta benda tenaga maupun jiwa raga demi kepentingan Islam dan bangsa kedepan, bukan sebaliknya malah mengorbankan Islam dan bangsa dalam rangka kepentingan pribadi dan golongan, dalam mencapai target-target duniawi sesaat.
Betapa amat jelas di hadapan kita banyak orang menjadi Qurban, biaya terhambur-hambur percuma, sarana hancur porak poranda demi kepentingan pribadi, golongan. Kepentingan percaturan politik yang senantiasa megatas namakan rakyat dan kepentingan bangsa, padahal dalam realitanya justru mengorbankan rakyat dan bangsa.
Poin yang tidak kalah penting dari peristiwa Ibrahim AS. Kepandaiannya dalam membangun keluarga, keluarga yang di bangun Ibrahim adalah terdiri dari individu-individu yang mempunyai ciri karekter yang kuat, yang memilki kemurnian akidah, kemantapan ibadah, kesanggupan mempertaruhkan segala yang dimiliki untuk mendapatkan ridho Allah swt.
Inilah sebenarnya semangat yang dibangun oleh Nabiyullah Ibrahim dalam membangun masa depan umat dan bangsa yang harus dijadikan ibrah (pelajaran).
Karakter keluarga Ibrahim saat ini jumlahnya sangat berkurang, Dinding-dinding rumah tangga masyarakat kita dewasa ini lebih banyak dihiasi faham konsumerisme, hedonisme, kebarat-baratan (westernisasi), yang di fikir hanyalah uang, memborong barang mewah walaupun tak dibutuhkan, hidup serba ingin LUX dan WAH tanpa memikirkan nilai-nilai luhur yang diwarisi Nabi Ibrahim AS.
Maasyirol muslimin sidang Idul Adha RH.
Indonesia adalah sebuah Negara Darul ahdi wasyahadat, Negara yang dibangun atas dasar konsensus bersama seluruh elemen bangsa, akan tetepi perjuangan dan pengorbanan umat Islam dalam mencapai kemerdekaan tidak bisa diragukan keberadaannya, fakta sejarah membuktikan, bahwa para pahlawan umat Islam rela berkurban, bukan hanya harta atau hewan Qurban seperti kita saat ini, melainkan jiwa dan raga dipertaruhkan dan di-Qurbankan demi kepentingan agama nusa dan bangsa.
Seruan Qurban adalah sabda nabi:
عَنْ زَيْدِ بْنِ اَرْقَمَ قَالَ: قَالَ اَصْحَابُ رَسُوْلِ اللهِ ص: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَا هذِهِ اْلاَضَاحِيُّ؟ قَالَ: سُنَّةُ اَبِيْكُمْ اِبْرَاهِيْمَ. قَالُوْا: فَمَا لَنَا فِيْهَا يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُلّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ. قَالُوْا: فَالصُّوْفُ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُلّ شَعَرَةٍ مِنَ الصُّوْفِ حَسَنَةٌ.
Artinya :
Dan dari Zaid bin Arqam, ia berkata : AKU – Atau mereka bertanya: Ya Rasulullah :Darimanakah (syariat) Qurban ini ? Ia menjawab: Ini adalah sunah ayahmu Ibrohim.Mereka bertanya ? Apa yang akan kami peroleh dari Qurban itu ? Ia menjawab: pada setiap rambutnya ada suatu kebaikan.Mereka bertanya lagi. Bagaimana dengan bulu-bulunya? Ia menjawab: Pada setiap rambut dari bulu-bulu itu ada kebaikannya “.( H.R. Ahmad dan Ibnu Majah )
مَا عَمِلَ ابْنُ ادَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً اَحَبَّ اِلَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَ اِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بِقُرُوْنِهَا وَ اَظْلاَفِهَا وَ اَشْعَارِهَا وَ اِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ اَنْ يَقَعَ عَلَى اْلاَرْضِ فَطِيْبُوْا بِهَا نَفْسًا. ابن ماجه
Artinya:
Dari Aisyah r.a. Sesungguhnya Nabi SAW bersabda Tidak ada suatu amalan anak Adam yang lebih dicintai Allah pada hari Idul Adha melainkan mengalirkan darah hewan Qurban, sesungguhnya dia (binatang Qurban) itu kelak di hari kiamat akan datang dengan tanduk- tanduknya, kukunya dan rambut-rambutnya; Dan sesungguh darah itu akan sampai kepada Allah Azza wazallah di tempat (pemotongan itu) sebelum binatang itu jatuh ke tanah, karena itu niatkanlah dalam Qurban itu, dengan hati yang tulus ikhlas karena Allah ( H.R. Ibnu Majah dan Turmuji Hadis Hasan)
وعن إبن عيّاس قال : قال رَسُوْلِ اللهِ ص . ما أنفقه الورق في شئ أفضل من خير في يوم عيد ( رواه دار القطن )
Artinya :
Tidak ada suatu dinarpun yang paling utama dan baik pada hari Idul Adha kecuali digunakan untuk membeli penyembelihanhewan Qurban ( H.R. Darul Qutni).
Melalui ibadah Qurban tahun ini mari kita kembalikan karakter keluarga nabi Ibrahim AS kedalam rumah tangga kita. Sebuah keluarga yang terdiri individu-individu yang memilliki kemurnian aqidah, kemantapan ibadah, dan rela berqurban untuk untuk kepentingan umat dan masa depan bangsa dalam meraih keridhoan Allah SWT.
Gunakan senjata tajam untuk menyembelih hewan Qurban sebagai perlambang membunuh sifat-sifat hewani yang ada pada diri kita, bagi-bagikan daging Qurban dengan taburan saling kasih mengasihi dan senyum persaudaraan.
Dengan ibadah qurban kita belajar dengan sungguh-sungguh untuk menjadi manusia yang taat dan patuh kepada Allah, sekaligus dekat kepada sesama manusia dengan membangun masa depan bangsa yang lebih baik lagi untuk dimasa akan datang.
Akhirnya mudah-mudhan Allah swt. Menunjukan kepada kita, masyarakat dan bangsa kita pada jalan yang benar yang diridhoi Allah swt .ammin ya Allah ya robal alamin……..
Unduh Naskah Khutbah Idul Adha 1445 oleh Drs. Madropi, M.Pd

