Dampak Globalisasi Teknologi Terhadap Kehidupan dan Lapangan Pekerjaan
Drs. Madropi, M. Pd / Waketum MUI/PDM Kota Bogor
Derasnya arus informasi,globalisasi dan teknologi saat ini, berakibat kepada beralihnya tenaga kerja dari manusia ke teknologi tenaga mesin, banyak pekerjaan yang dulunya dikerjakan oleh manusia, sekarang diambil alih oleh tenaga mesin. Suatu pihak dapat memudahkan penyelesaian pekerjaan bagi manusia, dipihak lain dapat membludaknya pengangguran tenaga kerja dan sulitnya memperoleh lapangan kerja hingga menyebabkan banyak pengangguran dan kesulitan mencari rizki yang halal.
Dampaknya, timbullah berbagai phenomena pemahaman barat seperti Macheavelli dengan menghalalkan segala cara, jangankan yang halal yang haram aja susah, apalagi halal, akhirnya terjadi ditengah masyarakat berbagai ungkapan, yang halal jadi haram- yang haram jadi halal. Benar jadi salah-salah jadi benar, yang kaya semakin kaya- yang miskin semakin miskin, nasehat jadi tontonan, maksiyat jadi tuntunan, hukum tumpul ke atas-tajam ke bawah serta ungkapan-ungkapan lainnya. Rasulullah SAW mengingatkan pada kita Lewat sabdanya:
إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ {يَا أَيُّهَا
الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا} وَقَالَ تَعَالَى {يَا أَيُّهَا الذِّيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ
طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا
رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ ومشربه حرام وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ
لَهُ.رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (thayyib), tidak menerima kecuali yang baik (thayyib).dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah SWT berfirman, ‘Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih.’ (QS. Al-Mu’minun: 51). Dan Allah SWT berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.’ (QS. Al-Baqarah: 172).
Kemudian Rasulullah SAW menyebutkan seseorang yang lama bepergian; rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.” (HR. Muslim).
Hadits dan ayat al-Quran ini mengingatkn pada kita semua bahwa makanan yang kita makan, minuman yang kita minum, pakaian yang kita pakai amal shaleh yang kita lakukan harus dari hasil usaha/ kasab kita yang baik dan halal. seperti yang Rasulullah kisahkan pada seorang laki-laki tersebut. Bila tidak Allah tidak akan menerima amal ibadah yang kita lakukan dan tidak akan mengabulkan doa’ permohonan yang kita mohon.
Seorang shahabat bertanya kepada Sa’ad bin Abi Waqqosh, “Apa yang membuat doamu mudah dikabulkan dibanding para sahabat Rasulullah lainnya?” Saa’d menjawab “Saya tidaklah memasukkan satu suapan ke dalam mulutku melainkan saya mengetahui dari manakah datangnya dan dari mana akan keluar,
Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy Syatsri–menerangkan bahwa harta haram bisa dibagi menjadi tiga, yaitu:
- Harta haram secara zatnya. Contoh: khamar (miras), babi, benda najis, bangkai Harta seperti ini tidak diterima sedekahnya dan wajib mengembalikan kepada pemiliknya atau dimusnahkan.
- Harta haram karena berkaitan dengan hak orang lain. Contoh: Harta hasil curian, barana-barang hasil rampasan. Sedekah harta semacam ini tidak akan diterima dan wajib dikembalikan kepada pemilik sebenarnya.
- Harta haram karena pekerjaannya. Contoh: harta hasil riba, harta dari hasil dagangan barang haram. Sedekah ini tidak akan diterima dan wajib membersihkan. Rasulullah SAW bersabda,
لاَ تُقْبَلُ صَلاَةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلاَ صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ
“Tidaklah diterima shalat tanpa bersuci, tidak pula sedekah dari ghulul (harta haram).” (HR. Muslim).
Mudah-mudahan Allah SWT memudahkan rizkiNya pada kita, sehingga seluruh amal ibadah yang kita lakukan diterima Allah Swt.
Amin ya Allah ya robbal a’lamin
