WASHINGTON DC – Wilayah Syam atau Arab Levant/Levantine Arabic adalah kawasan bersejarah dunia Islam yang meliputi Palestina, Yordania, Lebanon, Syria, dan Irak.
Selain para penduduknya memiliki ciri fisik yang berbeda dengan orang Arab Jazirah, dahulu, kawasan ini merupakan pusat perkembangan peradaban Islam paling gemilang. Nabi Muhammad Saw, bahkan menyebutkan dalam hadisnya secara spesifik tentang keutamaan Syam dan penduduknya.
Masyarakat Syam mengidentifikasi diri sebagai orang Arab dan Islam setelah Syam ditaklukkan oleh kaum muslimin dan pengajaran bahasa Arab dilakukan. Meskipun demikian, banyak penduduk Syam tetap bertahan dengan agama lama yakni Nasrani dan hidup dalam kedamaian.
“La ikraha fiddin. Artinya, la ikraha fi dukhuli din, tidak ada paksaan untuk memasuki agama. Maka sampai saat ini di Syam, penduduk Nasrani masih banyak di Lebanon, Palestina, dan lain-lain,” ungkap Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hajriyanto Y. Thohari.
Dalam forum webinar The Second Annual Convention of Muhammadiyah USA yang diadakan oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Amerika Serikat, Sabtu (20/11) Hajriyanto juga menyebut banyak tokoh besar muncul dari Syam seperti Ibn Arabi hingga Abduh.
Akan tetapi, dirinya juga melihat bahwa ada pemandangan terbalik yang justru terjadi di masa kini. Wilayah yang semula menjadi pusat peradaban Islam itu kini penuh dengan huru-hara dan peperangan. Pusat peradaban Islam dunia menurutnya mulai bergeser wilayah lain.
“Di sini (Syam) wilayah proxy, berbagai kekuatan dunia bermain,” tutur Hajriyanto yang juga menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon itu. Dengan kata lain, Muhammadiyah dan umat muslim Indonesia memiliki peluang untuk membawa kembali peradaban Islam.
Hajriyanto yakin dengan peluang tersebut apalagi setelah menyaksikan kecenderungan masyarakat Arab dan Syam yang nampak meninggalkan identitas Keislaman akibat kuatnya arus sekularisme.
“Sangat susah kita mencari mushola, nyaris tidak ada dan itulah yang tercermin dari Keislaman di Arab Levant. Dalam masa pandemi, bimbingan-bimbingan Keislaman itu sangat minim. Artinya saya melihat Keislaman di Arab Levant ini sudah selesai. Artinya ya seperti itu,” pungkasnya. []
Manusia dengan pengabdian kepada Allah SWT tidak akan memiliki makna hidup jika tanpa bermasyarakat.
"Hidup manusia pengabdian Kepada Allah SWT tidak akan memiliki makna apa-apa dalam hidup, jika hidup hanya sendiri-sendiri," ...
Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Furqan Muhammadiyah Kota Bogor membagikan makanan setelah Shalat Jumat
"Pembagian makanan dilakukan setelah Shalat Jumat dalam bentuk bento atau boks yang bisa dinikmati di tempat ...
Untuk meningkatkan kinerja karyawan dan hubungan kerja sama yang baik antar karyawan, sekaligus juga sebagai penghargaan terhadap kerja keras dan prestasi yang telah diberikan karyawan, Klinik PKU Muhammadiyah Kota Bogor ...
HIKMAH HAJI DAN UMROH
Drs. Madropi, M. Pd
Setiap orang Islam sudah tentu berharap, berencana serta bercita-cita untuk menunaikan ibadah Haji dan Umroh, karena ibadah Haji adalah rukun Islam ke 5 yang ...
Oleh : Dr. Zahid Mubarok , S.Th.I , M.E.I
(Ketua MUI Kota Bogor, Wk Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bogor)
media-alfurqan.com - Marak sekali serta viral informasi tentang Judol (Judi Online) namun yang ...
Drs. Madropi, M. Pd
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bogor
Di akhir Ramadhan ucapan takbir (Allah hu Akbar, Allah hu Akbar), tahlil (Laila ha illallah) dan tahmid (walillahilham) menggema keruang angkasa, gemuruh membelah ...
FESTIVAL MIMSA
“Memajukan Indonesia Mencerahkan Semesta ”
Festival Mimsa Yang diselenggarakan Oleh SMA & SMK Muhammadiyah Kota Bogor yang di Gagas oleh Bapak Yosep Djoko Santoso S.Pd , Faisal Nur Amin Nasution ...
Media-alfurqan - Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (Umbara) memberikan biaya pendidikan kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau. Umbara sebagai bagian dari Muhammadiyah ingin mencerdaskan masyarakat dan Bangsa Indonesia.
“Selama ini standar biaya ...
media-alfurqan.com - Ajaran KH Ahmad Dahlan 'Hidup-Hidupilah Muhammadiyah dan Jangan Mencari Hidup di Muhamamdiyah' jangan dipahami secara tekstual sehingga tidak menghargai secara profesional karyawan, guru, dosen, dokter maupun profesi lainnya ...
Permendikbud Ristek No 30/2021 berpotensi melegalkan seks bebas di kalangan mahasiswa. Beberapa aturan dalam Permendikbud Ristek No 30/2021 yang berpotensi seks bebas perlu direvisi.
"Sulit dipungkiri bahwa beberapa isi dalam Permendikbud ...