MAKNA KEMATIAN BAGI MANUSIA
oleh : Drs Madropi, M Pd. (Ketua PD Muhammadiyah Kota Bogor)
Akibat dari kesibukan bekerja, kenikmatan kehidupan di dunia, terkadang manusia banyak lalai dan lupa akan kematian, padahal kematian senantiasa mengancam manusia setiap saat. Banyak manusia yang tidak sadar akan mati, padahal kematian akan datang pada setiap orang, lari dari kematian sesungguhnya mati akan mengejar kemanapun kita berada.
Jangan takut mati dan jangan cari mati, tetapi bilamana mati datang, sudah siap bekal. Jangan seperti orang yang tau mati akan datang pada setiap orang termasuk dirinya, tetapi tidak mau membekali diri untuk kematian
Setiap manusia akan mati, manakala mati itu datang tak ada satupun yang bisa mengubah baik itu memajukan atau memundurkan sedetik/sesekon. Kapan datangnya kematian ? Manusia tidak ada yang mengetahuinya dan itu merupakan rahasia Allah pada hambanya agar senantiasa siap siaga terus menunggu panggilan.
BEBERAPA PENDAPAT TENTANG KEMATIAN
- Mati adalah: Berhentinya detak jantung, tidak mengalirnya saluran darah, sehingga seluruh organ tubuh tidak berfungsi dan bergerak.
- Mati adalah: Berpisahnya antara jasmani dan ruh pada tubuh manusia. Ruh telah meninggalkannya dan tidak mau masuk lagi pada jasad manusia, karena ada bagian tubuh manusia yang telah rusak dan tidak berfungsi.
- Mati adalah: Pindah alamat alam, semula kita berada di alam dunia, pindah menuju alam pekuburan yang bertuliskan diatas batu nisan.
- Mati adalah: Dijemputnya manusia dari alam dunia oleh Malaikat malakul maut untuk dikembalikan kepada Allah SWT. Oleh karena itu apabila ada orang yang meninggal kita ucapkan “Inna Lillahi wainna Ilaihi rajiu’n”. Sesungguhnya kita berasal dari Allah dan akan kembali pada Allah.
Kematian manusia sesungguhnya pada dasarnya sama. Mati dalam tiang gantungan, mati tertembak, mati di jalan, mati di rumah, mati di rumah sakit. Mati itu adalah kembali kepada Allah SWT
MATI HUSNUl KHOTIMAH
Persoalan kematian sesungguh bukan terletak pada matinya, tetapi sebagai orang beriman bagaimana kita hidup setelah mati. Allah SWT berfirman:
ياايها الذين امنوا اتق الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون
Artinya: Hai orang-orang yang beriman taqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Dan janganlah kamu mati, kecuali dalam keadaan muslim (Q.S. Ali Imran 102).
Mati Husnul khotimah sesungguhnya adalah mati dalam keadaan iman dan takwa kepada Allah SWT. Kenapa ? Karena taqwa adalah predikat tertinggi dan gelar termulia bagi manusia dihadapan Allah SWT yang harus diraih dan disandang oleh setiap orang yang beriman. Firman Allah:
ان اكرمكم عند الله اتقاكم
Artinya: Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling taqwa (Q.S. al-Hujurat 13)
Mudah-mudahan kematian di akhir kita semua, termasuk dalam keadaan Husnul Khotimah mati membawa bekal iman dan taqwa kepada Allah SWT sehingga kita berada pada taman kebahagiaan di alam kuburnya. Selanjutnya semoga Allah memasukannya ke dalam surga jannatun nai’m.
Amin ya rabbal a’lamin
