Tiga Nafsu yang Menjerumuskan Manusia pada Kehinaan
Oleh Drs. Madropi.M, Pd.
Ada tiga macam nafsu yang sering menjerumuskan seseorang ke lembah kehinaan yaitu nafsu dorongan perut, libido seksual, dan hawa nafsu yang menyesatkan. Nabi SAW sangat mengkhawatirkan umatnya terjerembab dalam tiga macam nafsu tersebut, sehingga beliaubersabda:
Artinya: “Sesungguhnya aku mengkhawatiri kamu sekalian terjerembab dalam keinginan hawa nafsu dari dorongan perutmu, dorongan seksualmu dan hawa nafsu yang menyesatkan. (HR. Ahmad. No Hadis:18951)
Dalam kehidupan modern yang kita jalani sekarang ini, di mana sikap hidup materialisme, konsumtivisme, dan hedonisme, terus menggerogoti masyarkat kita, kita jumpai betapa banyakanya orang yang telah terjerembab dalam lembah kenistaan dan kehinaan diantaranya:
- Manusia pengikut hawa nafsu dorongan perut. Menjadikan budak perutnya sendiri, maka ia pun makan secara berlebihan, minum secara berlebihan, dengan tidak memperhatikan halal haram yang penting isi perut terpenuhi, sehingga hidupnya hanya memenuhi dorongan perutnya. Orang seperti ini tergolong dalam kelompok manusia yang paling buruk dari umat Nabi Muhammad SAW.
- Manusia pengikuti Hawa nafsu dorongan libido/seksual. Menjadikan budak nafsu libido/ seksualnya. Manusia seperti ini lebih membahayakan lagi, karena akan menimbulkan kerusakan dan kehinaan yang lebih parah. Banyak keluarga dan masyarakat yang hancur karena menjadi budak libido dan nafsu seksualnya. Akibatnya banyak menyebabkan manusia bergelimang dengan dosa, seperti; perselingkuhan, perzinahan, dan timbulnya deviasi seksual yang mengerikan.
- Manusia pengikuti Hawa nafsunya sendiri. Menjadikan budak hawa nafsunya sendiri, keadaan ini jauh lebih berbahaya lagi, karena memperturutkan hawa nafsu akan mencampakkan pelakunya menuju kehancuran yang sangat menakutkan. Bahkan terkadang hanya berapa detik saja orang tidak bisa mengendalikan hawa nafusnya ia telah terjerumus dalam kerusakan dan kehancuran dan penyesalan yang sangat berat selama-lamanya di dunia dan akhirat. Karena itu Nabi menyatakan: “Musuhmu yang paling berbahaya adalah hawa nafsumu yang berada di antara kedua lambungmu sendiri” (Ihya’ Ulumuddin).
Berbagai kejahatan timbul dalam kehidupan masyarakat, karena manusia menuruti hawa nafsu. Maka ibadah puasa ramadhan yang telah kita jalani saat ini dapat melatih dan melindungi diri agar tidak terjerembab kedalam kubangan hawa nafsu. Pada saat kita berpuasa jangankan yang haram, yang halal saja tidak di perbolehkan. Ini mengingatkan kita agar dalam mengarungi kehidupan senantiasa berhati-hati jangan sampai mengikuti hawa nafsu yang menyesatkan.
Mari kita jaga kesucian hati dan kebersihan jiwa yang telah kita peroleh lewat puasa dengan susah payah, agar jangan sampai ternodai kembali dengan menuruti hawa nafsu yang mengakibatkan perbuatan dosa.
Kita perbanyak bermunajat memohon ampun kepada Allah SWT dari segala hilaf dan dosa serta bertaubat dengan taubatan nashuha. Sebagai insan insan yang tidak luput dari hilap dan dosa, masih dihari raya Idhul Fitri ini mari kita buka hati nurani untuk sama-sama saling maaf memaafkan baik dosa yang terasa maupun dosa yang tidak terasa.
Mudah-mudahan dengan demikian Allah SWT menjadikan kita pada golongan orang yang takwa di sisiNya dan kembalinya kita keharibaan sang pencipta tergolong pada orang-orang Husnul khatimah.
Amin ya Allah ya robbal a’lamin
