Perlukah Mewujudkan Kalender Islam Global ?

0
Zahid3

Oleh:Dr. Zahid Mubarok, S.Th.I, M.E.I

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor dan Dosen IAT UIKA Bogor

 

Pro dan kontra dalam sebuah ide dan gagasan adalah hal yang lumrah dan wajar karena akibat banyak hal cara pandang dalam memandang suatu permasalahan termasuk dalam hal menanggapi usaha Muhammadiyah untuk mewujudkan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT). Kalender berdasarkan peredaran bulan (LUNAR) sebenarnya sudah digunakan jauh sebelum berkembangnya Islam di Jazirah Arab pada era – Rasulullah SAW.

Sistem Penanggalan kalender Lunar sudah digunakan pada tahun 32.000 SM yang sudah ditemukan oleh para arkeolog digua-gua eropa dengan fungsinya untuk membangun sistem penanggalan banyak budaya yang berbeda-beda di zaman kuno yang tujuan lainnya kalender lunar ini untuk keagamaan dan pertanian mengetahui siklus palawija atau biji-bijian yang cocok ditanam pada bulan–bulan yang ada 12 bulan pada sistem fase peredaran bulan dan ini bahkan bisa ditemukan pada dinding-dinding gua dan tulang binatang menggunakan siklus fase bulan pada zaman kuno Sebelum Masehi (SM) sehingga kalender lunisolar masa kini meliputi kalender Tiongkok, Korea, Vietnam, Hindu, Ibrani dan Thailand.

Dalam upaya menyatukan penanggalan umat Islam di seluruh dunia, ada  isyarat Al-Quran yang dapat menjadi dasar syar’i bagi penerapan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT). Meskipun tidak ada redaksi yang secara tegas dan langsung mengenai KHGT dalam Al-Quran, ayat ini dianggap berisi isyarat penting. Ayat yang dimaksud adalah Qs. Al-Baqarah ayat 189, dan Qs. At Taubah ayat 36 yang berbunyi: “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.“  Qs. At Taubah ayat 36

Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Ayat ini mengandung dua makna penting. Pertama, ayat tersebut menegaskan bahwa kalender Islam adalah kalender lunar (bulan), yang menggunakan perhitungan berdasarkan siklus bulan.

Kedua, ayat ini memberikan isyarat bahwa kalender Islam bersifat global. Hal ini terlihat dari pernyataan “lin-nas” (bagi manusia), yang menunjukkan bahwa kalender Islam berlaku secara universal bagi seluruh umat manusia di muka bumi.

Isyarat ini dapat dijadikan dasar bagi bentuk kalender Islam global yang harus dipilih untuk menyatukan penanggalan umat Islam di seluruh dunia. Kalender lunar hijriyah ini berlandaskan prinsip sederhana satu hari, satu tanggal, di seluruh dunia.

Konsep ini bertujuan untuk menciptakan kesatuan di antara umat Islam, menghapus perbedaan waktu dan tanggal yang sering kali membingungkan.

Namun hambatannya ialah KHGT belum banyak dipahami konsep, arti penting, dan keperluan terhadapnya meskipun KHGT memiliki tujuan luhur untuk menyatukan umat Islam di seluruh dunia  namun  masih banyak kalangan yang belum sepenuhnya memahami konsep di baliknya. Arti penting dari keseragaman waktu dan tanggal dalam konteks global belum sepenuhnya terserap oleh semua pihak.

Kendati KHGT menetapkan kriteria yang jelas untuk menentukan awal bulan baru, masih banyak kalangan yang kuat berpegang kepada tradisi rukyat fisik. Hal ini menjadi hambatan karena Kalender Hijriah Global, seperti kalender Islam pada umumnya, membutuhkan penggunaan hisab dan tidak dapat mengandalkan metode rukyat dalam penentuan awal bulan baru. Oleh karena itu perlu diakui bahwa perubahan budaya dan kebiasaan memerlukan waktu untuk diterima oleh masyarakat luas. Maka  sangat diperlukan upaya lebih lanjut untuk memberikan edukasi dan pemahaman yang lebih mendalam tentang keunggulan dan kepraktisan KHGT. Pendidikan dan sosialisasi terkait konsep ini dapat membantu mengatasi hambatan ini dan merangsang adopsi yang lebih luas.

Waktu dan tanggal dalam skala yang lebih luas. Dengan demikian, penyatuan global melalui penerimaan kalender berdasarkan kriteria global memberikan potensi untuk menciptakan kesatuan tidak hanya dalam skala lokal, tetapi juga dapat mempromosikan keseragaman di tingkat internasional. Pilihan ini memberikan peluang untuk mengembangkan kerjasama dan pengakuan bersama antara komunitas Muslim di seluruh dunia, menciptakan landasan bagi pemahaman bersama tentang penanggalan dalam konteks global.

Dengan adanya kalender global ini, diharapkan hari-hari penting dalam agama Islam bisa di satukan dan dapat jatuh pada hari yang sama di seluruh dunia [ZM].

Wallahu A’lam Bisshawab 

Related Posts
Jangan Dipahami Tekstual ‘Hidup-Hidupilah Muhammadiyah dan Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah’
media-alfurqan.com - Ajaran KH Ahmad Dahlan 'Hidup-Hidupilah Muhammadiyah dan Jangan Mencari Hidup di  Muhamamdiyah' jangan dipahami secara tekstual sehingga tidak menghargai secara profesional karyawan, guru, dosen, dokter maupun profesi lainnya ...
READ MORE
UKT Melambung Tinggi: Rektor Umbara: Kami Berikan Solusi Pendidikan Terjangkau dan Berkualitas
Media-alfurqan - Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (Umbara) memberikan biaya pendidikan kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau. Umbara sebagai bagian dari Muhammadiyah ingin mencerdaskan masyarakat dan Bangsa Indonesia. “Selama ini standar biaya ...
READ MORE
Ini Empat Langkah Memperkuat Ukhuwah Umat Islam Versi Yunahar Ilyas
Perbedaan-perbedaan di antara organisasi Islam di Indonesia bukan menjadi hambatan untuk bersatu dalam menyelesaikan tugas berdakwahnya. Karena, menurut Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Yunahar Ilyas, perbedaan di antara organisasi ...
READ MORE
SMK Muhammadiyah Kota Bogor Peduli Cianjur
SMK Muhammadiyah Kota Bogor Menyalurkan Donasi bencana gempa Cianjur Jawa Barat melalui Lazismu Kota Bogor. Rabu, 30 November 2022 – Lazismu kota Bogor menerima donasi dari SMK Muhammadiyah Kota Bogor. Sejak ...
READ MORE
Pengamat: Ada Upaya Menstigma Radikal Muhammadiyah
BuzzerRp menyerang tokoh Muhammadiyah seperti yang dialami mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin dengan tudingan radikal.   "Setelah FPI, BuzzerRp menyerang tokoh Muhammadiyah seperti Din Syamsuddin dengan tudingan radikal," kata ...
READ MORE
Da’i Muhammadiyah Harus Mengedepankan Niat Ibadah
Da'i Muhammadiyah dalam menyampaikan ajaran Islam di tengah masyarakat harus mengedepankan niat ibadah. "Da'i Muhammadiyah harus mengedepankan niat ibadah ketika berdakwah di masyarakat," kata Ketua Majelis Tarjih dan Tabligh Pimpinan Daerah ...
READ MORE
Pimpinan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Resmi Dirilis, Ada Ustadz Adi Hidayat
JAKARTA – Setelah menetapkan program kerja, anggota pimpinan dan menetapkan agenda strategis, agenda setelah musyawarah organisasi di Persyarikatan Muhammadiyah seperti Muktamar, Musywil, dan Musyda adalah menentukan struktur Unsur Pembantu Pimpinan ...
READ MORE
Pelantikan Kepala SD Muhammadiyah Kota Bogor Periode 2021-2025
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor melantik kepala SD Muhammadiyah Kota Bogor, Rabu (27/10/2021). Acara ini di ruang pertemuan SD Muhammadiyah Kota Bogor. Kepala sekolah SD Muhammadiyah Kota Bogor yang lama ...
READ MORE
?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
Media-Alfurqan.com - Tanah waqaf seluas 5.076 m2  milik persyarikatan Muhammadiyah Kota Bogor akan dimanfaatkan untuk agroeduecopark berbasis ramah lingkungan yang berkemajuan. “Memang ini sesuatu yang hal yang baru buat Muhammadiyah umumnya ...
READ MORE
Bencana Alam, Siklus Alam atau Kerusakan Akibat Ulah Manusia?
Oleh: Drs Madropi, M.Pd (Wakil Ketua PDM Kota Bogor) Banyak orang yang tidak menyadari akan datangnya bahaya bencana alam, padahal bencana datang acapkali tidak diduga kapan saja terjadi dengan tidak mengenal ...
READ MORE
Jangan Dipahami Tekstual ‘Hidup-Hidupilah Muhammadiyah dan Jangan Mencari
UKT Melambung Tinggi: Rektor Umbara: Kami Berikan Solusi
Ini Empat Langkah Memperkuat Ukhuwah Umat Islam Versi
SMK Muhammadiyah Kota Bogor Peduli Cianjur
Pengamat: Ada Upaya Menstigma Radikal Muhammadiyah
Da’i Muhammadiyah Harus Mengedepankan Niat Ibadah
Pimpinan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Resmi Dirilis, Ada
Pelantikan Kepala SD Muhammadiyah Kota Bogor Periode 2021-2025
Tanah Waqaf Muhammadiyah Kota Bogor Dimanfaatkan untuk Agroeduecopark
Bencana Alam, Siklus Alam atau Kerusakan Akibat Ulah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *