Kerasulan Muhammad SAW Bagi Umat Manusia
oleh : Drs. Madropi, M.Pd.
Tidak bisa di bayangkan situasi dan kondisi umat manusia dimuka bumi, andaikan Allah SWT tidak mengutus kerasulan Muhammad SAW, umat tetap dalam keadaan Jahiliyah, tidak ada contoh tauladan, tidak bisa membedakan antara yang hak dan yang batil, tidak memiliki jalan hidup yang benar dan tidak ada yang bisa memberi syafaat kelak di yaumil akhir.
Dengan diutusnya kerasulan Muhammad SAW Allah hendak mengeluarkan manusia dari kegelapan pada cahaya terang benderang, hendak memberi rahmat bagi alam semesta sekaligus contoh tauladan bagi umat manusia, menyampaikan syariah undang-undang ajaran Islam agar manusia selamat baik di dunia maupun di akherat, penyempurna ajaran para nabi dan rasul sebelumnya, serta sekaligus hendak memberi syafaat (pertolongan) pada umat manusia kelak di yaumil akhir. Beberapa ajaran sekaligus pelajaran yang dibawa kerasulan Muhammad SAW bagi umat manusia di muka bumi.
- Nabi Muhammad SAW diutus kemuka bumi untuk menyempurnakan Akhlak
Pada saat rasulullah SAW diutus, bangsa arab saat itu dalam keadaan Jahiliyah (bodoh), Jahiliyah bukan berarti tidak bisa baca tulis dan tidak pandai berbisnis {berdagang} tetapi Akhlak tingkah laku dan perbuatan mereka jauh dari kebenaran ilahiyah. Mereka menyembah berhala, senang berpestapora mabuk-mabukan, gemar bermain judi, membunuh anak-anak perempuan karena tidak bisa berperang, bahkan istri sekalipun boleh di wariskan pada keluarga. Dengan di utusnya Muhammad SAW hendak mengeluarkan manusia dari kegelapan kehidupan (Minadzulumaati ilan Nur) kepada cahaya yang terang benderang pada kehidupan bahagia dunia dan akherat. Firman Allah:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ
Artinya : Dan sesungguhnya Engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung (Q.S al-Qolam 4)
Sabda Rasulullah SAW:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ (رَوَاهُ الْبَزَّارُ وَالْبَيْهَقِي
Artinya: sesungguhnya Aku diutus untuk menyempurnakan Akhlak ( H.R Baihaki}
- Nabi Muhammad SAW diutus menjadi rahmat sekaligus contoh tauladan bagi seluruh alam
Kehadiran Rasulullah dimuka bumi bukan hanya menjadi rahmat bagi umat Islam saja, melainkan menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia, bahkan rahmat bagi makhluk-makhluk yang ada dialam semesta ini, seperti Jin, Malaikat dan lainnya. Keberadaan beliau juga menjadi contoh tauladan bagi umat manusia yang menghendaki keselamatan hidup baik didunia maupun diakherat kelak. Firman Allah:
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
Artinya: Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam (Q.S. al-Ambia 107).
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرً
Artinya: Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah ( Q.S. al-Ahzab 21)
- Nabi Muhammad SAW diutus sebagai penyempurna ajaran para nabi dan rasul sekaligus (khataman nabiyyin} penutup nabi dan rasul yang terakhir.
Setiap nabi dan rasul memiliki syariat masing-masing, diutus Allah SWT dari nabi Adam AS sampai nabi Muhammad SAW membawa ajaran Islam, karena mengajarkan tauhidullah (meng Esakan Allah) mengajak kepada manusia pada keselamatan dunia dan akherat. Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan seluruh syariat Islam yang dibawa nabi dan rasul sebelumnya, menyampaikan ajaran Islam yang sempurna, sekaligus penutup (minal ambiai wal mursalin) para nabi dan rasul. Firman Allah :
اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ
Artinya: Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنْ رِّجَالِكُمْ وَلٰكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَۗ
Artinya : Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, melainkan dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi.
- Nabi Muhammad SAW diutus sebagai pemberi syafaat kelak di yaumil akhir
Betapa besar kecintaan dan kasih sayang Rasulullah pada umatnya, dilempari batu sekalipun oleh penduduk Thaif hingga muka Rasulullah bercucuran darah, tetap mendo’akan umatnya. Padahal Malaikat telah menawarkan Gunung Uhud untuk menghancurkan dan ditimpakan pada mereka. Rasulullah tetap berdo’a dan doa’nya berbeda dengan nabi dan rasul sebelumnya. Kalau nabi dan rasul sebelumnya minta kepada Allah agar umatnya yang membangkang supaya dibinasakan, Rasulullah memohon kepada Allah agar umatnya dapat petunjuk. “Allahummahdi kaumin fainnahum laaya’lamun”. Ya Allah tunjukan mereka, maka sesungguhnya mereka tidak mengetahuinya. Bahkan diyaumil akhir kelak beliau pemberi safaat pada seluruh umat manusia yang di dalam hatinya ada rasa Iman. Rasulullah SAW bersabda :
” لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ يَدْعُو بِهَا، وَأُرِيدُ أَنْ أَخْتَبِئَ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي فِي الآخِرَةِ .. .
Artinya, “Setiap nabi memiliki doa mustajab yang dapat dipergunakannya. Namun, aku ingin menyimpan doa (mustajab)-ku untuk memberi syafaat kepada umatku di akhirat,” (HR Al-Bukhari).
Dari uraian diatas, sudah saatnya umat Islam sadar dan bangkit dari kebodohan, menuju cahaya kemenangan, menjadikan Islam yang dibawa Muhammad SAW rahmatan lila’lamin, menjadikan Rasulullah SAW contoh tauladan dalam kehidupan sehari-hari. Menjadikan syariat Islam satu-satunya ajaran yang lengkap dan sempurna yang dibawa nabi Muhammad SAW sebagai nabi penutup akhir zaman, sekaligus pemberi safaat pada umat manusia kelak di yaumil akhir.
