Menyibak Kemuliaan Ramadan: Menjelajahi Makna Lailatul Qadr

0
FotoRahmatSaptono
oleh Rahmat Saptono Duryat
Ketua DKM al-Furqan Muhammadiyah Kota Bogor
Dosen Tetap di FT Universitas Indonesia.


Bulan Ramadan memiliki makna yang dalam sebagai Bulan Al-Qur’an (QS. 2:185), ditandai dengan turunnya permulaan atau keseluruhan kitab suci al-Qu’ran pada bulan Ramadhan.   Sepanjang bulan ini, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa di siang hari dan meningkatkan ibadah pada malam hari, sebagai bukti penghambaan dan rasa syukur atas petunjuk yang telah dianugerahkan kepada umat manusia, yaitu Al-Qur’an.  Al-Qur’an memberikan petunjuk yang jelas, menjelaskan perbedaan antara yang benar dan yang salah.

 

Puncak dari bulan Ramadan adalah malam al-Qodr atau Lailatul Qadr.  Malam penting ini, senantiasa dikabarkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai malam yang sangat istimewa saat menyambut datangnya Ramadhan (Sungguh telah datang kepada kalian Ramadhan, Bulan yang Penuh Keberkahan.  …..  Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada 1000 bulan (HR. An-Nasai)).

 

Disebutkan secara eksplisit sebanyak tiga kali dalam Al-Qur’an, di dalam satu surat yang amat pendek (QS. 97:1-5), malam ini diliputi oleh keagungan dan keberkahan. Lailatul Qadr, secara rinci dijelaskan dalam Surah tersebut dan Surah ad-Dukhan (QS. 44:1-6), digambarkan sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan, melambangkan periode waktu ibadah yang tak tertandingi.

 

Adalah kisah penghambaan yang luar biasa dari seorang laki-laki dari kalangan Bani Israaiil yang diyakini menjadi salah satu sebab turunnya surah ini.  Lelaki sholeh itu berjihad di siang hari hingga menjelang terbenam matahari dan mendirikan sholat di sepanjang malam hingga menjelang Fajar selama 1000 bulan atau setara dengan 83 tahun 4 bulan.  Sebuah prestasi yang hampir tidak mungkin untuk ditandingi oleh kita umat akhir zaman yang rata-rata berusia 60-70 tahun saja.  Sebuah momentum dan kesempatan yang luar biasa untuk bisa menyamai bahkan melampaui prestasi umat terdahulu yang jauh lebih panjang usia dan kekuatan fisiknya.

 

Selain itu, malam ini adalah malam ketika para malaikat, termasuk Malaikat Jibril AS, turun ke Bumi atas perintah dan izin Allah SWT, membawa hikmah ilahiah dan berkah. Penafsiran makna linguistik dari malam al-Qodr, sebagai malam pengagungan, malam kesempitan, dan malam penetapan, lebih menegaskan esensi suci malam tersebut.

 

Waktu pasti Lailatul Qadr yang tetap dirahasiakan, menambahkan lagi motivasi dan respon antisipatif terhadap malam ini. Meskipun Nabi Muhammad SAW telah mengetahui waktu tersebut, beliau SAW memilih untuk tidak mengungkapkannya, mempertahankan sifatnya yang penuh misteri serta menekankan pentingnya penghambaan tulus dan teratur walaupun sedikit daripada perbuatan baik yang bersifat transaksional dan spekulatif. Rahasia ini, mirip dengan rahasia takdir baik dan buruk, kematian, dan hari kiamat yang semuanya bertujuan untuk menginspirasi para mukmin agar lebih teratur, tekun dan bersemangat dalam beribadah, senantiasa mempersiapkan diri untuk hari esok yang pasti tetapi tidak diketahui.

 

Mengikuti contoh Nabi SAW, umat Islam mencari keberkahan Lailatul Qadr melalui berbagai aktifitas ibadah, termasuk melakukan I’tikaf (berdiam diri di Masjid agar lebih fokus beribadah) di sepuluh malam terakhir dan memperbanyak doa-doa yang telah diajarkan oleh Nabi SAW.  Ajaran Nabi SAW menekankan pentingnya menghidupkan malam ini dengan perbuatan baik, menawarkan janji ampunan atas kesalahan masa lalu bagi yang mendapatinya dalam amal saleh. (Barangsiapa yang mendirikan (Sholat) di Malam al-Qodr dengan penuh keimanan dan harapan atas pahala dari Allah SWT, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (Hadits Mutafaq Alaih)).

 

 

Saat para mukmin menanti kedatangan Lailatul Qadr, mereka diingatkan akan berkah yang besar, sebuah peluang untuk mengamplifikasi seluruh amal kebaikan dan mengakselerasi pertumbuhan spiritual. Melalui ibadah yang tulus dan ikhlas serta permohonan yang penuh kepercayaan dan harapan, mereka mencari rahmat dan petunjuk Allah SWT, bercita-cita untuk tetap teguh dalam iman dan kebenaran di sepanjang bulan suci dan seterusnya hingga akhir hayat nanti. 

Related Posts
Buka Saum Bersama PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor
Kamis, 15 Juni 2017 - PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor gelar acara buka saum bersama. Semula acara akan diadakan di gedung dakwah PDM Kota Bogor, namun acara dipindahkan ke Panti ...
READ MORE
Hikmah Haji dan Qurban sebagai Simbol Ketaatan-ketaatan kepada Allah
Materi khutbah Idul Adha 1445H/2024M Drs. Madropi, M. Pd Wakil Ketua Umum, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor MA’ASYIROL  MUSLIMIM  SIDANG  SHALAT  IEDUL ADHA  ROHIMAKUMULLAH. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilham Puji Syukur marilah ...
READ MORE
Sebut Tuhan Bukan Orang Arab, Rektor UMJ: KSAD Dudung tak Paham Soal Keislaman
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman tidak memahami persoalan Keislaman dengan menyebut Tuhan bukan orang Arab. Demikian dikatakan Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ma'mun Murod Al Barbasy dalam pernyataan ...
READ MORE
Hilangkan Sidang Isbat & Perlunya Penyeragaman Kalender Islam Internasional
Sidang isbat untuk menentukan awal bulan khususnya Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah perlu dihilangkan dan diganti dengan penyeragaman kalender Islam internasional. "Sidang isbat kurang bermakna kalau sudah diketahui jauh-jauh hari sebelumnya. Sidang ...
READ MORE
Muhammadiyah Kota Bogor Belum Menggarap Dakwah di Kalangan Milenial dan Gen Z
Muhammadiyah kota Bogor belum menggarap dakwah anak muda, pelajar di kalangan milenial dan Gen Z. "Belum ada upaya menggaet dakwah anak muda dan pelajar kalangan milenial dan Gen Z. Perlu pembinaan ...
READ MORE
Direktur NU Care-Lazisnu Ingin Muhammadiyah dan NU Sering Bersinergi
JAKARTA – Direktur NU Care-Lazisnu, Syamsul Huda mengatakan, kolaborasi program qurban yang dilaksanakan oleh Lazismu dan Lazisnu merupakan peristiwa yang langka. Sebab, kata dia, langkah ini akan mendorong Muhammadiyah dan ...
READ MORE
PUASA RAMADHAN DAPAT MEMBENTUK PRIBADI YANG SEMPURNA
(Materi Khutbah Idul Fitri 1445H) Oleh: Drs Madropi. M.Pd.   Pagi hari ini, seluruh kaum muslimin di berbagai belahan pelosok penjuru dunia dengan tidak memandang pangkat jabatan, status sosial ekonomi, kaya, miskin, tua, ...
READ MORE
Ustad Zahid Mubarok
SEDEKAH BISA HILANGKAN RESAH, GELISAH DAN KEGUNDAHAN(Oleh : Dr. Zahid Mubarok , M.E.I  (Wakil Ketua PDM Kota Bogor dan Dosen Pascasarjana Ilmu Syariah dan Bahasa Arab Cileungsi Bogor).Mari kita renungkan ...
READ MORE
Muhammadiyah Kota Bogor Cari Tanah Wakaf untuk Universitas
MEDIA-ALFURQAN.COM, Lapangan Sempur Kota Bogor – Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammdiyah (PDM) Kota Bogor Dr. Ir. Muhammad Fauzi Sutopo, MS menyampaikan sambutan sebelum shalat Idul Adha dimulai, Sabtu (9/7/2022) di Lapangan ...
READ MORE
Foto : Para Tenaga Kesehatan dan Relawan MDMC Palangkaraya, Kalimantan Tengah terus bergerak untuk kemanusiaan (doc.Mdmc)
MPI PDM Kota Bogor — Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah dalam siaran pers yang disampaikan oleh ketuanya, Agus Samsudin (26/8/2020 ) Yogyakarta, menyampaikan bahwa sampai saat ini ada ...
READ MORE
Buka Saum Bersama PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor
Hikmah Haji dan Qurban sebagai Simbol Ketaatan-ketaatan kepada
Sebut Tuhan Bukan Orang Arab, Rektor UMJ: KSAD
Hilangkan Sidang Isbat & Perlunya Penyeragaman Kalender Islam
Muhammadiyah Kota Bogor Belum Menggarap Dakwah di Kalangan
Direktur NU Care-Lazisnu Ingin Muhammadiyah dan NU Sering
PUASA RAMADHAN DAPAT MEMBENTUK PRIBADI YANG SEMPURNA
SEDEKAH BISA HILANGKAN RESAH, GELISAH DAN KEGUNDAHAN
Muhammadiyah Kota Bogor Cari Tanah Wakaf untuk Universitas
MCCC Muhammadiyah Minta Pemerintah Perhatikan Nakes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *