Gerakan Radikalisme tidak berhenti pasca Reformasi 98. Gerakan ini berpotensi melakukan terorisme yang mengganggu stabilitas nasional. Di sisi lain potensi munculnya kembali faham komunisme masih berstatus bahaya laten mengancam eksistensi Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah bangsa.
“Kondisi sekarang sejak Reformasi 98 kegiatan radikalisme tidak berhenti. Kondisi ini memerlukan perhatian pemerintah,” kata Marsma TNI (Purn) Suwandi Miharja ketika mengisi Baitul Arqam Mubaligh Kader Da’i, Muhammadiyah Kota Bogor, Sabtu (9/4/2022). “Faham radikal terus berkembang,” jelasnya.
Suwandi mengatakan, radikalisme merupakan faham yang menginginkan perubahan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan kekerasan.
“Faktor pemicunya dari eksternal di antara faktor politik hegemoni pengaruh dan kekuasaan. Teknologi: media sosial dengan konten bebas. Faktor internal di antaranya pemahaman keagamaan yang keliru, kebijakan pemerintah yang diskriminatif, penegakan hukum lemah,” paparnya.
Dalam menghadapi radikalisme, kata Suwandi memperkuat pemahaman Islam moderat (NU dan Muhammadiyah). “Reformasi pengajaran agama untuk mencegah penyebaran ekstrimisme agama,” jelas Suwandi.
Suwandi juga mengatakan, kondisi Palestina bisa dilihat dari dua sisi terkait isu radikalisme. “Kalau dilihat warga Palestina mereka pejuang, sedang Israel menganggap mereka radikal,” ungkapnya.
Selain itu, kata Suwandi ada indikasi kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) di antaranya adanya tuntutan pencabutan TAP MPRS/XXVI/1966.
“Pencabutan pelajaran pemberontakan PKI dalam kurikulum sejarah Indonesia, penghentian pemutaran Film G30S/PKI dari TVRI, penghapusan litsus bagi calon PNS dan pejabat, anak PKI masuk lembaga negara, kerja sama parpol dengan Partai Komunis China (PKC),” jelas Suwandi.
Suwandi mengatakan, peran da’i dalam upaya pencegahan radikalisme dan kebangkitan PKI sangat besar. “Para da’i menjadi ujung tombak dalam menyampaikan pemahaman yang benar tentang syariat Islam,” pungkas Suwandi. (\Achsin)
Ketua Majelis Pendidikan Kader Muhamamdiyah Kota Bogor: Ajaran Nabi Muhammad SAW Sesuai Kajian IlmiahAjaran Nabi Muhammad SAW sesuai kajian ilmiah seperi shalat Tahajud maupun larangan tidur setelah Shalat Subuh."Aspek ajaran ...
Oleh : Dr. Zahid Mubarok , S.Th.I , M.E.I
(Ketua MUI Kota Bogor, Wk Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bogor)
media-alfurqan.com - Marak sekali serta viral informasi tentang Judol (Judi Online) namun yang ...
KUNINGAN – Gerak dakwah kemanusiaan Persyarikatan mengalami kemajuan pesat di provinsi Jawa Barat. Terbaru, hal ini nampak pada acara peresmian 11 buah gedung Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di wilayah Kabupaten ...
SUKOHARJO – Dalam Kunjungannya ke Kota Sukoharjo, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir selain meresmikan pembangunan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sukoharjo, juga mengunjugi SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo dan Bersilaturahim dengan ...
oleh : Drs Madropi, M.Pd.
Tidak terasa bergulirnya waktu dari detik ke menit, menit ke jam, jam ke hari, hari ke minggu, minggu ke bulan, saat ini kita sudah berada di ...
Klinik Pendidikan MIPA (KPM) mengadakan silaturahmi dengan guru Muhammadiyah Kota Bogor, Jumat (7/8/2020). Pertemuan berlangsung di PDM Kota Bogor, Jalan Merdeka.Pendiri KPM Ridwan Hasan Saputra mengajak para guru Muhammadiyah Kota ...
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor akan menggelar Shalat Idul Adha 10 Zulhijjah 1443 bertepatan pada hari Sabtu 9 Juli 2022 di Lapangan Sempur.
Shalat Idul Adha dimulai jam 06.30 WIB, ...
YOGYAKARTA- Merayakan 71 tahun Indonesia merdeka jangan berhenti di upacara seremonial dan ritual-ritual simbolik yang lahiriah semata. Seluruh elite dan warga bangsa hendaknya merenungi, menghayati, dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar, spirit, ...
Gerakan Antiradikalisme Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) tidak etis dan tanpa tabayun yang menuding Din Syamsuddin radikal dan dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
"Kurang etis jika hal tersebut ...
Muhammadiyah bekerja sama dengan Kemenag memberangkatkan 11 Bus untuk Mudik Gratis dengan Tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur (Ngawi-Mojokerto-Surabaya) dengan titik pemberangkatan di Pintu I Masjid Istiqlal.(Selasa,18 April 2023).
Menurut Hefinal, ...